Perzinaan adalah suatu hal yang diharamkan. Karenan halalnya kemaluan wanita lain haruslah lewat akad nikah. Inilah ajaran Islam yang punya maksud untuk menjaga kesucian wanita dan tidak bercampurnya nasab.
Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di berkata,
الأصل في الأبضاع واللحوم والنفس للمعصوم
تحريمها حتى يجيء الحل فافهم هداك الله ما يحل
Hukum asal hubungan biologis dan daging, begitu pula darah dan harta orang yang terjaga
adalah haram sampai datang dalil yang menunjukkan halalnya, maka pahamilah apa yang telah didiktekan
rahimahullah mengutarakan bahwa hukum asal hubungan biologis adalah haram. Beliau menggunakan istilah budh’i (abdho’) dalam bait sya’ir beliau di atas. Namun istilah budh’i itu sendiri mencakup tiga makna: