Ia adalah wanita yang terus hidup dalam hati suaminya sampaipun ia
telah meninggal dunia. Tahun-tahun yang terus berganti tidak dapat
mengikis kecintaan sang suami padanya. Panjangnya masa tidak dapat
menghapus kenangan bersamanya di hati sang suami. Bahkan sang suami
terus mengenangnya dan bertutur tentang andilnya dalam ujian, kesulitan
dan musibah yang dihadapi. Sang suami terus mencintainya dengan
kecintaan yang mendatangkan rasa cemburu dari istri yang lain, yang
dinikahi sepeninggalnya. (Mazin bin Abdul Karim Al Farih dalam kitabnya
Al Usratu bilaa Masyaakil)
Laman
- Kajian Ustadz Armen Halim Naro
- Kajian Islam
- Download Free MP3 Kajian Islam
- Download Serba Gratis
- Islamic Calender
- Kumpulan Ceramah Ramadhan Terlengkap oleh Berbagai Ustadz
- Kisah dan Karomah Para Sahabat Rasulullah
- Adab dan Akhlak Islam
- Hadits Arba'in An-Nawawi
- Kisah Teladan dan Sejarah Islam
- Biografi Ulama
- Beranda
- Hadits Shahih, Hasan, Dhaif, Dan Maudhu
- Doa dan Wirid Rasulullah
- Kumpulan Tausiyah
Senin, 23 Januari 2012
Cinta Sepanjang Masa
Jauhkan Anak dari Tathoyyur!
Penyusun: Ummu Ziyad
Muroja’ah: Ust. Abu Mushlih Ari Wahyudi
DUK! Terdengar suara keras dari halaman. Ternyata si kecil
Fida’ terjatuh keras. Lalu sang ibu pun tergopoh-gopoh berlari dari
dalam. “Nah… nak… itu tandanya harus berhenti main. Ayo masuk rumah!” Lain lagi di rumah tetangga. Sang anak yang sudah berusia 11 tahun mendengar pembantu di dapur berkata, “Aduh… nasinya basah… siapa ya yang sakit di kampung?”
Wahai ibu… kasihanilah anakmu dan keluarga
yang menjadi tanggung jawabmu di rumah. Sungguh dengan terbiasa
melihat dan mendengar kejadian semacam itu, maka akan mengendap dalam
benak mereka perbuatan-perbuatan yang tidak lain merupakan tathoyyur.
Padahal tidaklah tathoyyur itu melainkan termasuk kesyirikan. Apakah
kita hendak mengajarkan kepada anak kesayangan kita dengan kesyirikan
yang merusak fitrah tauhid kepada Allah? Wal’iyyadzubillah.
Minggu, 22 Januari 2012
ADAB BERBICARA, MENDENGAR DAN BERDEBAT DALAM ISLAM
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhai ALLAH
Subhanahu Wa Ta’ala yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian
sehingga dicatat oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala keridhoan-NYA bagi
orang tersebut sampai nanti hari Kia...mat.
Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai ALLAH Subhanahu
Wa Ta’ala yang tidak dikiranya akan demikian, maka ALLAH Subhanahu Wa
Ta’ala mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat.” (HR Tirmidzi
dan ia berkata hadits hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah)
ADAB BERBICARA
1. Semua pembicaraan harus
kebaikan, (QS 4/114, dan QS 23/3), dalam hadits nabi Sholalllohu ‘Alaihi
Wasalam disebutkan: “Barangsiapa yang beriman pada ALLAH dan hari
akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik diam.” (HR Bukhari
Muslim)
Jumat, 20 Januari 2012
Kasih Sayang Islâm kepada Kaum Perempuan
Penulis: Al-Ustâdz Abû ‘Abdillâh Muhammad Yahyâ
Dahulu, kaum jahiliyah sangat merendahkan dan
menghina kaum perempuan. Diantara perbuatan mereka adalah mengubur anak
perempuan hidup-hidup. Allah telah mencela mereka karena perbuatan
biadab tersebut, Allah berfirman:
يَتَوَارَى مِن الْقَوْمِ مِن سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ (النحل: ٥٩)
Artinya: Ia menyembunyikan dirinya dari orang
banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah
dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan
menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah
buruknya apa yang mereka tetapkan itu. An-Nahl: 59.
Label:
AKHWAT ZONE,
MEMBANTAH FEMINIS
Mendahulukan Belajar Ilmu Syar’i
Tanya:
Apakah dalam belajar kita hanya mencukupkan diri dengan mempelajari ilmu syar’i (ilmu agama), tidak belajar ilmu dunia?
Jawab:
Asy-Syaikhul Muhaddits Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullahu menjawab:
“Ilmu yang wajib untuk kita pelajari dan kita dahulukan adalah ilmu syar’i. Ilmu inilah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala wajibkan atas anda. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.”
Bila anda ingin mengerjakan shalat sebagaimana shalat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
maka pelajari ilmunya sebelum anda mempelajari kimia, fisika, dan
selainnya. Bila ingin berhaji, anda harus mengetahui bagaimana manasik
haji yang ditunaikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikian pula dalam masalah akidah dan pembayaran zakat.
Label:
TANYA JAWAB,
UNTAIAN NASEHAT
Kamis, 19 Januari 2012
Wahai Ayahanda Dengarlah!! (Part 2)
Oleh: Syaikh Salim Al ‘Ajmiy hafizhohullaah
Dan salah satu musibah yang merisaukan, sumber kebinasaan yang
menghancurkan, yang membuat hati ini meleleh karena sedih dan pedih:
perbuatan sebagian orang yang memasukkan “satelite” ke dalam rumahnya.
Secara sadar atau tidak sadar, ia telah mengajak keluarganya kepada
keburukan, penyimpangan, mengenal hal-hal yang menyebabkan kecurigaan,
menghidupkan perbuatan-perbuatan rendah, dan membunuh perilaku-perilaku
luhur.
Engkau dapatkan di dalam rumah itu seorang gadis yang belum menikah,
atau mungkin yang sudah telat menikah, atau seorang gadis belia yang
masih belum tahu apa-apa soal dunia, lalu orang tadi menanamkan alat ini
di rumahnya, maka “satelite” ini pun menjadikan naluri itu
menyala-nyala, membuat perasaan itu berkobar-kobar, dan memudahkan
siapapun untuk terjerembab dalam kesalahan. Akibat tayangan-tayangan
yang membangkitkan syahwat dan film-film yang menggoda hasrat. Kalau
gadis itu tidak menemukan jalan untuk memenuhi hasratnya secara halal,
maka ia akan berusaha mencari hal-hal yang haram, yang diajarkan oleh
“satelite” ini tentang bagaimana mendapatkannya dengan cara yang mudah.
Dan bisa jadi, perempuan ini adalah seorang istri yang tidak
mendapatkan perhatian dari suaminya. Sedang suaminya itu melalaikannya
dengan sering berada di tempat-tempat hiburan atau kantor. Atau mungkin
sedang bergaul dengan para pelacur dan perempuan rendahan. Maka sang
istripun duduk bergelut dengan dua perkara: antara sebuah “satelite”
yang menggelorakan perasaannya dengan menayangkan postur indah
laki-laki, dan seorang suami hidung belang yang lalai dan sibuk dengan
kesenangannya sendiri. Maka ia pun tidak menemukan jalan lain selain
dengan menjatuhkan diri dalam kesalahan.
Di sini kami tidak sedang mempermudah kaum wanita untuk melakukan
penyimpangan dan kami tidak sedang membela mereka untuk itu. Akan tetapi
kami menceritakan kenyataan yang ada, dengan harapan semoga hal itu
dicermati oleh para lelaki yang khawatir kalau kehormatan mereka akan
terkotori.
Maka berapa banyak orang yang memasukkan “satelite” ke rumah, lalu
itu menyebabkan perilaku putra putri mereka berubah. Mulailah
putri-putri mereka sering menenteng handphone, membantah orang tua
mereka, bersikap kelaki-lakian terhadap saudara atau suami mereka.
Apakah orang yang memasukkan “satelite” ini tidak melihat perubahan itu?
“Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau
memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak,
bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).”
Ada sekian orang yang menghadirkan “satelite” ini ke rumah mereka
dengan tidak menyadari akibat perbuatan tersebut, maka mereka kemudian
menuai kerendahan dan kehinaan, kecelakaan dan kehancuran. Mereka telah
membangkitkan naluri dan menggelorakan hati putri-putri mereka, hingga
putri-putri mereka itu pun terperosok dalam kesalahan. Coreng morenglah
wajah yang tadinya putih, dan tertunduk hinalah kepala yang tadinya
lurus tegak, lalu merekapun meratapi nasib pahit itu.
Maka terdengarlah
teriakan menyedihkan yang menjawab mereka:
"Sudah cukup celaan itu ayah, engkaulah yang tercela
Cukup sudah, kini tak ada lagi gunanya mencela
Cukup sudah, kini tak ada lagi gunanya mencela
Merintihlah keiffahanku dan mengaduhlah kesucianku
Mata ini dengan pedihnya terpejam rasa malu
Mata ini dengan pedihnya terpejam rasa malu
Ayah, dulu mutiara kesucian adalah celak mataku
Kini dengan air mata terhapus sudah celak itu
Kini dengan air mata terhapus sudah celak itu
Aku adalah seorang perawan, wahai ayahanda!
Yang nampak kotor di mata mereka yang mulia
Yang nampak kotor di mata mereka yang mulia
Panah kehinaan tertancap dalam keiffahanku
Namun, apa yang engkau tahu tentang panah itu?
Namun, apa yang engkau tahu tentang panah itu?
Yah, siapakah orang yang bisa menerima kenyataanku
Sedang di rahim ini menggeliat hasil perbuatan haram itu
Sedang di rahim ini menggeliat hasil perbuatan haram itu
Yah, siapakah yang akan menerimaku sebagai gadisnya
Sedang di mata orang aku sudah sedemikian tercela
Sedang di mata orang aku sudah sedemikian tercela
Luka badan akan sembuh lama-lama
Namun luka kehormatan tidak ada sembuhnya
Namun luka kehormatan tidak ada sembuhnya
Ayah, inilah keiffahanku, maka jangan cela aku
Ia terkotori yang haram karena perbuatanmu
Ia terkotori yang haram karena perbuatanmu
Kau tanam di rumah kita piringan kefasikan
Buahnya, wahai ayah, racun dan kematian
Buahnya, wahai ayah, racun dan kematian
Kekufuran dan penyimpangan mengobarkan api
Yang ikut menyalakan gejolak di mata naluri kami
Yang ikut menyalakan gejolak di mata naluri kami
Kami tonton kisah kasih asmara
Kami pun penasaran, apakah itu cinta?
Kami pun penasaran, apakah itu cinta?
Bermacam gaya sensual mereka kuasai
Nafsu di hati orang yang menyaksikannya pun menjadi-jadi
Nafsu di hati orang yang menyaksikannya pun menjadi-jadi
Seakan telah engkau sediakan seorang pelacur
Yang menggoda kami ketika orang pergi tidur
Yang menggoda kami ketika orang pergi tidur
Kalau saja batu itu punya hati, ayah
Tentu ia akan terangsang, apalagi manusia, yah
Tentu ia akan terangsang, apalagi manusia, yah
Engkau menghardikku atas terlepasnya kesucianku
Padahal kaulah yang mestinya dihardik, kalau kau tahu
Padahal kaulah yang mestinya dihardik, kalau kau tahu
Ayah, telah kau hancurkan aku dan kini kau menangisi
Reruntuhan puing sambil berkata: mengapa ini bisa terjadi?
Reruntuhan puing sambil berkata: mengapa ini bisa terjadi?
Ayah, darah kesucianku inilah buah yang kau petik
Maka siapakah di antara kita yang seharusnya dihardik?”
Maka siapakah di antara kita yang seharusnya dihardik?”
Maka adakah orang yang tersadar sebelum musibah itu terjadi, dan
sebelum kecelakaan itu menimpa? Mengapakah kita tidak mengambil
pelajaran dari orang lain. Apakah kita menunggu untuk dijadikan
pelajaran oleh orang lain? Keluarkanlah piringan-piringan yang
disodorkan oleh bangsa Barat busuk itu, yang lalu disimpan oleh
rumah-rumah kalian. Apakah kalian menunggu sampai putri kalian keluar
dengan teman laki-lakinya meskipun kalian tidak suka? Apakah kalian
ingin ia membawa teman laki-lakinya itu ke rumah? Inilah yang diajarkan
oleh “satelite” itu, maka sadarlah..!
Sekalipun musibah yang ditimbulkan oleh “satelite” ini begitu besar, namun ia mulai nampak remeh di depan fitnah internet!
Ini membuktikan kebenaran hadis Rasulullah
shollallaahu’alayhiwasallam:
“Akan datang fitnah-fitnah yang sebagiannya
membuat sebagian yang lain menjadi nampak kecil”. Maksudnya, setiapkali
datang suatu fitnah, maka fitnah yang sesudahnya membuatnya nampak
remeh, dan kelihatan kecil padahal tidak kecil. Tapi karena begitu
besarnya fitnah yang datang kemudian itu.
Apakah kalian tahu, apa internet itu?
Ia adalah alat yang menghubungkanmu dengan dunia, dari utara sampai
selatan, dari timur ke barat. Maka kamu bisa membaca apa saja yang kau
mau. Kamu bisa masuk ke saluran apa saja yang kau suka. Di dalamnya ada
pemandangan dan perkataan apa saja tanpa batas. Internet ini sudah
sedemikian banyak menghancurkan pemudi-pemudi. Maka berubahlah tingkah
laku mereka. Mulailah mereka menjalin pertemanan dengan pemuda-pemuda
melalui chat. Dan mulailah terjalin hubungan yang maksud di belakangnya
tidak lain adalah perbuatan keji dan merusak kehormatan.
Maka wahai orang-orang yang memiliki kecemburuan, bagaimana kalian
bisa mengizinkan putri-putri kalian menceburkan diri dalam lautan
internet? Di manakah sikap melindungi kalian? Di manakah kecemburuan
kalian? Di manakah kesatriaan kalian? Tidak cukupkah kerusakan yang ada
di jalan-jalan sekeliling, sehinga kalian menyodorkan untuk putri kalian
kerusakan seluruh dunia (yang ada di internet -pent)?
Dan yang mengherankan juga adalah orang yang mengizinkan
perempuan-perempuannya masuk ke kafe-kafe internet dengan alasan membuat
kajian sekolah. Bagaimana engkau mengizinkan wanita-wanita-muhrim-mu
untuk berikhtilat dengan pemuda-pemuda kafe yang sebagian besarnya
datang tidak lain untuk berbuat kerusakan dan berselancar di situs-situs
kehinaan??
Dan salah satu hal yang sudah umum dan jamak, yang merobohkan prinsip
dan nilai, yang orang tak lagi bisa berkata apa-apa tentangnya dan
menciut sudah semua ungkapan di hadapannya: mengizinkan anak-anak
perempuan untuk berikhtilat di sekolah ataupun di tempat kerja!
Dan masalah ini, apa yang harus kita katakan tentangnya dan apa yang
seharusnya tidak kita katakan? Dan bagaimana kita memulainya dan di mana
kita akan selesai? Semua yang berkaitan dengannya membuat sedih. Dan
semua yang berkenaan dengannya membuat pedih.
Malam penuh duka ataukah pagi yang sarat dengan pilu
Sungguh, betapa banyak yang berlaku buruk padamu, wahai negriku
Kuratapi kaumku atau kudiamkan saja rasa sakitku
Sebuah duri di tenggorokanku dan setumpuk gunung dalam hatiku
Sungguh, betapa banyak yang berlaku buruk padamu, wahai negriku
Kuratapi kaumku atau kudiamkan saja rasa sakitku
Sebuah duri di tenggorokanku dan setumpuk gunung dalam hatiku
Sesungguhnya ikhtilat adalah sebab setiap keburukan, dan pengantar
menuju hilangnya kehormatan dan lenyapnya kemuliaan. Berapa banyak
pemudi yang ketika masuk (sekolah atau tempat kerja -pent) berpakaian
sopan, namun kemudian bertabarruj. Yang tadinya cerdas, namun kemudian
dihinggapi kebodohan. Tidakkah walinya menanyakan dirinya sendiri apakah
sebab itu semua? Ataukah sebenarnya dia melihat namun kemudian
memejamkan mata. Karena terpikir olehnya untuk bisa memetik hasil gaji
putrinya, atau terlepas dari kewajiban memberinya nafkah, atau alasan
lain yaitu “ad dayatsah”.
Demi Allah, bagaimana dengan seorang perempuan yang berikhtilat
dengan seorang laki-laki asing, apakah mungkin kalau ia tidak akan
cenderung pada laki-laki itu? Seorang pemudi duduk bersama seorang
pemuda dalam satu kamar atau satu ruang pertemuan, apakah engkau tidak
mengira bahwa sebenarnya engkau menuntutnya untuk melakukan suatu hal
yang mustahil?
Sesungguhnya ikhtilat itu mengakibatkan kecenderungan. Dan
kecenderungan itu membuahkan hubungan haram yang setelahnya si pemudi
itu akan menuai kerendahan dan kehinaan. Bagaimana seorang yang
membiarkan perempuannya di tengah-tengah anak muda bisa menilai dirinya
sebagai seorang laki-laki? Sedang anak-anak muda itu mencium aroma wangi
perempuannya itu, menikmati merdu suaranya dan memperhatikan setiap
gerak-geriknya? Apakah ini bukan “dayaatsah”?
Rasulullah shollallahu’alayhiwasallam bersabda: “Tidak akan masuk
sorga seorang laki-laki dayyuuts”. Dan “dayyuuts adalah orang yang tidak
punya rasa cemburu sedikitpun terhadap muhrim-muhrimnya.
Mengapakah sebagian orang menjadi sedemikian buta dan tuli?
Awas wahai orang yang lalai! Putrimu duduk bersama para lelaki!
Tahukah kamu apa artinya itu? Jangan kalian menuntut sesuatu yang
mustahil dari para wanita yang lemah itu. Perempuan itu perasaannya
sensitif. Bisa saja ia duduk bersama pemuda yang telah mencuri hatinya,
walaupun pemuda itu tidak bermaksud apa-apa. Dan bisa jadi ia adalah
seorang perempuan yang tidak mendapatkan perhatian suaminya. Lalu ia
menemukan seorang yang bersikap mesra kepadanya dan mempermainkan
perasaannya yang sedang kosong, maka iapun tergiring dalam kerendahan.
Maka bertakwalah kepada Allah terhadap qalbunya para perawan
Karena para perawan itu qalbu mereka diliputi kekosongan
Karena para perawan itu qalbu mereka diliputi kekosongan
Sekali kuda jantan meringkik, ia akan didekati kuda betina. Sekali
unta jantan menggeram, ia akan diinginkan oleh unta betina. Dan sekali
kambing jantan mengembik, ia akan diminta oleh kambing betina. Dan dulu
ada pepatah: “kalau kuda jantan meringkik, kuda betina akan menaruh
perhatian padanya”. Lalu bagaimana dengan seorang laki-laki yang duduk
bersama seorang perempuan selama satu tahun penuh, di satu meja dan di
satu majlis?
Jangan kalian bilang seperti yang dikatakan oleh orang-orang bodoh
yang tidak punya sikap kesatriaan: ini adalah berburuk sangka.
Sesungguhnya ini adalah kenyataan yang sebenarnya. Maka bilang saja:
kami sudah ciut, dan tak lagi mampu menghantam para penganut kebatilan.
Dan jangan ia katakan: ini adalah berburuk sangka. Marilah kita mengakui
realitas ini.
Salah satu akibat dari ikhtilat ini adalah hubungan pacaran yang
sudah sedemikian biasa. Bisa jadi engkau tidak dapat menemukan -kecuali
sedikit sekali- laki-laki yang tidak punya pacar. Pacaran sudah begitu
menyebar, perselingkuhan sudah sedemikian banyak, perilaku bodoh semakin
meningkat khususnya di antara para suami istri. Siapa yang membuka
telinganya untuk mendengar keluhan banyak orang, akan mengetahui apa
yang tidak diketahui oleh orang lain.
Apakah kalian tahu bahwa sudah biasa untuk sebagian orang, kalau
laki-laki itu punya selingkuh? Dan ini tidaklah seberapa dibandingkan
musibah orang yang menganggap perempuan yang berselingkuh itu adalah
juga hal biasa! Sedangkan Allah menjadikan sifat-sifat wanita beriman
itu adalah bahwa mereka
“..wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya..”
Yaitu sebagai selingkuh dan pacar.
“..wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya..”
Yaitu sebagai selingkuh dan pacar.
Para tuan sekalian,
Sesungguhnya orang-orang munafik hendak melepas penutup dari
perempuan-perempuan kalian. Dan para sekularis berusaha siang malam
untuk itu. Salah seorang dari mereka menulis: “Hobiku adalah memacari
perempuan-perempuan dari keturunan baik-baik”. Dan yang lainnya berkata:
“Hendaknya kalian mencari perempuan-perempuan dari keturunan baik-baik,
karena mereka tidak mengidap AIDS”.
Dan kalian tahu apa yang mereka maksud dan yang mereka tuju.
Mereka menghendaki kalian wahai orang-orang yang masih tetap berada
dalam kebaikan! Mereka ingin merendahkan kepala-kepala kalian yang tegak
tinggi itu. Sungguh, betapa bodohnya orang yang menuruti mereka.
Jangan kalian bilang bahwa aku terlalu berlebih-lebihan. Sudah berapa
banyak bayi-bayi temuan yang dibuang ke trotoar-trotoar jalan, tong-tong
sampah atau pintu-pintu masjid. Sebagiannya bahkan ada yang dibunuh
tanpa dosa apa-apa. Apakah ia hasil dari hubungan halal ataukah haram?
Saudara-saudaraku, sesungguhnya kita sedang berada di masa krisis akhlak yang sudah mencapai titik paling nadir!
Maka apakah kita sedang menunggu hari di mana seorang laki-laki
berusaha mencari istri yang terjaga iffahnya namun tidak ia temukan?
Sebagian wanita sudah kehilangan rasa malu akibat kelemahan mereka dan
tidak adanya orang yang mengawasi. Sebagian mereka ketika sampai di
tempat studi yang tidak jelas, menanggalkan hijab syar’iy yang mereka
kenakan sebagai penutup kemudian bertabarruj seperti wanita-wanita
rendahan. Apa yang mendorong mereka melakukan hal itu? Lemahnya
pendidikan dan minimnya pengawasan.
Bocah-bocah perempuan di sekolah menenteng-nenteng handphone! Untuk apa? Kenapa? Pertanyaan-pertanyaan yang butuh jawaban.
Kita harus mengkoreksi diri dalam mendidik putri-putri kita. Karena
sesungguhnya pendidikan itu adalah batu dasar pertama sebuah perilaku
yang baik.
“Kalau luka yang sudah dibalut menjadi rusak
Jelas sudah kalau si tabib menyepelekan”
Jelas sudah kalau si tabib menyepelekan”
Periksalah buku-buku putri kalian dan perhatikan isi tas sekolah
mereka. Bukan untuk mencurigai. Akan tetapi untuk sungguh-sungguh
menjaga benteng ini jangan sampai ia dipanjat orang. Dan jangan sampai
kehormatan ini direndahkan orang.
Rasulullah shollallahu’alayhiwasallam
bersabda: “Cukuplah menjadi dosa bagi seseorang, dengan tidak
mempedulikan orang-orang yang ia tanggung nafkahnya”.
“Kalaulah seorang itu terjaga kehormatannya
Maka pakaian apapun yang ia kenakan, indah rupanya
Dan kalau kau tak pernah menganjurkan dirimu berbuat kebaikan
Maka tidak ada jalan bagimu untuk mendapatkan baiknya pujian”
Baarokallaahu lii wa lakum fil qur`aanil ‘azhiim…
(Bersambung insya Allah)
Diterjemahkan oleh tim redaksi akhwat.web.id dari tautan: http://www.salemalajmi.com/main/play.php?catsmktba=138
Jagalah Permata Hati Kalian! (part1)
Oleh: Syaikh Salim al ‘Ajmiy hafizhohullaah.
Segala puji bagi Allah di bumi dan langit-Nya. Pengabul doa orang
yang berdo’a dengan nama-nama-Nya. Yang hanya Dia yang memiliki
kemampuan penakluk. Dan hanya Dia yang memiliki kekuatan tak
terkalahkan. Dialah Allah yang tiada sembahan yang haq selain-Nya.
Baginya segala puji di dunia dan di akhirat.
Dia telah memberi hamba-hamba-Nya petunjuk, dengan keimanan, kepada
jalan kebenaran. Dan memberi mereka tawfiq kepada bekal paling
bermanfaat di akhirat. Hanya Dialah yang mengetahui yang ghaib. Sehingga
Dia mengetahui yang disimpan ataupun diungkapkan oleh setiap hamba-Nya.
Bertasbih kepada-Nya segala sesuatu di langit dan bumi dan begitu juga
burung-burung yang mengembangkan sayapnya. Dia Maha Tahu sholat dan
tasbih mereka semua.
Semoga sholawat dan salam senantiasa Allah limpahkan kepada orang
yang telah Ia angkat dengan pilihan-Nya ke tempatnya yang tinggi. Dan
yang telah Ia utus kepada seluruh manusia dengan agama yang lurus dan
hanif. Dan yang telah ia jadikan sebagai manusia paling mulia di antara
orang-orang yang terdahulu dan yang akan datang. Dan telah Ia kirimkan
dengan petunjuk dan agama kebenaran untuk Ia jayakan agama itu di atas
agama-agama lain, walaupun orang-orang musyrik membencinya.
Amma ba’du.
Sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta’aalaa dengan ketinggian
hikmah-Nya dan kesempurnaan nikmat-Nya, telah memuliakan agama Islam dan
mensucikannya dari kotoran. Dan telah menjadikan penganutnya sebagai
umat terbaik untuk seluruh manusia. Serta telah menjadikan para wali-Nya
sebagai sebaik-baik dan sedekat-dekatnya hamba. Mereka memelihara
batasan-batasan-Nya dan bersabar. Mereka menyeru manusia kepada-Nya dan
memberi peringatan. Dan mereka itu takut kepada Tuhan yang ada di atas
mereka serta mengerjakan apa yang diperintahkan. Dengan ayat-ayat Tuhan
mereka beriman. Kepada keridhoan-Nya mereka bergegas. Dan terhadap
orang-orang yang keluar dari agama-Nya mereka berjihad. Serta kepada
para hamba-Nya mereka bersungguh-sungguh untuk bersikap tulus. Dan di
atas ketaatan kepada-Nya mereka bersabar. Kepada Tuhan mereka
bertawakkal. Dengan akhirat mereka beriman. Mereka itulah yang berada di
atas petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Namun ada sebagian orang yang telah Allah angkat derajat mereka
dengan Islam, tapi mereka malah menghendaki kehinaan dengan menyimpang
dari jalan yang lurus. Dan sebagian orang yang telah diberikan cahaya
dalam menempuh jalan kehidupan ini, malah menghendaki hidup dalam
kegelapan.
“Adalah suatu keanehan, dan yang aneh itu berupa-rupa
Yang dibutuh dekat tapi tak terjangkau dia
Bak unta mati kehausan di padang sahara
Padahal air di punuknya ia bawa-bawa”
Yang dibutuh dekat tapi tak terjangkau dia
Bak unta mati kehausan di padang sahara
Padahal air di punuknya ia bawa-bawa”
Kenyataan tragis dan buruk yang kita temukan sekarang membuat kita khawatir akan masa depan.
Mesti kita akui bahwa kita terhanyut dalam arus yang silih berganti. Arus yang satu lebih kuat dari yang lain.
Dan para musuh kebaikan terus saja berusaha mendapatkan cara dan
taktik untuk mengeluarkan para wanita Islam dari pagar iffah dan
kemuliaan ke lumpur kebejatan dan kotoran.
Musibah yang lebih besar dan kengerian yang lebih dahsyat adalah
bahwa banyak orang yang tertipu dengan taktik-taktik,
kebatilan-kebatilan dan rencana-rencana jahat mereka. Maka norma-norma
dasar pun roboh dan rasa cemburu menjadi lemah. Dan yang membuat hati
bertambah duka dan sedih adalah bahwa sebagian orang bahkan
menghanyutkan diri mereka dalam arus yang menyimpang ini dengan sengaja
dan sadar atas kehancuran yang diakibatkannya. Sedang sebagian yang lain
telah dihinggapi kelalaian sehingga tak ada kesadaran ataupun pikiran.
Kalau kau tidak tahu maka itu adalah petaka
Sedang jika kau tahu maka petakanya lebih besar lagi jadinya
Sedang jika kau tahu maka petakanya lebih besar lagi jadinya
Sudah pasti dan tak diragukan lagi, bahwa marabahaya yang sekarang
ini kita sedang ada di dalamnya, hanyalah sebuah pendahuluan atas
bahaya-bahaya lain yang lebih besar dan lebih dahsyat lagi, selama kita
masih saja terus lalai.
Sekarang ini para wanita sudah sangat meremehkan perkara hijab. Dan
akibat di belakang itu hanyalah banyaknya keburukan-keburukan yang
mereka lakukan, pelanggaran batasan-batasan adab dan moral, dan
kefasikan-kefasikan serta kerusakan. Ini adalah hal yang nampak jelas
bagi semua orang.
Maka apa yang akan kita bicarakan? Dan dengan apa kita memulai?
“Kalau hanya satu panah tentu bisa kuhindari
Tapi ini satu panah, dua, tiga, bertubi-tubi”
Tapi ini satu panah, dua, tiga, bertubi-tubi”
Dan keadaan para wanita yang kita lihat sekarang ini tidak akan
menjadi sedemikian rupa kalau di belakang itu tidak ada para laki-laki
yang bersikap meremehkan, yang sudah melemah tekad mereka dan
mengabaikan tanggungjawab, kemudian mulai mengangguk-anggukkan kepada
terhadap apa yang mereka sadari sebagai hal yang tidak pantas,
kebobrokan dan kehinaan..!!
Baru kemarin mereka adalah laki-laki di medan perang, para penunggang
kuda gagah perkasa di medan laga, namun ketika terbit mentari pagi
kenyataan menyakitkan ini, tiba-tiba mereka melepaskan pedang
penentangan, menurunkan bendera kehormatan dan puas dengan hal-hal
rendahan, lalu mengumumkan kekalahan dengan malu-malu.
Duhai betapa ruginya, umat yang kehilangan para jagoannya pada saat ia sedang sangat membutuhkan mereka.
Sebagian wanita sudah sampai menjadikan pasar-pasar sebagai tempat
rekreasinya. Merekapun keluar dari satu pasar untuk masuk ke pasar yang
lain.
Bersenda gurau dengan para penjual, berpakaian terbuka dan bermake-up wajah dan kulit.
Apakah laki-laki itu tidak bertanya pada dirinya sendiri, untuk siapa
para istrinya itu berbuka-bukaan dan untuk siapa mereka berhias?
Tidakkah hatinya bergeming sedikitpun karena cemburu atas para wanitanya?
Yang lebih ngeri lagi adalah bahwa wanita itu pergi sendirian pada
waktu seperti itu, yang amat banyak petakanya dan meluas bahayanya.
Tanyalah pada dirimu sendiri, untuk siapa dia berhias? Untuk siapa dia berbuka-bukaan? Apa yang dia inginkan?
Kalau setiap kita mengklaim istrinya sebagai orang yang dapat
dipercaya, kalau begitu, lalu perempuan-perempuan yang memenuhi
pasar-pasar dan meramaikan jalan-jalan itu, anak-anak perempuan siapa?
Pembuatan berbagai macam model pakaian sudah dimulai di tangan para
musuh kebaikan. Setiap hari, pakaian yang mereka buat semakin minim dan
semakin jauh dengannya sikap iffah. Namun sangat disayangkan, mereka
masih saja mendapatkan orang-orang yang mengikuti mereka.
Maka muncullah pakaian-pakaian pendek dan celana-celana yang menjijikkan serta baju-baju yang mencoreng iffah..!!
Dan ketika tidak mampu mempengaruhi sebagian orang baik-baik, mereka
masuk melalui pakaian-pakaian tabarruj yang dinamai dengan selain
namanya. Muncullah “‘abaa`atul katif”, dan “abaya islami” serta cadar
(tipis) yang pada hakekatnya tidak lain adalah “tabarruj berkaleng” yang
disebut penutup padahal tidak.
Apakah ‘abaa`atul katif itu menutupi tubuh? Dan apakah abaya islami itu -seperti yang mereka klaim- mencegah fitnah?
Yang menjadi petaka adalah bahwa sebagian wanita menjadikannya
sebagai cara menimbulkan fitnah. Mulailah mereka bermodel-model membuat
bordiran dan kilapan. Kemudian abaya itu dikenakan dengan tutup kepala
yang berkilau dengan tulisan nama di atasnya..!
Ah.., di manakah para lelaki yang punya rasa cemburu?
“Jika suatu kaum mendapat petaka pada akhlaknya
Maka kumpulkanlah orang untuk menangisi mereka”
Maka kumpulkanlah orang untuk menangisi mereka”
Dan sebagian orang menganggap berkendaraannya seorang perempuan
sendirian dengan seorang supir, sambil supir itu bersenang-senang dengan
si perempuan ke mana-mana, sebagai perkara remeh.
Kemana perempuan itu pergi?
Dan yang parah lagi, apa yang kita saksikan mulai banyak menyebar di
jalan-jalan. Yaitu berkendaraannya seorang perempuan di samping supir,
berdampingan. Bukankah supir itu seorang laki-laki?
Bagaimana kalian ini?
Seorang laki-laki dari arab pedalaman keluar dalam suatu perjalanan.
Ketika ia sampai di sebuah sungai, ternyata di situ ada seorang
perempuan yang menyingkap rambutnya. Kemudian perempuan itu menggoda si
laki-laki dan berkata: kemarilah! Laki-laki itu berkata: sesungguhnya
aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam. Maka perempuan itu mengenakan
jilbabnya dan pergi dengan rasa takut dan cemas. Si laki-laki
mengikutinya sampai perempuan itu tiba di perkemahan keluarganya. Si
laki-laki bertanya tentang perempuan itu, maka ia pun diberitahu siapa
ayah perempuan itu. Perempuan itu kemudian ia lamar dan ia nikahi. Lalu
ia berkata: siapkanlah ia sampai aku kembali dari perjalananku. Ketika
laki-laki itu masuk menemui si perempuan, setelah beberapa waktu, ia
berkata: apa maksud kamu menggoda saya ketika itu?
Perempuan itu berkata: janganlah kamu heran dengan seorang gadis yang
berkata: aku berhasrat padamu! Demi Allah, kalau memang ia sedang
berhasrat pada seorang laki-laki hitam, maka laki-laki itulah
hasratnya.”
Maka janganlah kalian berkata dengan perkataan orang-orang bodoh,
bahwa supir itu bukan orang apa-apa. Karena berapa banyak wanita yang
berkedudukan tinggi, jatuh di lumpur para lelaki rendahan yang bejat.
Dan sebagian wanita pergi dengan pakaian terbuka tanpa kendali dan
aturan. Keluar kapan saja, masuk kapan saja semaunya. Apakah si
laki-laki itu tidak bertanya pada dirinya sendiri, kemanakah istrinya
pergi? Apakah mungkin laki-laki itu tidak tahu? Ataukah dia tahu tapi
dia sudah sedemikian mengalah.
Sebagaimana sebagian pria juga tidak merasa enak untuk keluar bersama
istrinya kecuali kalau istrinya itu berpakaian terbuka dan mutabarrij,
dengan menyingkapkan wajah dan keindahan tubuhnya. Bukankah orang
seperti ini keadaannya seperti orang yang berkata pada orang banyak:
hei, kemarilah dan lihatlah istriku dan kehormatanku. Pemelihara
kemuliaan dan kelaki-lakianku!
Duhai betapa mengherankannya!! Apakah seorang laki-laki bisa
menjadikan kemuliaan dan kehormatannya sebagai barang pameran yang bisa
dilihat dengan murah, bahkan gratisan..!
“Serigala-serigala itu hanya menerkam yang tak ada anjing penjaganya
Dan mereka akan menghindar dari kandang yang ketat penjagaannya”
Dan mereka akan menghindar dari kandang yang ketat penjagaannya”
(Bersambung insya Allah)
(Diterjemahkan oleh redaksi akhwat.web.id dari tautan: http://www.salemalajmi.com/main/play.php?catsmktba=138)
Memilih Teman dalam Menuntut Ilmu
Sepantasnya bagi seorang penuntut ilmu untuk tidak bergaul kecuali
dengan orang yang bisa memberinya faedah (lmu) atau dia (teman tersebut)
bisa mengambil faedah (ilmu) darinya.
Sebagaimana yang diriwayatkan dari Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam :
“Hendaknya engkau menjadi seorang alim atau orang yang belajar. Jangan menjadi jenis yang ketiga, maka engkau akan binasa.” (HR. Ibnu Abdilbar dalam Kitabul ‘Ilmi)
Bila dia hendak ikut dalam pertemanan atau diajak berteman dengan seseorang yang menyia-nyiakan umurnya, tidak bisa memberinya faedah (ilmu), tidak pula bisa mengambil ilmu darinya, tidak bisa menolongnya untuk urusan yang sedang ditempuhnya (yakni ilmu), maka hendaknya dia dengan lemah lembut memutus jalan pertemanan tersebut dari awal, sebelum hubungan itu menjadi erat. Karena bila sesuatu telah kokoh, akan sulit menghilangkannya. Dan di antara ucapan yang beredar di kalangan fuqaha: “Mencegah lebih mudah daripada menghilangkan.”
Bila dia membutuhkan teman, hendaknya dia memilih orang yang shalih, beragama, bertakwa, wara’, cerdas, banyak kebaikannya lagi sedikit keburukannya, baik dalam bergaul, dan tidak banyak berdebat. Bila dia lupa, teman tersebut bisa mengingatkannya. Bila dia mencoba mengingat, teman ini bisa menolongnya. Bila dia sedang membutuhkan, temannya ini bisa membantu. Bila dia sedang bosan, teman ini bisa menyabarkan dirinya.
(Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim fi Adabil ‘Alim wal Muta’allim, karya Ibnu Jamaah Al-Kinani Rahimahullah, cet. Darul Kutub Al-Ilmiyyah, hal. 83-84)
Disalin dari Majalah Asy Syariah Vol. V/No. 58/1431 H/2010
Sebagaimana yang diriwayatkan dari Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam :
“Hendaknya engkau menjadi seorang alim atau orang yang belajar. Jangan menjadi jenis yang ketiga, maka engkau akan binasa.” (HR. Ibnu Abdilbar dalam Kitabul ‘Ilmi)
Bila dia hendak ikut dalam pertemanan atau diajak berteman dengan seseorang yang menyia-nyiakan umurnya, tidak bisa memberinya faedah (ilmu), tidak pula bisa mengambil ilmu darinya, tidak bisa menolongnya untuk urusan yang sedang ditempuhnya (yakni ilmu), maka hendaknya dia dengan lemah lembut memutus jalan pertemanan tersebut dari awal, sebelum hubungan itu menjadi erat. Karena bila sesuatu telah kokoh, akan sulit menghilangkannya. Dan di antara ucapan yang beredar di kalangan fuqaha: “Mencegah lebih mudah daripada menghilangkan.”
Bila dia membutuhkan teman, hendaknya dia memilih orang yang shalih, beragama, bertakwa, wara’, cerdas, banyak kebaikannya lagi sedikit keburukannya, baik dalam bergaul, dan tidak banyak berdebat. Bila dia lupa, teman tersebut bisa mengingatkannya. Bila dia mencoba mengingat, teman ini bisa menolongnya. Bila dia sedang membutuhkan, temannya ini bisa membantu. Bila dia sedang bosan, teman ini bisa menyabarkan dirinya.
(Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim fi Adabil ‘Alim wal Muta’allim, karya Ibnu Jamaah Al-Kinani Rahimahullah, cet. Darul Kutub Al-Ilmiyyah, hal. 83-84)
Disalin dari Majalah Asy Syariah Vol. V/No. 58/1431 H/2010
Rabu, 18 Januari 2012
Islam Mengajarkan Keadilan, Bukan Persamaan dalam Segala Hal
Penulis: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا
فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ
أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا
حَفِظَ اللهُ
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum
wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki)
atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah
menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang
shalihah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika
suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (An-Nisa`: 34)
Penjelasan Mufradat Ayat
قَوَّامُونَ
Qawwamun adalah jamak dari qawwam, yang semakna dengan kata qayyim. Artinya adalah pemimpin, pembesar, sebagai hakim dan pendidik, yang bertanggung jawab atas pengaturan sesuatu. Namun kata qawwam memiliki arti yang lebih dari qayyim. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir dan Al-Baghawi)
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma dalam menjelaskan ayat ini mengatakan: “Qawwam artinya pemimpin, di mana wajib atas seorang istri taat kepadanya sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan baginya untuk taat kepada suami, serta menaatinya dengan berbuat baik kepada keluarganya dan menjaga hartanya.” (Tafsir Ath-Thabari)
Emansipasi atau Deislamisasi?
Penulis: Al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin
Emansipasi sejatinya hanyalah salah satu jalan yang
digunakan oleh musuh-musuh Islam untuk mempreteli bahkan mengubur
syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Al-Qur`an dan hadits ditelikung,
dipahami sepotong-sepotong, untuk kemudian ditafsirkan secara sembrono.
Syariat bahkan dianggap sebagai ajaran lama yang perlu direkonstruksi
atau dikontekstualisasikan. “Ahli” tafsir dan hadits yang menjadi
rujukan, siapa lagi kalau bukan kalangan akademisi Barat.
Kata emansipasi bukan lagi menjadi kata yang asing di
telinga masyarakat. Kata ini menjadi lekat seiring era keterbukaan di
setiap lini kehidupan. Slogan emansipasi seakan menjadi taji bagi setiap
wanita. Ketertindasan, keterkungkungan, keterbelakangan dan ketiadaan
harkat menjadi belenggu kaum wanita. Kehidupan wanita seakan terpasung
di tengah eksploitasi kaum Adam terhadapnya. Sebagian wanita pun menjadi
gamang menatap rona kehidupan. Hilang keyakinan diri untuk menapaki
laju zaman.
Meninjau Ulang Emansipasi: Ada Apa dengan Emansipasi?
Penulis: Redaksi Asy-Syariah
Masalah kewanitaan dalam Islam menjadi
tema yang tak habis-habisnya disoroti oleh aktivis perempuan dan
kalangan feminis. Dari soal kepemimpinan, “diskriminasi” peran,
partisipasi yang “rendah” karena posisinya yang dianggap “subordinat”,
hingga poligami. Semuanya bermuara pada sebuah gugatan bahwa wanita
harus mempunyai hak yang sama alias sejajar dengan pria. Seolah-olah
dalam agama ini terjadi pembedaan (yang membabi buta) antara pria dan
wanita.
Adalah sebuah kenyataan, wanita
berbeda dengan pria dalam banyak hal. Dari perbedaan kondisi fisik, sisi
emosional yang menonjol, sifat-sifat bawaan, dan sebagainya.
Makanya syariat pun memayungi perbedaan ini dengan adanya fiqh yang
khusus diperuntukkan bagi laki-laki dan fiqh yang dikhususkan bagi
perempuan.
Secara fisiologis, misalnya, wanita
mengalami haid hingga berkonsekuensi berbeda pada hukum-hukum yang
dibebankan atasnya. Sementara dari kejiwaan, pria umumnya lebih
mengedepankan akalnya sehingga lebih bijak, sementara wanita cenderung
mengedepankan emosinya. Namun dengan emosi yang menonjol itu, wanita
patut menjadi ibu yang mana punya ikatan yang kuat dengan anak.
Sebaliknya, dengan kelebihannya, laki-laki pantas menjadi pemimpin
sekaligus menjadi tulang punggung dalam rumah tangganya.
KHUTBAH UTK PARA PENANGGUNG JAWAB WANITA (LAKI-LAKI)
(meneladani sikap salafus sholih 'generasi terbaik' dalam menjaga para wanitanya, karena yang demikian itu adalah cermin kemuliaan laki-laki)
Segala puji bagi Allah dan segala syukur kepada Allah atas taufik-Nya
yang menyeluruh. Dan aku bersaksi bahwa tiada sembahan yang haq kecuali
Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad
adalah hamba dan utusan-Nya semoga Allah senantiasa memberi sholawat dan
salam kepadanya dan keluarganya serta para Sahabatnya, para penunjuk
jalan bagi manusia dan pelita-pelita dalam kegelapan.
Para tuan sekalian,
Bertakwalah kepada Allah, dalam sikap cemburu terhadap kehormatan dan
kemuliaan kalian. Karena ia adalah sesuatu yang paling mahal, dan milik
yang paling berharga. Dengannyalah dibedakan antara orang-orang mulia
dan orang-orang rendahan, orang-orang terhormat dan orang-orang hina.
Maka janganlah kalian lalai dalam rasa cemburu kalian terhadap para
wanita kalian. Jangan kalian serahkan tali kendali urusan kalian kepada
para penyeru kesesatan dan penyimpangan. Sebab mereka akan hanyut
bersama para wanita kalian ke dalam jurang. Kalau rasa malu seorang
pemudi telah hilang, maka apa yang tersisa padanya?
[Akan kujaga kehormatanku dengan hartaku, takkan kukotori
Tidak ada gunanya harta kalau kehormatan telah ternodai
Harta yang hancur bisa kudapat lagi
Kehormatan yang rusak tak mungkin kembali]
Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah pun cemburu. Dan kecemburuan
Allah itu adalah ketika seseorang melakukan apa yang Allah haramkan.
Sebagaimana yang terdapat dalam hadis shahih. Maka cemburu itu adalah
termasuk sifat terpuji. Siapa yang memiliki kecemburuan, akan semakin
tinggi kedudukannya. Dan siapa yang kehilangan rasa cemburu, ia akan
menjadi seperti barang tak berharga. Sa’ad bin ‘Ubaadah berkata: “Kalau
aku lihat ada seorang laki-laki bersama istriku, maka akan aku pukul
laki-laki itu dengan pedangku tanpa ampun”. Perkataan ini pun sampai
kepada Rasulullah shollallahu’alayhiwasallam. Maka beliau berkata:
“Apakah kalian heran dengan kecemburuan Sa’d? Sesungguhnya aku lebih
cemburu dari Sa’d. Dan Allah lebih cemburu dariku”.
Ali rodhiyallaahu’anhu pernah mengirimkan surat kepada salah satu
kota, untuk berbicara kepada para penduduknya. Ia menulis: “Telah sampai
kepadaku kabar bahwa perempuan-perempuan kalian berdesak-desakan di
pasar dengan orang-orang kafir non-arab!! Tidakkah kalian cemburu?!
Sungguh tidak ada kebaikan pada orang yang tidak punya rasa cemburu”.
Bagaimana kalau beliau melihat keadaan kita dan sudah sampai sejauh mana
kita sekarang ini.
Dan salah satu kisah sejarah waktu dulu yang pernah diceritakan
kepada kami, dan masih tetap terus teringat. Ada seorang wanita yang
datang kepada salah seorang hakim. Wanita ini mengajukan klaim pada
suaminya bahwa suaminya itu memiliki hutang maskawin sebesar 500 dinar.
Sang suami pun mengingkari bahwa dia memiliki hutang. Maka hakim
berkata: datangkanlah saksi-saksimu untuk menunjuk wanita itu dalam
kesaksian mereka. Maka sang suami menghadirkan para saksi. Hakim berkata
kepada salah seorang dari mereka: “Lihatlah kepada wanita itu, untuk
kau tunjuk dalam kesaksianmu”. Sang suami pun bangkit berdiri dan
berkata: “Apa yang kalian inginkan dengannya (istriku -pent)? Dijawab:
“Si saksi haruslah melihat wajah istrimu agar pengenalannya atas istrimu
itu sah”. Laki-laki itupun dikuasai ketinggian harga dirinya, dan
kecemburuan terhadap istrinya pun bangkit. Dia berteriak di depan orang
banyak. “Sungguh aku bersaksi kepada hakim bahwa aku berhutang mas kawin
itu kepada istriku. Tapi istriku jangan sampai menampakkan wajahnya”.
Sang istri pun berkata: “Dan aku bersaksi bahwa aku merelakan
maskawinku, karena kecemburuannya terhadapku dengan tidak
diperlihatkannya wajahku!”.
Perlu dibaca..(nasihat dr teman Q)
Ya
akhi, tidakkah engkau cemburu bila istrimu berbicara bebas di FB dengan
ikhwan lain? tidakkah engkau cemburu mendapati ada akun ikhwan di
friendlist istrimu? tanyakan pada hatimu, apakah kau cemburu? apakah
engkau rela istrimu ber-haha hihi dengan ikhwan lain??? jika kau
cemburu, jika kau tidak rela maka mulailah dengan dirimu, janganlah kau bicara dengan bebas
pada akhwat lain, pikirkanlah istrimu. Bukankah dalam kehidupan nyata
pun engkau begitu menjaga pandangan, begitu menjaga muru'ah jg iffahmu?
lalu kemanakah perginya itu semua ketika kau membuka internet? kemanakah
rasa malumu ya ikhwan???
Rasulullah SAW bersabda “Ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga. Yakni, orang yang durhaka terhadap bapak ibunya,
dayuts (orang yang tidak punya rasa cemburu), dan perempuan yang
menyerupai laki-laki.” (HR Nasai dan Hakim).
Ali bin Abi Thalib
Radiyallahu'anhu berkata: "Telah sampai kepadaku bahawa wanita-wanita
kalian berdesak-desakan dengan laki-laki kafir orang 'ajam (bukan orang
Arab) di pasar-pasar, tidakkah kalian merasa cemburu? Sesungguhnya tidak
ada kebaikan pada seseorang yang tidak memiliki perasaan cemburu."
Sabda Rasul yang lain (yang artinya): "Malu dan iman itu bergandingan
bersama,apabila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan
terangkat"
Jangan berdalih, kau akan kuat tidak akan terkena fitnah nantinya, karena و خلق الإنسان ضعيفا
“Manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah”(Q.S. An-Nisa’: 28)
“Manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah”(Q.S. An-Nisa’: 28)
Selasa, 17 Januari 2012
Larangan Banyak Bertanya Tanpa Adanya Keperluan
Diwayatkan dari Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah saw. bersabda, “Tinggalkanlah
sesuatu yang tidak aku anjurkan kepada kamu. Karena sesungguhnya
kebinasaan umat terdahulu ialah karena mereka banyak bertanya dan
selalu menyelisihi Nabi mereka. Jadi, apabila aku perintahkan sesuatu
kepada kamu, maka lakukanlah semampu kamu. Dan apabila aku melarang
kamu dari sesuatu, maka ditinggalkanlah!” (HR Bukhari [7288] dan Muslim [1337]).
Diriwayatkan dari al-Mughirah bin Syu’bah r.a., dari Rasulullah saw. Bersabda, “Sesungguhnya, Allah telah mengharamkan atas kalian durhaka terhadap ibu bapak, [1] mengubur hidup-hidup (membunuh) anak perempuan, [2] menahan harta sendiri dan terus meminta kepada orang lain.[3] Dan Allah membenci atas kamu tiga perkara; Qiila wa qaala[4], banyak bertanya [5], dan membuang-buang harta,[6] ” (HR Bukhari [1477] dan Muslim [1715]).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. Bersabda, ‘Sesungguhnya,
Allah meridhai tiga perkara atas kalian dan membenci tiga perkara.
Allah ridha kalian hanya menyembah-Nya semata dan tidak
menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain, berpegang dengan tali Allah
dan tidak bercerai-berai.[7] Dan ia membenci qiila wa qaala, banyak
bertanya dan membuang-buang harta’.” (HR Muslim [1715]).
Kandungan Bab:
Al-Hafizh Ibnu Rajah al-Hanbali berkata dalam kitab Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam (Halaman 138-140 al-Muntaqa),
“Hadits-hadits ini berisi larangan bertanya masalah-masalah yang tidak
diperlukan dan jawabannya dapat merugikan si penanya sendiri. Misalnya
pertanyaan, Apakah ia berada dalam Neraka ataukah dalam Surga? Apakah
yang dinisbatkan kepadanya itu benar ayahnya ataukah orang lain? Dan
juga larangan bertanya untuk menentang, bercanda atau memperolok-olok,
seperti yang sering dilakukan oleh kaum munafikin dan lainnya. Mirip
dengannya adalah mempertanyakan ayat-ayat Al-Qur’an dan memprotesnya
untuk menentangnya. Sebagaimana yang dilakukan oleh kaum musyrikin dan
Ahli Kitab. ‘Ikrimah dan ahli tafsir lainnya mengatakan bahwa ayat di
atas turun berkenaan dengan masalah ini. Dan hampir mirip dengannya
adalah bertanya tentang perkara-perkara yang Allah sembunyikan atas
makhluk-Nya dan tidak memperlihatkannya kepada mereka. Seperti bertanya
tentang bila terjadi hari Kiamat dan tentang ruh.”
ASAL USUL DIPAKAINYA KODE-KODE UTK LEMAK BABI
HATI-HATI ! MAKANAN ANDA MENGANDUNG BABI
Jika ditemukan kode-kode berikut ini dalam kemasan produk yang akan kita
beli, maka hendaknya dapat dihindari, karena produk dengan kode-kode
tersebut di bawah ini mengandung lemak babi :
E100, E110, E120, E 140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E252, E270, E280, E325, E326, E327, E334, E335, E336, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482, E483,E491, E492, E493, E494,
E495, E542,E570, E572, E631, E635, E904.
Salah seorang rekan saya (Candri Maulida) bernama Shaikh Sahib bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis.
Tugasnya adalah mencatat semua merek barang, makanan dan obat-obatan. Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tersebut harus terlebih dahulu mendapat ijin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di Badan tersebut bagian QC, oleh sebab itu dia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141. Awalnya, saat Shaikh
Sahib menemukan bentuk matematis tersebut, dia penasaran dan kemudian menanyakan kode matematis tersebut kepada seorang perancis yang berwenang dalam bidang itu dan orang tersebut menjawab "KERJAKAN SAJA TUGASMU, DAN JANGAN BANYAK TANYA". Jawaban tersebut menimbulkan kecurigaan buat Shaikh Sahib dan dia Kemudian mulai mencari tahu kode matematis tersebut dalam dokumen yang ada. Ternyata apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum Muslim di dunia. Hampir di seluruh Negara barat termasuk Eropa, pilihan utama untuk Daging adalah daging babi. Peternakan babi sangat banyak di negara-negara tersebut. Di perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000. Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hewan lainnya. Namun orang eropa dan amerika berusaha menghindari lemak-lemak tersebut. Kemudian yang menjadi pertanyaan sekarang dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ?
E100, E110, E120, E 140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E252, E270, E280, E325, E326, E327, E334, E335, E336, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482, E483,E491, E492, E493, E494,
E495, E542,E570, E572, E631, E635, E904.
Salah seorang rekan saya (Candri Maulida) bernama Shaikh Sahib bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis.
Tugasnya adalah mencatat semua merek barang, makanan dan obat-obatan. Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tersebut harus terlebih dahulu mendapat ijin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di Badan tersebut bagian QC, oleh sebab itu dia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141. Awalnya, saat Shaikh
Sahib menemukan bentuk matematis tersebut, dia penasaran dan kemudian menanyakan kode matematis tersebut kepada seorang perancis yang berwenang dalam bidang itu dan orang tersebut menjawab "KERJAKAN SAJA TUGASMU, DAN JANGAN BANYAK TANYA". Jawaban tersebut menimbulkan kecurigaan buat Shaikh Sahib dan dia Kemudian mulai mencari tahu kode matematis tersebut dalam dokumen yang ada. Ternyata apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum Muslim di dunia. Hampir di seluruh Negara barat termasuk Eropa, pilihan utama untuk Daging adalah daging babi. Peternakan babi sangat banyak di negara-negara tersebut. Di perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000. Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hewan lainnya. Namun orang eropa dan amerika berusaha menghindari lemak-lemak tersebut. Kemudian yang menjadi pertanyaan sekarang dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ?
FAKTA ILMIAH DI BIDANG SAINS & KEDOKTERAN (Mengapa Babi Haram dlm Islam?)
Makan adalah Hak Hidup Seseorang. Tapi Mungkin anda setuju juga dengan saya bahwa dengan Makan yang salah atau kata lain Salah Makan "Hidup kita akan cepat berakhir". Seperti halnya dengan hidup kita atau mungkin dunia ini, semua tentu harus ada "aturan" yang mengikat. Karena tanpa "aturan" tersebut pasti terjadi kekacaun dan kehancuran yang berujung pada kemusnahan.
Dan Allah yang Maha Tahu telah memberitahukan "aturan hidup" tersebut di dalam Alqur’an, salah satunya adalah "SOAL MAKAN". sekali lagi disini Allah bukan membatasi urusan makan kita, karena kita (manusia) punya kebebasan dalam memilih, Allah hanya sekedar mengingatkan atau memberitahukan karena pada akhirnya Pilihan semua tergantung Kita. Tapi kalau, FAKTA SUDAH BERBICARA? kita harus waspada, jangan jadi korban selanjutnya. Jadi bagi anda yang peduli akan hidup atau kesehatan anda (terlepas anda seorang muslim/non muslim) tulisan ini secara obyektif menjelaskan mengapa "Islam mengharamkan Babi". Selamat membaca!
FAKTA – FAKTA ILMIAH MENGAPA BABI HARAM
Islam telah melarang segala macam darah, analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat), suatu senyawa kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia, bersifat racun. Dengan kata lain uric acid sampah dalam darah yang terbentuk akibat metabolisme tubuh yang tidak sempurna yang diakibatkan oleh kandungan purine dalam makanan.Dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh ginjal,dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.
Dalam Islam dikenal prosedur khusus dalam penyembelihan hewan, yaitu menyebut nama Allah Yang MahaKuasa dan membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan urat-urat dan organ organ lainnya utuh. Dengan cara ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya, sebab jika organ-organ misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging, mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun, dan pada masa-masa kini lah para ahli makanan baru menyadari akan hal ini, subhanallah.
Apakah kita tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher? karena mereka tidak memiliki leher, sesuai dengan anatomi alamiahnya? Bagi orang muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher.
Ilmu kedokteran mengetahui bahwa babi sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya, sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.
Allah SWT jelas telah MENGHARAMKANNYA BABI
a. QS. Al Baqoroh (2) : 173
b. QS. Al Maa’idah (5) : 3
c. QS. Al An `Aam (6) : 145
d. QS. An Nahl (16) : 115
Rasulullah SAW juga telah menegaskan babi lebih banyak mudhorotnya.
Minggu, 15 Januari 2012
Fakta Besar Tentang Ka'bah Yang Coba Disembunyikan Dunia
Ka’bah, rumah Allah sejuta ummat muslim merindukan berkunjung dan menjadi tamu - tamu Allah sang maha pencipta. Kiblatnya (arah) ummat muslim dalam melaksanakan sholat, dari negara manapun semua ibadah sholat menghadap ke kiblat ini.
Istilah Ka’bah adalah bahasa al quran dari kata “ka’bu” yg berarti “mata kaki” atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. Ayat 5/6dalam Al-quran menjelaskan istilah itu dg “Ka’bain” yg berarti ‘dua mata kaki’ dan ayat 5/95-96 mengandung istilah ‘ka’bah’ yg artinya nyata “mata bumi” atau “sumbu bumi” atau kutub putaran utara bumi.
Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.
Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata,
Sabtu, 24 Desember 2011
MAU DOWNLOAD MP3 KAJIAN ISLAM LENGKAP, GRATIS & MUDAH?? KLIK DI SINI
Undang teman dan keluarga untuk belajar agama Islam dengan mendengarkan kajian MP3 dan ceramah MP3 di web ini atau klik disini
untuk memasang banner Kajian.Net di situs dan blog Anda untuk
memudahkan pengunjung web Anda mendengarkan ceramah mp3 dari web
kajian.net.
“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim no. 2674).
“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim no. 2674).
Ada Apa dengan Kitab al-Ma’tsurat?
Pertanyaan :
Assalamu'alaikum.wr.wb
Ustadz saya dulu sangat bersemangat membacara doa2 dan dzikir2 yang ada di dalam al-ma'tsurat karena itu yang direkomendasikan oleh tutor saya (semoga Allah memberikan balasan atas semua kebaikan beliau), tetapi setelah saya tidak sengaja ikut hadir pada kajian salafy (diajak oleh salah seorang teman), yang kebetulan saat itu ada salah seorang peserta kajian, yang bertanya tentang al-ma'tsurat. ternyata sang ustadz mengatakan bahwa di dalam al-ma'tsurat banyak doa-doa dan dzikir yang lemah dalilnya bahkan beberapa ada yang tidak mempunyai asal usul sama sekali. namun tidak begitu dijelaskan semua, bagian mana saja yang dimaksud, karena terbatasnya waktu tanya jawab. Semenjak itupula saya mulai malas membaca al-ma'tsurat, karena saya ragu-ragu dan khawatir akan menjadi sia-sia bahkan jika mengamalkannya saya khawatir itu justru termasuk bid'ah dalam ibadah yang bukanya mendatangkan keberkahan tapi justru mendatangkan kerugian bagi diri saya pribadi khususnya. dan akhirnya sekarang saya tidak lagi membacanya. Mohon dijelaskan bagian mana saja dari doa dalam al-ma'tsurat yang dalilnya lemah dan tidak ada asal ususlnya. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayahnya kepada kita semua.
Jazakallah khoir.
Jawab :
Wirid-Wirid “al-Ma’tsurat” yang Lemah atau Tidak Ada Asalnya
Tidak diragukan lagi bahwa dzikir dan do’a termasuk diantara ibadah-ibadah yang paling utama. Sedangkan ibadah wajib dilandaskan atas dalil yang tsabit (kuat) dan tidak boleh menetapkan suatu ibadah tanpa dalil atau dengan dalil yang dha’if (lemah). Maka tidak boleh seorang Muslim mengamalkan suatu dzikir tertentu kecuali setelah meyakini bahwa dzikir tersebut dinukil dengan dalil yang tsabit dari al-Qur’an dan as-SunnahRabu, 21 Desember 2011
Cowok Keren, Taat Aturan??
by kang ian
Isbal apa sih? Baru denger ya? Kasiaaan
hehe. Isbal itu artinya kira-kira memanjangkan pakaian hingga di bawah
mata kaki. Jadi harus pake celana ngatung bin cingkrang gitu? Kaya
kebanjiran aja. Hehe y gak harus ngatung-ngatung amat kaya celana pencak
silat. Yang penting jangan melewati mata kaki kita. Apalagi sampe
diseret-seret celananya nyentuh tanah gitu. ada larangannya loh dari
Rasulullah.
“Allah tidak melihat shalat orang yang menarik pakaiannya dengan sombong”. [HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya (781)]“Barangsiapa yang menyeret pakaiannya karena sombong, maka Allah tidak melihatnya di hari kiamat”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3465), Muslim dalam Shohih-nya (2085), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4085 & 3465), An-Nasa'iy dalam Sunan-nya (5334 & 5335)dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (3576)]“Tiga orang yang tidak diajak bicara oleh Allah, Dia tidak melihat mereka di hari kiamat dan Dia tidak menyucikan mereka, serta mendapat adzab yang sangat pedih: Orang yang menurunkan pakaiannya (melewati mata kaki) dan orang yang mengungkit-ungkit (pemebrian), yaitu orang yang tidak memberikan sesuatu, kecuali diungkit-ungkit; dan menginfakkan barangnya dengan sumpah yang dusta”. [HR. Muslim dalam Shohih-nya(106), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4087), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (1211), An-Nasa'iy dalam Sunan-nya (2564), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (2208)]“Sarung yang ada di bawah mata kaki tempatnya di neraka”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (5887), dan An-Nasa'iy dalam Sunan-nya (5331)]
Waduh ngeri amat ya? Langsung neraka
gitu. Tapi tapi jangan ngeri gitu agan-agan ( soalnya ini paling khusus
buat cowok..) tenang aja..memang susah y..apa malu ngangkat pakaian /
celananya dikit hingga diatas mata kaki? malah bagus deh keliatannya.
xixi. Narsis kah saya?
Langganan:
Postingan (Atom)
