1. Syaikh DR. Su’ud bin Ibrahim as-Syuraim
Laman
- Kajian Ustadz Armen Halim Naro
- Kajian Islam
- Download Free MP3 Kajian Islam
- Download Serba Gratis
- Islamic Calender
- Kumpulan Ceramah Ramadhan Terlengkap oleh Berbagai Ustadz
- Kisah dan Karomah Para Sahabat Rasulullah
- Adab dan Akhlak Islam
- Hadits Arba'in An-Nawawi
- Kisah Teladan dan Sejarah Islam
- Biografi Ulama
- Beranda
- Hadits Shahih, Hasan, Dhaif, Dan Maudhu
- Doa dan Wirid Rasulullah
- Kumpulan Tausiyah
Sabtu, 26 Mei 2012
Mari Kita Mengenal Para Imam Masjidil Haram
Dengan Tujuan Itu Aku Akan Mencintaimu
Penulis: Ustadz Abu Abdirrohman –hafizhahullah-
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ada seseorang yang bertanya
kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hari kiamat. Ia
berkata, “Kapan hari kiamat terjadi?” Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa
sallam balik bertanya, “Apa yang telah engkau persiapkan untuknya?” Ia
menjawab, “Tidak ada sama sekali. Hanya saja, sesungguhnya saya
mencintai Allah dan Rosul-Nya.” Maka beliau bersabda, “Engkau bersama
orang yang engkau cintai.” Anas pun mengatakan, “Tidaklah kami
berbahagia dengan sesuatu seperti halnya kebahagiaan kami dengan sabda
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Engkau bersama orang yang engkau
cintai.” Anas berkata, “Karena saya mencintai Nabi, Abu Bakar dan Umar.
Dan saya berharap saya bersama mereka karena kecintaan saya kepada
mereka, meskipun saya tidak beramal seperti amal mereka.” [1]
Ayo Berlomba Kawan….!
Al-Imam Ibnul Jauzy berkata,
“Setiap manusia tidak boleh meninggalkan suatu keutamaan yang mungkin bisa dicapai, bahkan ia harus berusaha untuk mencapainya dengan sekuat tenaga, sebagaimana ungkapan seorang penyair.
“Setiap manusia tidak boleh meninggalkan suatu keutamaan yang mungkin bisa dicapai, bahkan ia harus berusaha untuk mencapainya dengan sekuat tenaga, sebagaimana ungkapan seorang penyair.
“Jadilah lelaki dengan kaki berpijak di bumi…Jika anda memiliki kesempatan untuk melebihi para ulama dan ahli zuhud dalam hal amal, ilmu dan pandangan, lakukanlah. Toh mereka juga adalah manusia dan anda pun manusia. Tak ada orang yang duduk-duduk saja kecuali ia adalah orang yang sangat lemah kemauannya dan rendah jiwanya.
Namun cita-cita tergantung di langit nan tinggi…”
Jangan Kabarkan Kepada Mereka, Ya Rabb!
((Sungguh suatu hari aku di majelisku maka aku melihat di sekitarku lebih dari 10 ribu hadirin, tidak seorangpun dari mereka kecuali trenyuh/luluh hatinya atau meneteskan air mata (karena nasehat dan ceramahku).
Akupun berkata pada jiwaku : Bagaimana nasibmu jika mereka seluruhnya selamat (di akhirat) sedangkan engku celaka??.
Maka akupun berucap dengan lisan perasaanku : Wahai Tuhanku…, wahai
Tuhanku…jika kelak Engkau menetapkan untuk mengadzabku maka janganlah
Engkau mengabarkan kepada mereka tentang tersiksanya aku… demi untuk
menjaga kemuliaanMu bukan demi aku, agar mereka tidak berkata : Allah
yang telah ditunjukan/diserukan oleh Ibnul Jauzi telah mengadzab Ibnul
Jauzi))
Shoidul Khootir hal 78
alqiyamah.wordpress.com
Siapakah Pemerintahan Sufahaa'?!
[Oleh: Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat]
Dari
Jabir bin Abdillah (ia berkata): Sesungguhnya Rasulullah –shallallahu
‘alaihi wa sallam- pernah bersabda kepada Ka’ab bin ‘Ujrah:
“Ya Ka’ab bin ‘Ujrah! Semoga Allah melindungimu dari pemerintahan yang bodoh!”.
Ka’ab bin ‘Ujrah bertanya: “Kenapa demikian ya Rasulullah, dan siapakah pemerintahan yang bodoh itu?”.
Beliau menjawab: “Para umarah
(penguasa) yang akan datang nanti sesudahku, mereka tidak mengikuti
petunjukku dan tidak mengamalkan Sunnahku. Maka barang siapa yang
membenarkan kebohongan mereka dan menolong ke zhaliman mereka, maka
mereka itu bukan dariku dan aku bukan dari mereka [1], dan mereka tidak
akan dibawa ke telagaku (pada hari kiamat). Akan tetapi barang siapa
yang tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak menolong ke zhaliman
mereka, maka mereka itu dariku dan aku dari mereka [2], dan mereka akan
dibawa ke telagaku (pada hari kiamat).
Adab Dalam Bercanda & Berkelakar
Berkelakar atau bercanda merupakan hal lumrah yang dilakukan manusia.
Bahkan, kadang berkelakar sudah menjadi semacam ‘bumbu’ dalam setiap
pembicaraan. Namun, adakalanya kita menemui seseorang yang berlebihan
dalam bercanda dan tertawa, dan di lain pihak ada pula seseorang yang
selalu bermuka kelam tanpa dihiasi garis-garis senyum di bibirnya. Islam
adalah agama pertengahan (wasath) antara dua kebathilan.
Selain itu Islam juga merupakan agama yang komplit, yang mengatur segala
sesuatu sampai dengan buang hajat dengan segala adabnya. Lalu,…
bagaimana Islam membicarakan fiqh dalam bercanda ?
Dalam beberapa riwayat menyebutkan bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah bercanda ketika memanggil shahabatnya :
يَا ذَا اْلأُذُنَيْن
“Hai yang mempunyai dua telinga “ [1]
Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam juga pernah berkata kepada seorang perempuan tua : “Tidak ada perempuan tua yang masuk surga”. Kemudian beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam membaca ayat :
إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً * فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا
“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan “ [QS. Al-Waaqi’ah : 35-36] [2]
Langganan:
Komentar (Atom)


