Aku tidak tahu dari mana harus memulai menuliskan beberapa rumpun kalimat buatmu, wahai istriku. Aku juga tidak tahu apakah kepolosanku dan ketulusanku ini akan mendapat sambutanmu. Tapi aku tiada pedulikan itu. Yang pasti, aku hanya ingin engkau tahu bahwa aku adalah suamimu.
Laman
- Kajian Ustadz Armen Halim Naro
- Kajian Islam
- Download Free MP3 Kajian Islam
- Download Serba Gratis
- Islamic Calender
- Kumpulan Ceramah Ramadhan Terlengkap oleh Berbagai Ustadz
- Kisah dan Karomah Para Sahabat Rasulullah
- Adab dan Akhlak Islam
- Hadits Arba'in An-Nawawi
- Kisah Teladan dan Sejarah Islam
- Biografi Ulama
- Beranda
- Hadits Shahih, Hasan, Dhaif, Dan Maudhu
- Doa dan Wirid Rasulullah
- Kumpulan Tausiyah
Selasa, 31 Januari 2012
Berbanggalah Wahai Ibu
Penulis: Ummu Ayyub
Muroja’ah: Ust Abu Ahmad
Hebat rasanya ketika mendengar ada seorang wanita lulusan sebuah universitas ternama telah bekerja di sebuah perusahaan bonafit dengan gaji jutaan rupiah per bulan. Belum lagi perusahaan sering menugaskan wanita tersebut terbang ke luar negri untuk menyelesaikan urusan perusahaan. Tergambar seolah kesuksesan telah dia raih. Benar seperti itukah?
Muroja’ah: Ust Abu Ahmad
Hebat rasanya ketika mendengar ada seorang wanita lulusan sebuah universitas ternama telah bekerja di sebuah perusahaan bonafit dengan gaji jutaan rupiah per bulan. Belum lagi perusahaan sering menugaskan wanita tersebut terbang ke luar negri untuk menyelesaikan urusan perusahaan. Tergambar seolah kesuksesan telah dia raih. Benar seperti itukah?
Label:
AKHWAT ZONE,
MUNAKAHAT DAN KELUARGA
Minggu, 29 Januari 2012
KEJAYAAN HANYA MILIK ISLAM
Oleh
Syaikh Abu Usamah Salim bin Id Al-Hilali
Syaikh Abu Usamah Salim bin Id Al-Hilali
Sesungguhnya termasuk hal yang sangat menggembirakan, kita bisa
bersua kembali dalam masjid ini, di universitas ini, di tengah
saudara-saudara kami, kita bersatu dikalimat yang sama, yaitu kalimat
tauhid dan di atas kebesaran Islam. Tema kita di pagi hiri yang cerah
ini ialah kebesaran milik Allah dan RasulNya dan orang-orang yang
beriman. Maksudnya, kebesaran hanya milik Islam semata.
Dalil-dalil yang menunjukan bahwa kejayaan hanya milik Allah,
RasulNya dan kaum muslimin serta Islam banyak sekali. Firman Allah
Subhanahu wa Ta’ala.
وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَٰكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ
Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi RasulNya dan bagi
orang-orang yang beriman, tetapi orang-orang munafik tidak mengetahui.
[Al-Munafiqun : 8]
Kamis, 26 Januari 2012
10 Masalah Penting Seputar Safarnya Wanita
by Abu Muawiah
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لا يَحِلُّ لامرَأَةٍ تُؤمِنُ بِاللهِ وَاليَومِ الآخِرِ أَن تُسَافِرَ مَسِيرَةَ يَومٍ وَلَيلَةٍ لَيسَ مَعَهَا حُرمَةٌ
“Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dia mengadakan perjalanan sehari semalam tanpa disertai mahram bersamanya.” (HR. Al-Bukhari no. 1088 dan Muslim no. 2355)
لا يَحِلُّ لامرَأَةٍ تُؤمِنُ بِاللهِ وَاليَومِ الآخِرِ أَن تُسَافِرَ مَسِيرَةَ يَومٍ وَلَيلَةٍ لَيسَ مَعَهَا حُرمَةٌ
“Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dia mengadakan perjalanan sehari semalam tanpa disertai mahram bersamanya.” (HR. Al-Bukhari no. 1088 dan Muslim no. 2355)
Fakta Ilmiah ttg Hewan yg Disembelih
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberitahukan cara untuk dapat
memakan daging dari binatang ternak dengan cara menyembelihnya. Dan
tidaklah apa yang Allah perintahkan melainkan sebuah kebaikan. Maka
adalah suatu kesalahan ketika seorang vegetarian tidak memakan daging
karena rasa kasihan melihat binatang ternak ketika disembelih
menggelepar-gelepar, mengejang dan meregangkan otot, bahkan menyatakan
itu tidak berperikemanusiaan (atau tidak berperikebinatangan?). Sekali
lagi perlu kita ingatkan, bahwa tidaklah apa yang Allah perintahkan dan
tentukan merupakan kebaikan walaupun mungkin kita belum mengetahui
hikmahnya.
Lihatlah, Siapa Mahrammu (2)
Pada artikel mahram sebelumnya, telah dibahas siapa saja mahram bagi
wanita, kali ini akan diterangkan siapa saja yang bukan termasuk mahram
bagi wanita.
Mengenali siapa saja orang yang bukan termasuk mahram kita sama
pentingnya dengan mengenali siapa saja yang termasuk mahram kita. Karena
dalam praktek di kehidupan sehari-hari, banyak kita jumpai beberapa
anggapan keliru mengenai mahram bagi wanita.
Hal ini akan berakibat fatal, karena kaum wanita akan bergaul dengan
orang-orang yang bukan mahramnya dengan adab pergaulan ketika dia sedang
bersama dengan mahramnya, seperti membuka aurat, khalwat, safar, dan
lainnya.
Lihatlah, Siapa Mahrammu (1)
“Maaf, anda bukan muhrim saya.”
Demikian kata-kata yang meluncur dari lisan seorang wanita ketika seorang laki-laki mengulurkan tangan kepadanya. Laki-laki itu pun menjadi bingung. Apa itu muhrim? Mungkin begitu pertanyaan yang bergayut di pikirannya.
Demikian kata-kata yang meluncur dari lisan seorang wanita ketika seorang laki-laki mengulurkan tangan kepadanya. Laki-laki itu pun menjadi bingung. Apa itu muhrim? Mungkin begitu pertanyaan yang bergayut di pikirannya.
Rabu, 25 Januari 2012
Fenomena Akhir Zaman
Lalu apakah kejadian yang telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar kita mempelajarinya? Di antaranya adalah:
Menepis Syubhat (Kerancuan) Terhadap Salafiyah
Di tengah gelombang kebid’ahan dan
kesyirikan yang menerpa umat sekarang ini. Di saat kebingungan dan
ketimpangan semakin membelit kaum mudanya. Ahlul ahwa’ (para pengikut
hawa-nafsu) tidak henti-hentinya melontarkan kerancuan dan keraguan.
Bahkan tidak jarang melemparkan tuduhan serta fitnah yang tidak berdasar
ke tengah-tengah umat terhadap kemulian dakwah Salafiyah yang penuh
barakah ini dan para dainya. Semua itu ibarat riak-riak kecil, bila
tidak segera ditepis akan menjadi gelombang ganas yang membahayakan lagi
mengkhawatirkan.
Salah seorang murid senior Muhadits abad
ini (Imam al-Albani rahimahullah), yaitu Syaikh Muhammad bin Musa Nashr
telah mengumpulkan beberapa syubhat yang dilontarkan oleh musuh da’wah
Salafiyah, kemudian beliau iringi dengan bantahannya. Pada kesempatan
ini kami sampaikan sebagian dari bantahannya tersebut dan kami pilih
yang sekiranya mendesak untuk diketahui.
Selasa, 24 Januari 2012
Ulama-Ulama Pembela Dakwah Salafiyah Dahulu Hingga Sekarang (2)
Ulama-Ulama Pembela Dakwah Salafiyah Dahulu Hingga Sekarang (1)
Senin, 23 Januari 2012
Pembinaan Aqidah Untuk Buah Hati
Aqidah Islamiyah dengan enam pokok keimanan, yaitu beriman kepada Allah ‘azza wa jalla,
para malaikatnya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, beriman kepada hari
akhir dan beriman kepada qadha’ dan qadar yang baik maupun buruk,
mempunyai keunikan bahwa kesemuanya itu merupakan perkara yang ghaib.
Seseorang akan menghadapi kebingungan bagaimana ia mesti
menyampaikannya kepada anak dan bagaimana pula anak bisa berinteraksi
dengan itu semua ? bagaimana cara menjelasakan dan memaparkannya? Di
hadapan pertanyaan ini atau pertanyaan sejenis lainnya, kedua orangtua
bisa kelabakan dan mencari tahu bagaimana caranya. Akan tetapi melalui
penelaahan terhadap cara
Nabi shalallahu’alaihi wassalam dalam bergaul dengan anak-anak, kita temukan ada lima pilar mendasar di dalam menananmkan aqidah ini.
Cinta Sepanjang Masa
Ia adalah wanita yang terus hidup dalam hati suaminya sampaipun ia
telah meninggal dunia. Tahun-tahun yang terus berganti tidak dapat
mengikis kecintaan sang suami padanya. Panjangnya masa tidak dapat
menghapus kenangan bersamanya di hati sang suami. Bahkan sang suami
terus mengenangnya dan bertutur tentang andilnya dalam ujian, kesulitan
dan musibah yang dihadapi. Sang suami terus mencintainya dengan
kecintaan yang mendatangkan rasa cemburu dari istri yang lain, yang
dinikahi sepeninggalnya. (Mazin bin Abdul Karim Al Farih dalam kitabnya
Al Usratu bilaa Masyaakil)
Jauhkan Anak dari Tathoyyur!
Penyusun: Ummu Ziyad
Muroja’ah: Ust. Abu Mushlih Ari Wahyudi
DUK! Terdengar suara keras dari halaman. Ternyata si kecil
Fida’ terjatuh keras. Lalu sang ibu pun tergopoh-gopoh berlari dari
dalam. “Nah… nak… itu tandanya harus berhenti main. Ayo masuk rumah!” Lain lagi di rumah tetangga. Sang anak yang sudah berusia 11 tahun mendengar pembantu di dapur berkata, “Aduh… nasinya basah… siapa ya yang sakit di kampung?”
Wahai ibu… kasihanilah anakmu dan keluarga
yang menjadi tanggung jawabmu di rumah. Sungguh dengan terbiasa
melihat dan mendengar kejadian semacam itu, maka akan mengendap dalam
benak mereka perbuatan-perbuatan yang tidak lain merupakan tathoyyur.
Padahal tidaklah tathoyyur itu melainkan termasuk kesyirikan. Apakah
kita hendak mengajarkan kepada anak kesayangan kita dengan kesyirikan
yang merusak fitrah tauhid kepada Allah? Wal’iyyadzubillah.
Minggu, 22 Januari 2012
ADAB BERBICARA, MENDENGAR DAN BERDEBAT DALAM ISLAM
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhai ALLAH
Subhanahu Wa Ta’ala yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian
sehingga dicatat oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala keridhoan-NYA bagi
orang tersebut sampai nanti hari Kia...mat.
Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai ALLAH Subhanahu
Wa Ta’ala yang tidak dikiranya akan demikian, maka ALLAH Subhanahu Wa
Ta’ala mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat.” (HR Tirmidzi
dan ia berkata hadits hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah)
ADAB BERBICARA
1. Semua pembicaraan harus
kebaikan, (QS 4/114, dan QS 23/3), dalam hadits nabi Sholalllohu ‘Alaihi
Wasalam disebutkan: “Barangsiapa yang beriman pada ALLAH dan hari
akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik diam.” (HR Bukhari
Muslim)
Jumat, 20 Januari 2012
Kasih Sayang Islâm kepada Kaum Perempuan
Penulis: Al-Ustâdz Abû ‘Abdillâh Muhammad Yahyâ
Dahulu, kaum jahiliyah sangat merendahkan dan
menghina kaum perempuan. Diantara perbuatan mereka adalah mengubur anak
perempuan hidup-hidup. Allah telah mencela mereka karena perbuatan
biadab tersebut, Allah berfirman:
يَتَوَارَى مِن الْقَوْمِ مِن سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ (النحل: ٥٩)
Artinya: Ia menyembunyikan dirinya dari orang
banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah
dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan
menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah
buruknya apa yang mereka tetapkan itu. An-Nahl: 59.
Label:
AKHWAT ZONE,
MEMBANTAH FEMINIS
Mendahulukan Belajar Ilmu Syar’i
Tanya:
Apakah dalam belajar kita hanya mencukupkan diri dengan mempelajari ilmu syar’i (ilmu agama), tidak belajar ilmu dunia?
Jawab:
Asy-Syaikhul Muhaddits Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullahu menjawab:
“Ilmu yang wajib untuk kita pelajari dan kita dahulukan adalah ilmu syar’i. Ilmu inilah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala wajibkan atas anda. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.”
Bila anda ingin mengerjakan shalat sebagaimana shalat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
maka pelajari ilmunya sebelum anda mempelajari kimia, fisika, dan
selainnya. Bila ingin berhaji, anda harus mengetahui bagaimana manasik
haji yang ditunaikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikian pula dalam masalah akidah dan pembayaran zakat.
Label:
TANYA JAWAB,
UNTAIAN NASEHAT
Langganan:
Postingan (Atom)