Ibnul Qayyim dalam bukunya “Taman Orang yang Jatuh Cinta” atau dalam kitab arabnya disebut dengan “Roudhotul Muhibbin”
menerangkan tentang akibat dari hubungan intim yang tidak halal seperti
yang kita saksikan saat ini di tengah-tengah muda-mudi yang memadu
kasih lewat pacaran. Bahkan sex before marriage jadi hal yang lazim bagi
orang yang ingin membuktikan cinta pada kekasihnya. Padahal hubungan
seperti ini sebenarnya bukan cinta sejati dan termasuk dosa besar yang
dimurkai Allah.
Laman
- Kajian Ustadz Armen Halim Naro
- Kajian Islam
- Download Free MP3 Kajian Islam
- Download Serba Gratis
- Islamic Calender
- Kumpulan Ceramah Ramadhan Terlengkap oleh Berbagai Ustadz
- Kisah dan Karomah Para Sahabat Rasulullah
- Adab dan Akhlak Islam
- Hadits Arba'in An-Nawawi
- Kisah Teladan dan Sejarah Islam
- Biografi Ulama
- Beranda
- Hadits Shahih, Hasan, Dhaif, Dan Maudhu
- Doa dan Wirid Rasulullah
- Kumpulan Tausiyah
Tampilkan postingan dengan label UNTAIAN NASEHAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UNTAIAN NASEHAT. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 04 Januari 2014
Bukan Cinta Sejati
Label:
AKHWAT ZONE,
CINTA,
UNTAIAN NASEHAT
Mendapat Rezeki Karena Giat Membantu Para Penuntut Ilmu
Adalah suatu keutamaan jika setiap muslim bisa membantu para santri
atau para penuntut ilmu agama agar mereka mudah untuk konsentrasi dalam
belajar sehingga terus bisa menjaga agama ini. Bahkan orang yang lancar
mendapatkan rezeki bisa jadi karena banyak membantu untuk membiayai
orang-orang yang berjuang di jalan Allah.
Keutamaannya
tersebut disebutkan oleh Imam Nawawi ketika membahas masalah tawakkal
dan yakin dalam kitab Riyadhus Sholihin. Beliau membawakan hadits
berikut ini,
Kamis, 19 Desember 2013
Sebagian Adab Keluar Rumah Bagi Remaja Putri
Fatwa Syaikh Abdullah Al Faqih
Soal:Apa hukum keluarnya remaja putri dari rumah bersama pamannya atau bibinya untuk memenuhi suatu kebutuhan? Jika ayah atau saudara laki-lakinya sedang tidak ada yang bisa menemaninya. Apakah salah jika ia keluar rumah tanpa izin dahulu kepada orang tuanya? Lalu bagaimana hukumnya jika pergi bersama paman atau bibi ketika ayah tidak bisa mengantarkannya sedangkan saudara laki-laki ada.
Jawab:
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Tempat yang lebih baik bagi seorang wanita adalah di rumahnya. Jangan keluar dari rumah kecuali ada kebutuhan. Allah Ta’ala berfirman:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأُولَى
“Tetaplah di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj sebagaimana tabarruj-nya wanita jahiliyah terdahulu” (QS. Al Ahzab: 33)Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
المرأة عورة، فإذا خرجت استشرفها الشيطان
“Wanita itu aurat, ketika ia keluar, setan akan memperindahnya” (HR. At Tirmidzi)Dan dibolehkan bagi wanita untuk keluar ketika ada kebutuhan yang tidak bisa digantikan oleh orang lain, selama ia tetap berpegang dengan adab-adab syar’iyyah ketika keluar. Diantaranya yaitu dengan tidak ber-tabarruj dan tidak bersolek. Sebagaimana dalam hadits riwayat Al Bukhari:
قد أذن الله لكن أن تخرجن لحوائجكن
“Allah telah mengizinkan bagi kalian (para wanita) untuk keluar memenuhi kebutuhan kalian”Dan tidak wajib ditemani oleh mahram-nya (kecuali jika safar, pent.) juga tidak wajib meminta izin kepada orang tua jika kepergiannya tersebut masih dalam jarak aman. Jika dirasa tidak aman, maka wajib ditemani oleh ayahnya atau suaminya, atau saudaranya atau orang lain yang masih mahram seperti paman atau bibi. Wallahu’alam.
Sumber: http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=219835
—
Artikel Muslimah.Or.Id
Penerjemah: Yulian Purnama
Minggu, 27 Mei 2012
Nasihat Kepada Ikhwan dan Akhwat : Kehormatanmu, Wahai Saudaraku … (Internet, HP, dan Pandangan Mata)
Kehormatanmu, Wahai Saudaraku … (Internet, HP, dan Pandangan Mata)
Penyimpangan penggunaan alat telekomunikasi (telepon atau HP)
Tidaklah menjadi rahasia lagi bagi setiap muslim bahwa segala kenikmatan –yang dilimpahkan Allah Ta’ala kepada kita– tidak terhitung jumlahnya. Di antara nikmat-nikmat tersebut adalah ketersediaan alat komunikasi. Allah Ta’ala yang
memudahkannya untuk kita, dengan segala kemurahan dan kemuliaan-Nya.
Seorang muslim yang cerdas tidak akan salah menyikapi nikmat-nikmat yang
telah Allah berikan. Allah Maha Mengetahui, siapa saja hamba yang
bersyukur di antara sekian banyak hamba yang kufur (ingkar).
Hendaknya kita tergolong orang yang pandai bersyukur atas nikmat-nikmat tersebut. Allah Ta’ala berfirman,
وَاشْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
“Dan syukurilah nikmat Allah, jika hanya kepada-Nya kamu menyembah.” (Q.s. An-Nahl: 114)
لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah
(nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka
sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Q.s. Ibrahim: 7)
وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّهِ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ
“Dan apa saja nikmat yang ada padamu, maka dari Allah-lah
(datangnya). Dan bila kamu ditimpa oleh kemudaratan maka hanya
kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.” (Qs. An-Nahl : 53)
Akan tetapi, jika kita tidak menggunakan nikmat tersebut secara benar
atau bahkan memberikan koneksi kepada orang asing tanpa ada pengawasan,
berubahlah nikmat alat-alat komunikasi tersebut menjadi hal-hal yang
membinasakan dan menghancurkan harga diri dan kemuliaan seseorang.
Sabtu, 26 Mei 2012
Ayo Berlomba Kawan….!
Al-Imam Ibnul Jauzy berkata,
“Setiap manusia tidak boleh meninggalkan suatu keutamaan yang mungkin bisa dicapai, bahkan ia harus berusaha untuk mencapainya dengan sekuat tenaga, sebagaimana ungkapan seorang penyair.
“Setiap manusia tidak boleh meninggalkan suatu keutamaan yang mungkin bisa dicapai, bahkan ia harus berusaha untuk mencapainya dengan sekuat tenaga, sebagaimana ungkapan seorang penyair.
“Jadilah lelaki dengan kaki berpijak di bumi…Jika anda memiliki kesempatan untuk melebihi para ulama dan ahli zuhud dalam hal amal, ilmu dan pandangan, lakukanlah. Toh mereka juga adalah manusia dan anda pun manusia. Tak ada orang yang duduk-duduk saja kecuali ia adalah orang yang sangat lemah kemauannya dan rendah jiwanya.
Namun cita-cita tergantung di langit nan tinggi…”
Jangan Kabarkan Kepada Mereka, Ya Rabb!
((Sungguh suatu hari aku di majelisku maka aku melihat di sekitarku lebih dari 10 ribu hadirin, tidak seorangpun dari mereka kecuali trenyuh/luluh hatinya atau meneteskan air mata (karena nasehat dan ceramahku).
Akupun berkata pada jiwaku : Bagaimana nasibmu jika mereka seluruhnya selamat (di akhirat) sedangkan engku celaka??.
Maka akupun berucap dengan lisan perasaanku : Wahai Tuhanku…, wahai
Tuhanku…jika kelak Engkau menetapkan untuk mengadzabku maka janganlah
Engkau mengabarkan kepada mereka tentang tersiksanya aku… demi untuk
menjaga kemuliaanMu bukan demi aku, agar mereka tidak berkata : Allah
yang telah ditunjukan/diserukan oleh Ibnul Jauzi telah mengadzab Ibnul
Jauzi))
Shoidul Khootir hal 78
alqiyamah.wordpress.com
Siapakah Pemerintahan Sufahaa'?!
[Oleh: Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat]
Dari
Jabir bin Abdillah (ia berkata): Sesungguhnya Rasulullah –shallallahu
‘alaihi wa sallam- pernah bersabda kepada Ka’ab bin ‘Ujrah:
“Ya Ka’ab bin ‘Ujrah! Semoga Allah melindungimu dari pemerintahan yang bodoh!”.
Ka’ab bin ‘Ujrah bertanya: “Kenapa demikian ya Rasulullah, dan siapakah pemerintahan yang bodoh itu?”.
Beliau menjawab: “Para umarah
(penguasa) yang akan datang nanti sesudahku, mereka tidak mengikuti
petunjukku dan tidak mengamalkan Sunnahku. Maka barang siapa yang
membenarkan kebohongan mereka dan menolong ke zhaliman mereka, maka
mereka itu bukan dariku dan aku bukan dari mereka [1], dan mereka tidak
akan dibawa ke telagaku (pada hari kiamat). Akan tetapi barang siapa
yang tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak menolong ke zhaliman
mereka, maka mereka itu dariku dan aku dari mereka [2], dan mereka akan
dibawa ke telagaku (pada hari kiamat).
Sabtu, 28 April 2012
Berlomba-lomba mengklaim “aku hidup bahagia sekarang”
Prolog
Mungkin seorang laki-laki paruh baya berkata,
“saya hidup bahagia sekarang, punya istri yang cantik, anak yang lucu dan pintar, punya rumah yang cukup besar karir saya di kantor terus naik dan bisnis lancar terus”
Mungkin seorang ibu berkata,
“saya sudah bahagia sekarang, anak-anak saya semuanya sudah jadi,
sudah berhasil semua, saya bangga, anak pertama wakil direktur di bank,
anak kedua saya jadi koordinator umum di urusan pajak beacukai, anak
ketiga saya menjadi hakim agung di kabupaten”
Bahkan seorang Waria mungkin berkata,
“saya sangat bahagia ketika keluar dengan setelan pakaian wanita
genit seperti ini, nongkrong di café atau perempatan, menganggu
cowok-cowok yang lewat sambil minta saweran, seneng banget kalo bisa eksis kayak gini, kalo tiap hari kayak gini, bahagia hidup ini”
Mungkin seorang kakek berkata,
“saya sudah tidak butuh lagi dengan harta dan uang, yang buat saya bahagia, anak-anak saya sering datang
melihat saya, apalagi cucu-cucu kalau nginap di rumah ini, mereka ramai
sekali. uang pensiun ini, saya belikan mereka makanan dan mainan semua,
asal mereka sering main ke sini.”
Istighfar Dan Dzikir VS Facebook Dan Twitter
Kami sempat terkesima mendengar kata-kata ustadz Armen Halim Naro, Lc rahimahullah saat memotivasi tentang istighfar, beliau berkata,
“ Istighfar kita yang naik ke langit mencegah turunnya musibah ke bumi”
Ini membuat kami sedikit merenung mengenai diri kami. Dan kami mencoba untuk membaginya.
Fenomena jejaring sosial
Ternyata kami sangat jauh penerapannya. Setelah dipikir-pikir ada satu yang menjadi penyebabnya yaitu maraknya jejaring sosial seperti facebook, twitter, google+ dn lain-lain. inilah membuat kami lalai dan sangat jauh dari kebiasaan orang-orang shalih dan ulama yaitu beristighfar dimanapun, kapanpun [tentu bukan di WC, toilet dll]., mengucapkan “astagfirullah”,” Allahummagfirli” disela-sela waktu, di sela-sela kesempatan, di sela-sela kesibukan, ketika menunggu, ketika naik kendaraan, ketika berjalan kaki, ketika menanti jemputan dan ketika kita mampu mencuri sedikit waktu yang sangat mahal dalam berbagai kesibukan.
Para salaf mencuri waktu untuk beristighfar
Jika mengingat pesan para salaf [pendahulu] kita, maka kita sangat malu menisbatkan diri kepada mereka, Luqman ‘alaihis salam bepesan kepada anaknya,
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata,
Belum lagi kisah imam Malik rahimahullah yang mencuri waktunya yang sangat mahal. Ketika penyambung suaranya berbicara saat majelis kajian [saat itu belum ada pengeras suara, maka ada beberapa penyambung suara berbicara setelah imam Malik berbicara]. Maka waktu longgar tersebut dimanfaatkan oleh beliau untuk beristighfar kepada Allah Ta’ala. Subhanallah, sangat jauh dari kita.
Bijak dalam menyikapi jejaring sosial
“ Istighfar kita yang naik ke langit mencegah turunnya musibah ke bumi”
Ini membuat kami sedikit merenung mengenai diri kami. Dan kami mencoba untuk membaginya.
Fenomena jejaring sosial
Ternyata kami sangat jauh penerapannya. Setelah dipikir-pikir ada satu yang menjadi penyebabnya yaitu maraknya jejaring sosial seperti facebook, twitter, google+ dn lain-lain. inilah membuat kami lalai dan sangat jauh dari kebiasaan orang-orang shalih dan ulama yaitu beristighfar dimanapun, kapanpun [tentu bukan di WC, toilet dll]., mengucapkan “astagfirullah”,” Allahummagfirli” disela-sela waktu, di sela-sela kesempatan, di sela-sela kesibukan, ketika menunggu, ketika naik kendaraan, ketika berjalan kaki, ketika menanti jemputan dan ketika kita mampu mencuri sedikit waktu yang sangat mahal dalam berbagai kesibukan.
Para salaf mencuri waktu untuk beristighfar
Jika mengingat pesan para salaf [pendahulu] kita, maka kita sangat malu menisbatkan diri kepada mereka, Luqman ‘alaihis salam bepesan kepada anaknya,
يَا بُنِيَّ عَوِّدْ لِسَانَكَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، فَإِنَّ لِلَّهِ سَاعَاتٍ لَا يَرُدَّ فِيهَا سَائِلًا
“Wahai anakku biasakan lisanmu dengan ucapan: [اللهم اغفر لي ] “Allhummafirli”, karena Allah memiliki waktu-waktu yang tidak ditolak permintaan hamba-Nya di waktu itu.” Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata,
أَكْثِرُوا مِنَ الِاسْتِغْفَارِ فِي بُيُوتِكُمْ، وَعَلَى مَوَائِدِكُمْ، وَفِي طُرُقِكُمْ، وَفِي أَسْوَاقِكُمْ،
وَفِي مَجَالِسِكُمْ أَيْنَمَا كُنْتُمْ، فَإِنَّكُمْ مَا تَدْرُونَ مَتَى تَنْزِلُ الْمَغْفِرَةُ
”Perbanyaklah istighfar di rumah-rumah, meja-meja makan,
jalan-jalan, pasar-pasar dan majelis-majelis kalian di manapun kalian
berada. Karena kalian tidak tahu kapan turunnya pengampunan Allah
Subhanahu wa Ta’ala”. [Jami’ Al-ulum wal hikam hal. 535, Darul Aqidah, Kairo, cet.1, 1422 H]Belum lagi kisah imam Malik rahimahullah yang mencuri waktunya yang sangat mahal. Ketika penyambung suaranya berbicara saat majelis kajian [saat itu belum ada pengeras suara, maka ada beberapa penyambung suara berbicara setelah imam Malik berbicara]. Maka waktu longgar tersebut dimanfaatkan oleh beliau untuk beristighfar kepada Allah Ta’ala. Subhanallah, sangat jauh dari kita.
Bijak dalam menyikapi jejaring sosial
Rabu, 28 Maret 2012
Nasehat Bagi Penuntut Ilmu
Dari Abu Dzar r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Wahai Abu Dzar,
sungguh kamu pergi pada pagi hari lalu mempelajari satu ayat dari
kitabullah itu lebih baik bagimu daripada shalat seratus rakaat. Dan
sesungguhnya kamu pergi pada pagi hari dan mempelajari satu bab dari
ilmu, baik diamalkan atau tidak, itu lebih baik daripada shalat seribu
rakaat.” (Ibnu Majah).
Banyak riwayat mengenai hadits yang menyebutkan bahwa menuntut ilmu
itu lebih utama daripada ibadah. Masih banyak hadits lainnya mengenai
keutamaan menuntut ilmu yang tidak dapat dijelaskan seluruhnya disini.
Di antaranya sabda Nabi saw., “ Keutamaan seorang alim dibandingkan
seorang ahli ibadah adalah seperti keutamaanku terhadap orang yang
paling rendah diantaramu.” Sabda beliau lainnya, “Bagi syaitan, seorang
alim lebih berat daripada seribu orang ahli ibadah.”
Berikut adalah rekaman kajian yang di sampaikan oleh Ustadz Armen Halim Naro,Lc dari pembahasan ” Nasehat Bagi Penuntut Ilmu”
Silakan unduh kajian pada link di bawah ini. Semoga ada manfaatnya…
sumber: ansharussunnah.co.cc
Semoga Allah merahmati al ustadz Armen Halim Naro atas ilmu yang sampai melalui lisannya,, semoga Allah
melapangkan dan menerangi kubur ustadz yang tawadhu ini. dan memasukkannya ke dalam golongan hamba-hamba yang sholeh. Aamiin ya Robbal Alamin.
Semoga postingan ini juga dapat menjadi penyambung amalan beliau rahimahullah dan menjadi pelita yang terang di tempat yang gelap.
Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:”Apabila anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka putuslah amalnya, kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholih yang mendoakan orang tuanya.” (HR Muslim)
Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, dan mati masuk surga?
Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal
Waktu muda, kata sebagian orang adalah waktu untuk hidup foya-foya, masa untuk bersenang-senang. Sebagian mereka mengatakan,
“Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, dan mati masuk surga.”
Inilah guyonan sebagian pemuda. Bagaimana mungkin waktu muda foya-foya, tanpa amalan sholeh, lalu mati bisa masuk surga[?] Sungguh hal ini dapat kita katakan sangatlah mustahil.
Senin, 19 Maret 2012
♫ ✿ Pesan dari ‘ Dunia Maya ‘ ✿♫
Bismillahirrahmanirrahim..
Semoga bisa diambil Ibrohnya,,
“ Lu mah susah amat kalo dibilangin, makanya susah ngedeketin Linda. Apalagi Cuma lewat Facebook, sipil buat gue “ kata Rafi pada sahabatnya. Hery.
“ Lu mah susah amat kalo dibilangin, makanya susah ngedeketin Linda. Apalagi Cuma lewat Facebook, sipil buat gue “ kata Rafi pada sahabatnya. Hery.
“
Lu juga pelit amat kalo ngasih tips ke gue, si Linda tuh anaknya
susah di kejar. Gue Privat Chat aja kagak pernah dia bales “ kata Hery.
Disambut tawa yang menggema di kamar kost mereka.
“ Gue kasih lu tips buat narik perhatian para akhwat yang pake jilbab “ Rafi mengerlingkan matanya.
“ Apaan tadi ?? akhwat ?? makanan apa tuh ??” Hery mengernyitkan dahinya. Terdengar kembali tawa Rafi.
“ Ahh lu..ngaku fans berat Fesbook, akhwat aja lu kagak ngerti, katrok lu “ Rafi mengacak-ngacak rambut sahabatnya.
Label:
AKHWAT ZONE,
UNTAIAN NASEHAT
Suami adalah Surga dan Nerakamu
Kisah nyata yang di ceritakan oleh penulis (Ukhti Annisa Azka Abiyyah)
Maka bagaimana aku tidak akan memperhatikanmu, sementara engkau adalah surga dan nerakaku, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam :
Maka bagaimana aku tidak akan memperhatikanmu, sementara engkau adalah surga dan nerakaku, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam :
“Perhatikanlah sikapmu terhadapnya (suami), karena ia bisa menjadi surgamu dan nerakamu”(HR. Ibnu Saad, Ath-Thabrani, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al Jami’us Shaghir (1590))
Label:
AKHWAT ZONE,
CINTA,
UNTAIAN NASEHAT
Minggu, 18 Maret 2012
"...Wahai pena..! Titiplah salam kami teruntuk kaum wanita.
"...Wahai
pena..! Titiplah salam kami teruntuk kaum wanita. Tak usah jemu kau
kabarkan bahwa mereka adalah lambang kemuliaan. Sampaikanlah bahwa
mereka adalah aurat ..."
Adakah alasan bagi wanita muslimah untuk tidak brjilbab?
Adakah alasan syar’i bagi mereka untuk memampang foto-foto mereka di dunia maya?
Tidakkah mereka sadar bahwa foto-foto mereka dikoleksi tangan-tangan jahil?
Banggakah mereka menanggung dosa mata-mata yang memandang?
Tidakkah mereka sadar bahwa syaitan bangga dan terbahak-bahak dengan apa yang mereka lakukan?
Maukah mereka mencium harum wewangian surga? Duh, Kasihan mereka yang mengatakan “mau”..
Rambut mereka terurai..
Leher. . .
Lengan tangan. .
Dada,.
mereka menampakkan keelokan wajah dan titik-titik pesona tubuhm di
hadapan laki-laki non mahram. mereka menampakkan betis, lengan, kepala
dan rambut. mereka keluar rumah dengan dandanan memikat dan mengundang
fitnah.mereka pampang foto-foto di dunia maya ini terlebih dengan
senyuman menggoda.
mereka memoles Senyum dan wajah-wajah mengundang fitnah. .
Apa yang mereka inginkan??
Label:
AKHWAT ZONE,
UNTAIAN NASEHAT
Senin, 12 Maret 2012
RUMAHmu Adalah SURGAmu
Saudariku muslimah..
Istri shalihah percaya bahwa tempat terbaik untuk menjaga diri dari keterjerumusan ke dalam jurang kebinasaan adalah tinggal di rumahnya, karena itu ia tidak menjadi orang yang suka keluar dan pergi dari rumah.
Istri shalihah beriman terhadap firman Allah Ta’ala, yaitu perintah untuk tinggal di dalam rumahnya. Allah Ta’ala berfirman,
“Dan tinggallah kalian (para wanita) di rumah-rumah kalian”. (Qs. Al Ahzaab: 33).
Label:
AKHWAT ZONE,
UNTAIAN NASEHAT
Sabtu, 10 Maret 2012
Hikmah Tak Terungkap di Awal Fajar

Awal
Februari, selalu saja ramai dengan artikel tentang valentine. Tulisan
ini tidak bermaksud membahas valentine, toh sudah cukup banyak dibahas
oleh mereka yang mempunyai ilmu lebih dengan sangat jelas. Jadi tentunya
sebagian besar kita sudah mafhum keburukan valeninte. Bagi yang belum
paham, saya menganggapnya sebagai musibah. Semoga Allah menunjuki kita
semua ke jalan hidayah.
Saudariku, Jilbab Ketatmu Itu....
Ketat, tansparan, dan membentuk
tubuh, itulah ciri-ciri jilbab sebagian wanita masa kini. Tampil cantik
dan trendi dengan jilbab menjadi moto sebagian muslimah zaman sekarang.
Ya.. cantik.. dengan pakaian tipis dan ketat yang menggoda,
pernak-pernik perhiasan yang menggelantung mulai dari kepala sampai pin
besar di dada, sapuan make up di wajah, sepatu hak tinggi runcing dengan
wangi parfum yang menggelitik sambil berlenggok laksana bandul jam.…
lengkaplah sudah wanita menjadikan dirinya layaknya etalase.
Label:
AKHWAT ZONE,
MEMBANTAH FEMINIS,
UNTAIAN NASEHAT
Ya Ukhti, Tempat Kita Bukan di Jalan
Bismillah, semoga Allah memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada kita semua saudariku.
Tulisan ini wujud sayang dan rasa prihatin kepada saudari muslimah, terinspirasi dari berbagai pengamatan, semoga tulisan ini bermanfaat. Aamiin.
Sejak runtuhnya kekuasaan orde baru di Indonesia yang terwujud setelah serangkaian demonstrasi besar-besaran, kegiatan itu (baca: demonstrasi) seolah menjadi budaya yang rutin dilaksanakan. Seolah ada pembenaran bahwa suara rakyat yang (jika mengikuti system demokrasi) seharusnya disalurkan melalui wakil-wakilnya di parlemen – terlepas apakah wakil tersebut benar-benar merepresentasikan masyarakat yang diwakilinya atau tidak – pun juga dapat diutarakan langsung dengan berkumpul dijalanan, meneriakkan yell-yell atau slogan tertentu, dengan spanduk dan gambar-gambar, ataupun kegiatan lain yang mengundang perhatian. Tentu saja demonstrasi yang dimaksudkan disini bukan berupa unjuk kebolehan atau kemampuan dalam bidang tertentu, melainkan sebuah unjuk kekuatan untuk mempengaruhi opini bahkan menekan pihak lain, mengajukan protes dan sejenisnya, meskipun kemudian disamarkan dengan menamakannya sebagai “aksi damai” yang tidak jarang berujung kericuhan.
Tulisan ini wujud sayang dan rasa prihatin kepada saudari muslimah, terinspirasi dari berbagai pengamatan, semoga tulisan ini bermanfaat. Aamiin.
Sejak runtuhnya kekuasaan orde baru di Indonesia yang terwujud setelah serangkaian demonstrasi besar-besaran, kegiatan itu (baca: demonstrasi) seolah menjadi budaya yang rutin dilaksanakan. Seolah ada pembenaran bahwa suara rakyat yang (jika mengikuti system demokrasi) seharusnya disalurkan melalui wakil-wakilnya di parlemen – terlepas apakah wakil tersebut benar-benar merepresentasikan masyarakat yang diwakilinya atau tidak – pun juga dapat diutarakan langsung dengan berkumpul dijalanan, meneriakkan yell-yell atau slogan tertentu, dengan spanduk dan gambar-gambar, ataupun kegiatan lain yang mengundang perhatian. Tentu saja demonstrasi yang dimaksudkan disini bukan berupa unjuk kebolehan atau kemampuan dalam bidang tertentu, melainkan sebuah unjuk kekuatan untuk mempengaruhi opini bahkan menekan pihak lain, mengajukan protes dan sejenisnya, meskipun kemudian disamarkan dengan menamakannya sebagai “aksi damai” yang tidak jarang berujung kericuhan.
Label:
AKHWAT ZONE,
MEMBANTAH FEMINIS,
UNTAIAN NASEHAT
Kamis, 02 Februari 2012
Jumat, 20 Januari 2012
Mendahulukan Belajar Ilmu Syar’i
Tanya:
Apakah dalam belajar kita hanya mencukupkan diri dengan mempelajari ilmu syar’i (ilmu agama), tidak belajar ilmu dunia?
Jawab:
Asy-Syaikhul Muhaddits Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullahu menjawab:
“Ilmu yang wajib untuk kita pelajari dan kita dahulukan adalah ilmu syar’i. Ilmu inilah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala wajibkan atas anda. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.”
Bila anda ingin mengerjakan shalat sebagaimana shalat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
maka pelajari ilmunya sebelum anda mempelajari kimia, fisika, dan
selainnya. Bila ingin berhaji, anda harus mengetahui bagaimana manasik
haji yang ditunaikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikian pula dalam masalah akidah dan pembayaran zakat.
Label:
TANYA JAWAB,
UNTAIAN NASEHAT
Langganan:
Postingan (Atom)






