Tampilkan postingan dengan label TANYA JAWAB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TANYA JAWAB. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 April 2012

MENGIRIMKAN ANAK PEREMPUAN KE PONDOK PESANTREN KHUSUS PUTRI



Oleh : Asy-Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman hafidhahullah

Tanya : Bolehkah kita mengirim putrid-putri kita ke pondok pesantren Islami yang jauh (tempatnya) untuk menuntut ilmu syar’iy dan tinggal di tempat tersebut tanpa disertai mahram ?

Jawab : Masalah ini perlu perincian. Apabila seorang wanita melakukan safar tanpa mahram, maka hukumnya haram berdasarkan hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim, bahwa beliau shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

لا يحل لامرأة تؤمن بالله واليوم الأخر أن تسافر مسيرة يوم وليلة إلا مع ذي محرم

“Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk melakukan safar sejauh perjalanan sehari semalam kecuali bersama mahramnya".

Senin, 26 Maret 2012

“Membedakan Hadist Palsu,dhaif Dan Shahih…!?”

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Ustadz, Ana mau tanya, bagaimana kita bisa tahu kalau hadist itu palsu, lemah atau dhaif serta shahih, karena ada teman yang bertanya, kalau dilihat berdasarkan perawinya atau yang meriwayatkannya, bukankah mungkin itu sifatnya subjektif? Dan hadist itu kan dibukukan jauh setelah Rasulullah wafat. Mungkin itu aja yang ana tanyakan. Jazakallah
Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
 Lili Suheli

Jawaban

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Yang bisa menetapkan status sebuah hadits bukanlah kita yang awam ini, melainkan para ulama hadits. Mereka saja yang punya kapasitas, legalitas, otoritas dan tools untuk melakukannya. Dan buat kita, cukuplah kita membaca karya-karya agung mereka lewat kitab-kitab hasil naqd mereka.
Menetapkan status suatu hadits dikenal dengan istilah al-hukmu ‘alal hadits. Upaya ini adalah bagian dari kerja besar para ulama hadits . Mereka punya sekian banyak kriteria dalam menentukan derajat suatu hadits.

Secara umum, studi ini dilakukan pada dua sisi. Yaitu sisi para perawinya dan juga sisi matan haditsnya, atau isi materinya. Jadi yang dinilai bukan hanya salah satunya saja, melainkan keduanya.
Keshahihan suatu hadits akan dinilai pertama kali dari masalah siapa yang meriwayatkannya. Dan yang dinilai bukan hanya perawi pada urutan paling akhir saja. Akan tetapi mulai dari level pertama yaitu para shahabat, kemudian level kedua yaitu para tabi’in, kemudian level ketiga yaitu para tabi’it-tabi’in dan seterusnya hingga kepada perawi paling akhir atau paling bawah.

Jumat, 20 Januari 2012

Mendahulukan Belajar Ilmu Syar’i


Tanya:
Apakah dalam belajar kita hanya mencukupkan diri dengan mempelajari ilmu syar’i (ilmu agama), tidak belajar ilmu dunia?

Jawab:
Asy-Syaikhul Muhaddits Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullahu menjawab:
“Ilmu yang wajib untuk kita pelajari dan kita dahulukan adalah ilmu syar’i. Ilmu inilah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala wajibkan atas anda. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.”
Bila anda ingin mengerjakan shalat sebagaimana shalat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka pelajari ilmunya sebelum anda mempelajari kimia, fisika, dan selainnya. Bila ingin berhaji, anda harus mengetahui bagaimana manasik haji yang ditunaikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikian pula dalam masalah akidah dan pembayaran zakat.

Sabtu, 24 Desember 2011

Ada Apa dengan Kitab al-Ma’tsurat?

Wirid-Wirid “al-Ma’tsurat” yang Lemah atau Tidak Ada Asalnya

Tidak diragukan lagi bahwa dzikir dan do’a termasuk diantara ibadah-ibadah yang paling utama. Sedangkan ibadah wajib dilandaskan atas dalil yang tsabit (kuat) dan tidak boleh menetapkan suatu ibadah tanpa dalil atau dengan dalil yang dha’if (lemah). Maka tidak boleh seorang Muslim mengamalkan suatu dzikir tertentu kecuali setelah meyakini bahwa dzikir tersebut dinukil dengan dalil yang tsabit dari al-Qur’an dan as-Sunnah

Sabtu, 10 Desember 2011

Salah Kaprah Dalam Memperjuangkan Islam

Masalah Aktual Perjuangan Islam dari Landasan Perjuangan, Isu Terorisme sampai Bom Bunuh Diri
Bagian Kedelapan
Oleh: Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz

Kewajiban Muslim untuk Menghadapi Orang-orang yang Akan Merusak Keamanan Masyarakat dan Mengintimidasi Orang-orang yang Berada dalam Keadaan Aman
Fadhilah asy-Syaikh al-‘Allamah Abdullah bin Jibrin (Ket : Majmu' Fatawa wa Rasail, karya Syaikh Ibnu Jibrin, bab al-‘Aqidah (Juz VIII).), ditanya, "Apa kewajiban seorang Muslim untuk menghadapi orang-orang yang akan merusak keamanan masyarakat dan mengintimidasi orang-orang yang berada dalam keadaan aman. Mereka mencoba untuk merusak keamanan dan ketenteraman masyarakat Muslim? Apa kewajiban seorang Muslim untuk menghadapi orang yang diketahui bahayanya dan kemudaratannya terhadap masyarakat, dan ia merupakan salah satu penyebab timbulnya masalah ini, dan ia berusaha untuk memerangi, menghancurkan, dan memecah belah kaum Muslimin?
Jawabannya:
Tidak diragukan bahwa seorang Muslim yang Mukmin, maka keimanannya akan membawanya untuk mencintai secara tulus Allah, Rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, pemimpin kaum Muslimin, dan masyarakat umumnya.
(Ket : Dari hadis Tamim ad-Dari, ia berkata bahwa Rasulullah a bersabda, "Agama itu nasihat {ketulusan cinta}-(beliau mengulangnya tiga kali)- untuk Allah, kitab-kitab-Nya, Nabi-Nya, pemimpin kaum Muslimin, dan masyarakat umum." Dikeluarkan oleh Muslim, hadis no.55.) Disadari bahwa ia berhutang kepada masyarakatnya yang Muslim untuk memberikan cinta dan keikhlasan dalam muamalah (berinteraksi), dan mencegahnya dari berbuat zalim, kemudharatan, serta berbuat keburukan bagi masyarakat Muslim yang mempunyai hak atasnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لاَ بُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَ خِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
"Tidak dianggap beriman salah seorang dari kalian, sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya." (Dikeluarkan Bukhari hadis no.13, Muslim hadis no,45, dari hadis Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu)
Maknanya, bahwa keimanan seorang Mukmin akan membawanya untuk mencintai saudaranya, berbuat kebaikan kepada mereka, serta menjauhkan keburukan dari mereka. Maka ketika salah seorang dari mereka tidak memberi rasa aman bagi negerinya atau merusak ketenteramannya, hal itu merupakan indikasi dari kelemahan imannya, kurangnya penghormatannya kepada kaum Muslimin, dan hatinya dipenuhi oleh kebencian dan kedendaman kepada negerinya dan warga negaranya.
Sifat-sifat tersebut akan mengeluarkannya dari al-Ukhuwah ad-Diniyyah (persaudaran karena agama), dan menjauhkannya dari sifat amanah dan dapat dipercaya. Jika ada warga negara sampai kepada kondisi buruk seperti ini, maka kaum Muslimin seluruhnya harus membencinya, mencegah perbuatan kejinya, berhati-hati jangan sampai percaya kepada ucapannya, mempercayainya, dan jangan dekat dengannya, sehubungan ia dianggap sebagai warga negara yang lumpuh. Hal demikian karena Allah telah mengikat persaudaraan di antara kaum Muslimin. Allah menyebutkan mereka dalam firman-Nya, "Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara." (al-Hujurat: 10) dan firman-Nya, "Dan jadilah kalian dengan nikmat-Nya itu menjadi bersaudara." (Ali Imran: 103)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menguatkan hal itu dengan sabdanya, "Seorang Muslim adalah saudaranya yang Muslim, ia tidak boleh menzaliminya, menghinanya, menyerahakannya. Cukuplah keburukan seorang jika ia menghina saudaranya yang Muslim. Setiap Muslim bagi Muslim lainnya adalah haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya." (Dikeluarkan Bukhari hadis no.2442, Muslim hadis no.2580, dari hadis Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma.)

DA'I, POLITIK??


(Soal-Jawab: Majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun VI)
PERTANYAAN:
Anda telah menyebutkan bahwa dakwah Salafiyah mendakwahkan Islam dengan keseluruhannya, mendakwahkan rukun Islam, jihad, dan politik. Maka apakah kaidah untuk memasuki medan politik? Sifat-sifat apakah yang harus dipenuhi da'i sehingga dapat memasuki medan politik? Berilah jawaban kepada kami, semoga Allâh memberkahi anda semua.

JAWABAN:
Syaikh Salim bin I'ed Al-Hilali*) menjawab:
Aku katakan dengan memohon taufik kepada Allâh, bahwa Islam adalah agama yang sempurna, Allâh meridhainya untuk kita. Dia memerintahkan kepada kita untuk berpegang-teguh dengannya.
Allâh berfirman :
(QS. 3:19)
Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allâh hanyalah Islam.
(QS Ali 'Imran/3:19)
Dia juga berfirman:
(QS. 3:85)
Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam,
maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya,
dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
(QS. Ali 'Imran/3:85)

Demikian juga Allâh perintahkan kita untuk masuk Islam secara keseluruhan, dengan firman-Nya:
(QS.Al-Baqarah: 208)
Hai orang-orang yang beriman,
masuklah kamu ke dalam silm (Islam) keseluruhannya.
(QS Al-Baqarah/2: 208)

Makna silm menurut Ibnu Abbas adalah Islam. Maka Allâh memerintahkan kita untuk memegangi Islam semuanya atau kita semua hendaklah masuk ke dalam agama Allâh. Kedua penafsiran terhadap ayat tersebut benar, dan tidak saling bertentangan. Sehingga semua kaum muslimin wajib masuk ke dalam Islam semuanya.
Politik adalah Islam, (Yakni perkara politik juga diatur oleh Islam-red). Karena politik (siyasah) artinya adalah memelihara urusan umat dengan peraturan yang tidak menyelisihi kitab Allâh dan Sunnah Rasul-Nya Sehingga memelihara urusan umat itu membutuhkan manhaj, membutuhkan agama.
Manhaj dan agama yang khusus bagi manusia adalah Islam. Islam memiliki kitab-kitab khusus yang ditulis (para ulama) yang membahas politik. Seperti kitab-kitab:

Kamis, 08 Desember 2011

Sikap Kaum Muslimin Menyingkapi Krisis Gaza

Pertanyaan:
Bagaimanakah sikap kita menyikapi musibah yang menimpa kaum muslimin Palestina akibat penyerangan orang–orang yahudi ? Bagaimana dengan jihad fisik dalam arti pengiriman pasukan bersenjata dari negeri berpenduduk muslim lain selain Palestina untuk membantu rakyat Palestina?

Jawab:
            Bismillah, Segala puji bagi Allah, semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad shollallaahu 'alaihi wasallam, keluarga, para Sahabat, dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik sampai mendekati yaumul qiyaamah……..
Amma ba'du….

            Penyerangan orang-orang yahudi ke Palestina adalah musibah yang menimpa kaum muslimin, terkhusus di Palestina. Namun, tidaklah Allah timpakan suatu musibah kecuali disebabkan kemaksiatan yang kaum muslimin lakukan.

"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)" (Q.S asy-Syuuro:30)
           
Perlu diketahui bahwa berkaitan dengan perintah jihad fii sabiilillaah secara fisik, terdapat tahapan-tahapan pensyariatannya. Pada awalnya, kaum muslimin dalam kondisi lemah seperti periode Makkah sebelum hijrah ke Madinah. Dalam kondisi semacam ini, banyak Sahabat Nabi yang baru memeluk Islam disiksa dan dibunuh oleh orang-orang musyrikin Quraisy, seperti pembantaian terhadap keluarga Ammar bin Yaasir dan penyiksaan terhadap Bilal bin Rabah, dan masih banyak yang lain. Pada saat itu Rasul dan kaum muslimin tidak bisa berbuat banyak. Rasul hanya bisa menyaksikan mereka disiksa dalam keadaan sekedar menganjurkan agar mereka bisa bersabar dan menjanjikan Jannah (surga).

" Nabi shollallaahu 'alaihi wasallam berjalan melewati Ammar, ayah, dan ibunya dalam keadaan mereka disiksa di al-Abthah tempat terik di Makkah, dan beliau bersabda : ' Bersabarlah engkau wahai keluarga Yaasir karena sesungguhnya tempat yang dijanjikan untuk kalian adalah Jannah " (diriwayatkan oleh al-Baihaqy dalam Syu'abul Imaan (2/239), al-Haakim dalam al-Mustadrak (3/432)).
            Dalam kondisi lemah semacam itu, Allah Subhaanahu Wa Ta'ala justru memerintahkan kepada kaum muslimin untuk menahan diri dan tidak memulai mengangkat senjata untuk membunuh orang-orang kafir.
" Tidakkah engkau lihat orang-orang yang dikatakan kepada mereka : ' Tahanlah tangan-tangan kalian dan dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat " (Q.S an-Nisaa':77).
   

Rabu, 07 Desember 2011

Ucapan Selamat Ulang Tahun

Assalamu'alaikum warahmatullah wa barakatuh

Ana mau tanya bagaimana sikap kita terhadap temen yang ngucapin selamat ulang tahun kepada kita (karena banyak juga teman yang belum mengerti hukum merayakan ulang tahun/sudah menjadi tradisi mereka). Apakah boleh kita sekedar mengucapkan terimakasih atau harus bagaimana?
Mohon masukanya Ustadz
wassalamualaikum

Jawab:
wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh,
ana sering mengalami yang antum kisahkan, sikap ana hanya senyum, atau pura-pura lupa jika hari itu tanggal lahir ana.
Semoga membantu

<abu tanisha>

Puasa di Bulan Muharram


Pertanyaan : 
Assalamu'alaikum, Ustadz bagaimana jika kita hendak berpuasa di tgl 10 Muharram, tapi kita tidak berpuasa di tgl 9 Muharramnya dikarenakan ada suatu halangan, bolehkah agar tidak menyerupai orang-orang kafir kita berpuasa di tgl 10 & 11 Muharram sj?
 
PUASA ASYURA
  Semoga bermanfaat bagi kita semua.
  Sejarah dan keutamaan Puasa Asyura
  
Sesungguhnya hari Asyura (10 Muharram) meski merupakan hari bersejarah dan diagungkan, namun orang tidak boleh berbuat bid’ah di dalamnya. Adapun yg  dituntunkan syariat kepada kita pd hari itu HANYANLAH BERPUASA, dengan dijaga agar jangan sampai tasyabbuh dengan orang Yahudi.

Kamis, 01 Desember 2011

Keutamaan bulan Muharram

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum
Banyak orang berkeyakinan, bulan Muharram adalah bulan yang istimewa. Sebenarnya ada tidak keutamaan bulan Muharram itu? Mohon dijelaskan dalilnya.
Matur nuwun
Abu Ahmad (texxxxxxxxx@yahoo.com)


Jawaban:

Wa’alaikumussalam
Bulan Muharram termasuk bulan yang istimewa. Banyak dalil yang menunjukkan bahwa Allah dan rasul-Nya memuliakan bulan Muharram, di antaranya adalah:

1. Termasuk Empat Bulan Haram (suci)
Allah berfirman,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus..” (QS. At-Taubah: 36)
Keterangan: