Muhib Al-Majdi
Senin, 24 Oktober 2011 10:19:20
Arrahmah.com – Ketika kita mengatakan Moammar
Qaddafi adalah taghut, diktator, gembong kekafiran, murtad, sekuleris,
sosialis, pelanjut Musthafa Kemal Ataturk, Fir’aun, dan Musailamah
al-Kadzab dari Libya, banyak kalangan terhenyak, kaget, dan kebingungan.
Tidak sedikit pihak yang marah, benci, mengumpat, dan balas melemparkan
tuduhan miring. Misalnya tuduhan antek NATO, antek AS, pro-Barat,
teroris, fundamentalis, radikalis, Wahhabi, antek Saudi, dan seterusnya.
Namun, tahukah Anda siapa sebenarnya Moammar Qaddafi itu? Berikut
Serial Mungungkap Rahasia Kelam Sosok Qaddafi, bagian pertama.
Mereka hanya mengenal Qaddafi dari kegarangannya mengkritik
rezim-rezim negara Arab yang memang boneka AS dan Barat. Mereka mengerti
jati diri Qaddafi dari sesumbarnya untuk membebaskan Palestina, melawan
AS dan Barat, atau menjatuhkan rezim-rezim diktator di negara-negara
Arab. Mereka memahami sosok Qaddafi dari permusuhannya kepada AS, Barat,
dan zionis Israel. Mereka mengenalinya dari julukan Barat kepadanya
sebagai teroris, poros setan, pelopor revolusi di dunia ketiga, musuh
Barat, anti Barat, dan julukan keren lainnya yang kerap menghiasi media
massa. Sosok Qaddafi yang meledak-ledak lewat pidato berapi-api di
pertemuan Negara Liga Arab, atau Majelis Umum PBB, itulah standar mereka
memberikan pandangan SANGAT POSITIP kepada Qaddafi. Bagi mereka,
Qaddafi adalah pahlawan dunia Islam.
Mereka tentu saja tidak banyak mengetahui kejahatan dan kekafiran
Qaddafi yang dilakukannya secara terang-terangan, dan berulang kali,
dengan penuh kebanggaan diri, tanpa rasa malu dan canggung sedikitpun.
Mereka tentu saja tidak meneliti kejahatan dan pelecehan Qaddafi
terhadap Allah SWT, Rasulullah SAW, Al-Qur’an, as-Sunnah, syariat Islam,
dan ibadah-ibadah mahdhah dalam Islam. Mereka tentu tidak mengerti
betapa lembaga-lembaga dakwah dan keilmuan Islam berskala internasional
telah mengeluarkan fatwa dan himbauan serta dakwah kepada Qaddafi untuk
bertaubat dari seluruh kekafiran yang ia telah lakukan.Mereka tidak
mengerti, puluhan ulama dari berbagai negara telah memfatwakan
kekafirannya.