Kamis, 24 Mei 2012

Rincian Peran Muslimah dalam Dakwah Islam


(Arrahmah.com) - Sejak awal, perempuan telah memainkan peran penting dalam kemajuan Dakwah Islam. Mulai dari pengorbanan Sumayyah, hingga peran Aishah dalam penumpulan hadist-hadist, perempuan telah berperan dalam berkembangnya dan menyebarkan dien ini.
Sayangnya selama ini, kebangkitan Islam menderita kelemahan dalam personil Muslimah yang berkualitas, karena adanya ‘pembatasan’ kerja dakwah ke grup aktivis, dengan upaya terbatas terkait dakwah tarbiyah yang difokuskan pada wanita .
Dakwah terhadap perempuan adalah keharusan, bahkan perempuan sendiri juga terikat akan kewajiban berdakwah. Karena pada dasarnya berdakwah adalah kewajiban bagi seluruh Muslim.
Terlebih dari kaum perempuan sendiri cenderung, ‘meninggalkan’ dan menjauhi aktivitas dakwah itu sendiri.

Rabu, 23 Mei 2012

Mengapa Aku Harus Menikah Denganmu?

Ini adalah kisah seorang pemuda tampan yang shalih dalam memilih calon istri, kisah ini tak bisa dipastikan fakta atau tidak, namun semoga pelajaran yang ada didalamnya dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama Muslimah yang belum menikah semoga menjadi renungan.

Ia sangat tampan, taat (shalih), berpendidikan baik, orangtuanya menekannya untuk segera menikah.
Mereka, orangtuanya, telah memiliki banyak proposal yang datang, dan dia telah menolaknya semua. Orangtuanya berpikir, mungkin saja ada seseorang yang lain yang berada di pikirannya.

Namun setiap kali orangtuanya membawa seorang wanita ke rumah, pemuda itu selalu mengatakan “dia bukanlah orangnya!”

Feminisme, Kebaikan atau Kejahiliyahan?


Tidak sedikit perempuan kita suka berkelit, menghindari peran dan kewajiban dasar yang dianggapnya sebagai masalah yang melilit. Yang gadis ingin selalu bebas dinamis, buntutnya malas untuk menjadi seorang istri. Giliran jadi istripun tak berhenti bikin sensasi, phobi untuk punya anak. Kalaupun terpaksa punya, cukup terpeleset sekali saja, katanya. Pun tidak mau memberikan ASInya, padahal bagi anak itulah yang paling baik dan enak.
Fenomena itu kini menyeruak di masyarakat bumi, tidak ketinggalan yang disebut nusantara ini. Dalam kehidupan dunia yang semakin global, perang tidak sekedar dengan rudal apalagi dengan pedang. Lewat media massa penjajahan tidak lagi kasat mata. Penjajah yang dijajah bisa satu asa dan satu rasa, sama-sama bangga. Penjajahan budaya, mengalir bersama kucuran dana. Feminisme, salah satu namanya.

Feminisme dijual dengan kemasan perjuangan perempuan, pembebasan wanita. Muncullah jargon  keseteraan jender. Perempuan dan laki-laki tidak beda sama sekali, kecuali pada fungsi reproduksi. Dianggap wajar bila menolak menggunakan hak reproduksinya. Bayangkan jika dianut semua wanita negeri ini, bisa-bisa tingkat kelahiran bayi di negara ini bisa dihitung dengan jari.

Wanita Muslimah versus Wanita Barat

Islam memposisikan wanita dengan begitu mulia, karena generasi gemilang akan lahir dari rahimnya. Dalam masa kebudayaan jahiliyah sebelum datangnya Islam, wanita dianggap sangat rendah dan hina bahkan tidak sedikit ketika lahir anak perempuan dikubur hidup-hidup. Mereka memandang wanita dengan sebelah mata, bahkan dianggap hina dan tidak berharga. Setelah datangnya Islam, terbukti wanita dapat menghirup udara bebas dan diberikan tugas kepadanya dalam membangun sebuah masyarakat yang berbudaya dan beradab.

Maka kita tidak heran bahwa dalam Islam tidak ada yang namanya diskriminasi terhadap wanita, tidak ada tuntutan emansipasi wanita dan feminisme. Karena sejak pertama kali di wahyukannya agama Islam kemuka bumi, Islam selalu menjunjung tinggi harkat dan martabat kaum wanita. Dan syariat Islam yang seperti ini tidak akan luntur di makan zaman, tak akan pernah berevolusi maupun revolusi.

Aku lepaskan bikini untuk Niqab, akhirnya aku bebas!



(Arrahmah.com) - Seorang wanita Barat, artis, aktivis feminis liberal, model, yang hidup layaknya seperti para wanita Barat dalam gaya hidup dan cara berpakaian seperti menggunakan bikini, kemudian masuk Islam setelah menyadari bahwa Islam sangat menjaga harga diri dan hak-hak perempuan, dan ia kemudian memakai Niqab yang ia yakini sebagai simbol kebebasan wanita, ia menulis kisahnya sebagai berikut:
Aku seorang wanita Amerika yang lahir di tengah jantung Amerika. Aku tumbuh seperti gadis lainnya (seperti biasanya wanita Barat –red), terpaku dengan hidup glamor di kota besar. Akhirnya aku pindah ke Flourida dan kemudian ke Pantai selatan Miami, pusatnya bagi yang mencari kehidupan glamor. Tentu saja aku melakukan apa yang rata-rata para wanita Barat lakukan.
Aku fokus pada penampilanku dan mendasarkan diriku “berharga” pada berapa banyak perhatian yang aku dapat dari orang lain. Saya bekerja diluar batas keagamaan dan menjadi personal trainer, memperoleh sebuah rumah tepi pantai kelas atas, menjadi seorang “penunjuk” pantai-bioskop dan dapat mrncapai gaya hidup (ala Barat –red).

Senin, 21 Mei 2012

Ibu Yang Sebenarnya

Tahukah kamu siapa itu Imam Ahmad dan Imam Syafi’i? Mereka adalah dua ulama yang merupakan guru dan murid (Imam Syafi’i merupakan guru Imam Ahmad) Ya, mereka berdua adalah ulama besar yang namanya harum sepanjang sejarah. Mereka terkenal sebagai mujtahid cemerlang dan luar biasa, hingga akhirnya berkembang menjadi sebuah madzhab yang dikenal dan diakui eksistensinya saat ini dalam dunia Islam, yaitu madzhab Hambali dan Syafii. Mereka pun menghasilkan banyak karya dalam bidang agama –terutama fiqh- menjadi kitab referensi bagi ulama lainnya, baik yang sezaman hingga saat ini. Diantaranya adalah kitab al-Musnad karangan Imam Ahmad bin Hanbal, kitab yang berisi lebih dari 6000 hadits. Atau mungkin kitab ar-Risalah dan al-Umm karya Imam Syafi’i yang menjadi banyak rujukan dalam bidang fiqh.

Minggu, 20 Mei 2012

Peran Muslimah Dalam Dakwah

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Kubuka lembaran pagi dengan menyebut asma-Mu Yang Maha Tinggi. Ku coba meniti hari dengan kesucian hati, meski sungguh selaksa dosa masih melekat di jiwa. Kucoba merenda masa depan dengan benang harapan dan jarum ketulusan. Meski kadang perih menusuk, perjuangan ini harus tetap berlanjut.

Terbentang di depan mata padang ujian kehidupan, luas…, seolah tanpa batas, namun fana seumur akal yang sempit. Ia tak dapat diarungi oleh jiwa-jiwa yang kerdil iman, karena panasnya nafsu telah menyeretnya ke lembah-lembah oase fatamorgana. Namun, hati yang bertabur syukur, penuh kerinduan kepada Rabbnya, berhiaskan cahaya iman akan menuntunnya menuju negeri akhir kebahagiaan.
Wahai saudariku kaum muslimah, engkau laksana pilar kebijaksanaan. Di tanganmulah kelak tumbuh generasi-generasi yang tangguh. Di pundakmu ada amanah besar, bersamanya tersimpan berjuta asa, penentu arah sebuah generasi menuju kejayaan umat.
Wahai kaum muslimah, engkaulah calon-calon ibu masa depan. Ada ketegaran di balik kelembutanmu. Tersimpan jiwa ksatria di balik lemah tubuhmu. Sungguh Islam telah memuliakanmu. Dengan indah, Rasulullah menggambarkan betapa agung engkau wahai ibu…
Ketika suatu saat salah seorang sahabat Beliau bertanya tentang target bakti paling tinggi (Setelah Allah dan Rasul-Nya)? Lantas beliau menjawab “Ibumu,” lalu kepada siapa lagi? “Ibumu”, kemudian? “Ibumu”, kemudian? “Ayahmu”. Begitulah Islam telah menempatkanmu pada kedudukan yang mulia, di saat dalam agama dan bangsa lain engkau dihina dan direndahkan.
Saudariku! Hidup ini bukan tanpa makna dan tujuan. Sebagaimana firman Allah yang tersirat dalam Al-Qur’an Al-Karim, bahwa tujuan dari penciptaan manusia dan jin adalah untuk beribadah kepada Allah.

Beratnya Proses Pernikahan Syar'i

by : Abu Harun
Waktu itu kurasakan berat hidup ini. Bukan dikarenakan perihnya mengais rizki, bukan pula karena kesulitan ekonomi, dan bukan pula karena banyaknya hutang negeri. Namun dikarenakan aku merasakan keterasingan diri.

Masih terngiang di telingaku bagaimana kerabat dan keluarga mengolok-olok sunnah ketika pertama kali, dahulu, sunnah demi sunnah yang kutampakkkan hingga aku harus mengelus dada. Dari sini aku berpikir bahwa aku harus memiliki tempat untuk mencurahkan segala perasaanku, teman yang akan memberikan inspirasi dan pelipur lara, dan teman untuk mau berjalan bersama denganku di atas sunnah nabi Shallallahu’alaihi wasallam. Ya, aku berpikir bahwa aku harus menikah.

SATUKAN TERLEBIH DAHULU VISI DAN MISI SEBELUM ENGKAU MENIKAH DENGANNYA

Abu Harun

Tatkala sudah tumbuh azzamku untuk menikah, aku mulai mencari-cari dengan siapa aku hendak menikah. Beragam nama sudah muncul di benak, namun hatiku tertambat dengan seorang akhwat aktivis dakwah.

Aku mengenalnya karena ia satu kampus denganku. Kami sama-sama aktifis kampus. Aku sendiri semasa kuliah aktif di KAMMI, LDK, dan juga internal kampus seperti MASIKA ICMI. Adapun akhwat tersebut adalah partnerku di LDK dan KAMMI.
Ketika aku hendak menikah Alhamdulillah aku sudah berada di atas manhaj salaf, adapun ia masih aktif di harokah. Akupun menuliskan surat untuknya by email ttg keinginanku untuk menikah dengannya.

CINTA

Cinta yang cepat timbul dan cepat lenyap,
yaitu cinta yang di dorong oleh kenikmatan.
Cinta yang lama timbul dan cepat lenyap,
yaitu cinta yang didorong oleh kepentingan.
Cinta yang cepat timbul dan lama lenyap,
yaitu cinta yang didorong oleh kebaikan.
Cinta yang lama timbul dan lama lenyap,
yaitu cinta yang didorong oleh kenikmatan, kepentingan, dan kebaikan.

Begitulah pesan Ibnu Hazm kepada kita,

DAFTAR BUKU

Daftar buku-buku idaman yang ingin kumiliki untuk perpustakaan kecilku. Semoga bisa mengumpulkan semua buku-buku aslinya untuk bekal mengarungi hidup sampai bertemu dengan-Nya dan bisa bermanfaat bagi generasi selanjutnya. Aamiin

Imam Nawawi

Format file pdf

Arba’in Nawawiyah [405 KB] Download
Keutamaan Membaca dan Mengkaji Al-Quran [857 KB] Download
Riyadhus Sholihin [1.6 MB] Download
Riyadhus Sholihin 2 [2.4 MB] Download

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Format file pdf dan chm

Silsilah Hadits Dha’if dan Maudhu jilid 1 [3.64 MB] Download
Silsilah Hadits Dha’if dan Maudhu jilid 2 [18.8 MB] Download
Sifat Shalat Nabi [140 KB] Download

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz

Format file pdf

28 Fatwa Puasa [699 KB] Download
20 Fatwa Pilihan Seputar Zakat [557 KB] Download
Bid’ah-bid’ah Dalam Pernikahan [5.22 MB] Download
Dakwah ke Jalan Allah [743 KB] Download
Etika muslim dalam kehidupan sehari-hari [164 KB] Download
Risalah tentang sihir dan pedukunan [282 KB] Download
Waspada terhadap bid’ah [554] Download

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Format file pdf

Akhlaqul Karimah [928 KB] Download
Bid’ah dan Kesesatannya [150 KB] Download
Bisakah manusia mendarat di Bulan [422 KB] Download
Hukum orang yang meninggalkan sholat [2.4 MB] Download
Ilmu Waris [10.8 MB] Download
Manasik Haji dan Umroh [294 KB] Download
Pelajaran mengenai Puasa, Tarawih dan Zakat [891 KB] Download
Prinsip ilmu ushul fiqh [934 KB] Download
Sahabat Nabi dimata Ahlussunnah [561 KB] Download
Tata cara qurban tuntunan Nabi [363 KB] Download
Qodho dan Qodar [1.4 MB] Download

Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah

Format file pdf

Bekal Perjalan Akhirat (Zaadul Ma’ad) [23.5 MB] Download
‘Ilamul Muwaqi’im [49.8 MB] Download
Jangan Dekati Zina [583 KB] Download
Kunci Kebahagiaan [4.6 MB] Download
Madarijus Salikin [2.23 MB] Download
Menumpas senjata syetan (Ighatsatul Lahfan) [4.41] Download
Noktah-noktah Senandung Syetan [25.4 MB] Download
Qodho dan Qodar [29.1 MB] Download
Tafsir Ibnul Qoyyim 1-400 [44.04 MB] Download
Tafsir Ibnul Qoyyim 401-773 [40.83] Download
Tamasya Ke Surga [5.58 MB] Download
Tuntunan Lengkap Pernikahan [15.7 MB] Download

Tafsir Ibnu Katsir Juz 1 – 9

Format file pdf

Tafsir Ibnu Katsir Juz 1 [34.6 MB] Download
Tafsir Ibnu Katsir Juz 2 [19.1 MB] Download
Tafsir Ibnu Katsir Juz 3 [13.1 MB] Download
Tafsir Ibnu Katsir Juz 4 [15.3 MB] Download
Tafsir Ibnu Katsir Juz 5 [16.3 MB] Download
Tafsir Ibnu Katsir Juz 6 [22.8 MB] Download
Tafsir Ibnu Katsir Juz 7 [18.1 MB] Download
Tafsir Ibnu Katsir Juz 8 [15.3 MB] Download
Tafsir Ibnu Katsir Juz 9 [17.4 MB] Download

Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Format file pdf

Bekal Pernikahan [446 KB] Download
Empat kaidah memahami Tauhid (Syarah Qowaidul Arba’) [2 MB] Download
Jual Beli yang Dilarang Dalam Islam [438 KB] Download
Membongkar firqoh-firqoh sesat [400 KB] Download
Prinsip-prinsip Akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah [190 KB] Download
Salafi digugat salafi menjawab [10.8 MB] Download
Rahasia Indah Al-Fatihah [1.29 MB] Download
Sentuhan fiqh untuk wanita beriman [1.35 MB] Download
Wala dan Bara [2.85 MB] Download

Minggu, 29 April 2012

Benang Merah Syariat Dan Empat Sifat Dasar [Melankolis, Koleris, Sanguin Dan Plegmatis]



 
Buku ini sangat terkenal, dalam versi bahasa indonesia berjudul “Personality Plus” karya Florence Litteur. Kami mempunyai buku terjemahnya dan talah membacanya dan kami menemukan banyak manfaat dan faidahnya membaca buku ini. Manfaat buku ini dipergunakan oleh banyak kalangan, mulai dari psikolog pastinya, dokter jiwa,  anggota MLM [katanya ini adalah buku wajib mereka untuk mencari downline], pemimpin dan bos yang mengatur orang banyak, tokoh masyarakat, pekerjaan yang menuntut berhubungan dengan banyak orang seperti sales, humas dan entertrainer. Bahkan digunakan untuk proses ta’aruf ikhwan-akhwat. Dengan sekedar mengatakan bahwa akhwat A itu plegmatis-melankolis, maka pahamlah si ikhwan bagaimana kira-kira gambaran umum sifat akhwat tersebut yang bisa dipergunakan sebagai pertimbangan pemilihan dan menyesuaikan dengan karakter dirinya. Dan kalau kami bisa memberi masukan, kami berharap para da’i Islam bisa mengetahui sekilas ilmu ini demi menyebarnya agama Islam sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman para salaf yaitu Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut tabi’in.

Agama Islam Adil

Meskipun penulisnya adalah seorang kafir yang tidak berarti bahwa kita tidak boleh menggunakan ilmunya. Agama islam yang mulia mengajarkan kita agar adil terhadap semua mahluk termasuk kapada orang kafir yang mereka adalah sejahat-jahat mahluk yang sudah diberi kehidupan dan kenikmatan oleh Allah tetapi malah mengingkari. Bagaimana persaan kita jika ada seseorang yang telah kita bantu, kita beri segala pertolongan padahal sebelumnya ia adalah papa. Ternyata ia malah menyakiti kita.

Sabtu, 28 April 2012

Jangan mau masuk surga cuma emperannya saja (Motivasi Untuk Saudariku Muslimah)

Alhamdulillah, belakangan ini cadar dan purdah mulai tidak asing lagi di beberapa tempat di negeri kita. Sekarang sudah menjadi pemandangan biasa wanita keluar lengkap dengan seperangkat pakaian yang serba besar dan menutup aurat secara sempurna. Para wanita penggenggam bara  api kini tidak perlu resah lagi ketika keluar rumah, karena kita lihat wanita bercadar di tempat-tempat umum seperti pasar, kampus, kantor dan pusat kegiatan lainnya. Mereka tidak lagi merasa sendiri dan terasing dengan pakaian kemuliaan mereka.

Alhamdulillah juga, fase-fase sulit telah lewat. Dimana cadar dan purdah identik dengan terorisme dan bom. Sehingga image yang berkembang di masyarakat bahwa cadar adalah pakaian istri teroris. Menyulitkan wanita-wanita yang menyelamatkan pandangan para lelaki dari panah iblis. Diskriminasi, razia, periksa KTP sampai penggerebekan di rumah dialami oleh mereka. Ini karena perbuatan orang-orang yang hanya punya semangat dalam beragama tetapi tidak berlandaskan ilmu. Bom dan jihad seperti yang mereka agung-agungkan bukan ajaran Islam. Sumber ajaran mereka adalah pahamtakfiriy, yaitu mudah mengkafirkan orang lain sehingga jika sudah kafir maka halal darah dan hartanya. Berkat perjuangan para da’i dan aktifis dakwah akhirnya image tersebut hilang.
Bahkan cadar telah menjadi tren. Kami rasa dampak dari sebuah film yang sangat  booming yaitu film “ayat-ayat cinta” dimana di sana diceritakan ada sebuah tokoh wanita bidadari dunia yang hampir sempurna. Ia menggunakan cadar. Maka kebiasaan masyarakat kita yang latah ramai-ramai mengikutinya. Film dan sinetron yang lainnya ikut meramaikan dengan tokoh utamanya adalah wanita cantik yang bercadar. Para wanita mulai bergaya dengan selendang tipis menutup muka walaupun sekedar bergaya. Akun jejaring sosial ramai dengan gambar wanita bercadar atau sekedar kartunnya.

Mengenai hal ini, sangat patut disyukuri. Walaupun film tersebut ada yang bilang untuk berdakwah juga. Tetapi cara berdakwah seperti ini kurang tepat. Karena di sana ada campur baur laki-laki dan wanita, membuka aurat, bermesraan dan menyentuh dengan bukan mahram dan lain-lain. Bagaimana kita berdakwah kepada Allah dengan cara yang tidak diperkenankan oleh Allah.  Lho, tapi kan berhasil, buktinya cadar jadi populer di masyarakat. Kami tidak heran karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
وَأَنَّ اللهَ يُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ
Terkadang/boleh jadi Allah menolong agama ini dengan orang yang fajir/pelaku maksiat” [HR. Bukhari 4/72 no.3062 dan Muslim 1/105 no.111]

Ini Baru Pemuda Islam, Bukan Boyband Atau Maniak Game!



Kita umat Islam sangat ingin agama Islam kembali berjaya sebagaimana sejarahnya dahulu, dimana agama Islam yang bersumber dari tanah Arab yang awalnya tandus dan terbelakang bisa menguasai sepertiga dunia hanya dalam waktu 30 tahun, yang sebelumnya di bawah bayang-bayang dua imperium besar Romawi dan Persia. Zaman ini kita sudah sama-sama tahu bahwa Islam berada dibawah bayang-bayang dua imperium besar juga yaitu Eropa dan Amerika. Hal ini karena akibat perbuatan kita sendiri yaitu tidak kembali ke ajaran agama kita.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ
“Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah, memegangi ekor-ekor sapi [sibuk berternak, pent], dan menyenangi pertanian dan meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menimpakan pada kalian kehinaan, tidak akan mencabutnya dari kalian sampai kalian kembali kepada agama kalian”.[1]

Salah satu yang berperan dalam kebangkitan Islam adalah para pemudanya. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahuberkata ,
والشباب في أي أمة من الأمم ، هم العمود الفقري الذي يشكل عنصر الحركة والحيوية إذ لديهم الطاقة المنتجة ، والعطاء المتجدد ، ولم تنهض أمة من الأمم غالبا إلا على أكتاف شبابها الواعي وحماسته المتجددة .
“Para pemuda pada setiap umat manapun, mereka adalah tulang punggung yang membentuk unsur pergerakan dan dinamisasi. Dikarenakan dia mempunyai kekuatan yang produktif, kontribusi yang terus menerus. Dan tidak akan bangkit suatu umat umumnya  kecuali ada di pundak [ada kepedulian dan sumbangsih, pent] para pemuda  yang punya kepedulian dan semangat menggelora.”[2]

Akan tetapi bagaimana Islam bisa maju dan kembali berjaya jika para pemudanya meninggalkan agama Islam ini dan lalai dengan urusan dunia dan disibukkan dengan perkara yang tidak bermanfaat. Seperti yang sedang ngetren sekarang yaitu boyband, girlband dan maniak game. Sehingga ada benarnya yang berkomentar:

“gimana bisa pegang senjata kalo pemudanya “alay” kayak boyband gitu!”

“menang mana tangan pegang stick PS lawan tangan pegang sniper?”

Mari kita lihat kembali sejarah berjayanya Islam dengan melihat bagaimana para pemuda di masa berjayanya agama Islam. Dimana para pemudanya telah tertanam tauhid dan keimanan yang kokoh, selalu mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk membela agama Islam.

Berlomba-lomba mengklaim “aku hidup bahagia sekarang”

أعطني الأمان و خذ السعادة..


Prolog

Mungkin seorang laki-laki paruh baya berkata,
“saya hidup bahagia sekarang, punya istri yang cantik, anak yang lucu dan pintar, punya rumah yang cukup besar karir saya di kantor terus naik dan bisnis lancar terus”

Mungkin seorang ibu berkata,
“saya sudah bahagia sekarang, anak-anak saya semuanya sudah jadi, sudah berhasil semua, saya bangga, anak pertama wakil direktur di bank, anak kedua saya jadi koordinator umum di urusan pajak beacukai, anak ketiga saya menjadi hakim agung di kabupaten”

Bahkan seorang Waria mungkin berkata,
“saya sangat bahagia ketika keluar dengan setelan pakaian wanita genit seperti ini, nongkrong di café atau perempatan, menganggu cowok-cowok yang lewat sambil minta saweran, seneng banget kalo bisa eksis kayak gini, kalo tiap hari kayak gini, bahagia hidup ini”

Mungkin seorang kakek berkata,
“saya sudah tidak butuh lagi dengan harta dan uang, yang buat saya bahagia, anak-anak saya sering datang melihat saya, apalagi cucu-cucu kalau nginap di rumah ini, mereka ramai sekali. uang pensiun ini, saya belikan mereka makanan dan mainan semua, asal mereka sering main ke sini.”

Alhamdulillah, Aku Wanita Setengah Cadar Sekarang!

 
Akhwat A:, Ukhti, saya sebenarnya pengen memakai cadar, tapi keluarga saya masih belum terima sama sekali walaupun suda saya jelaskan, kataya nanti akan memutuskan silaturahmi, kalau ngumpul-ngumpul dengan sepupu laki-laki, terus suaminya bibi saya yang gendong-gendong saya waktu kecil bisa marah, saya kan dah dianggap ponakan. Trus saya juga kan masih bekerja sejak menanggung keluarga ayah saya meninggal. di kantor masih melarang cadar. Gimana ni?

Akhwat B: mudah ukhti, kalo ukhti mengangap cadar sunnah, ga menghalangi ukhti memakai cadar, ukhti bisa jadi “setengah bercadar”, di keluarga atau di kantor ukhti buka, selain itu ukti bisa pakai cadar.


Terkadang memakai cadar dan terkadang tidak memakai cadar

Anggapan bahwa jika memakai cadar maka harus memakai cadar seterusnya adalah keliru. Ini jika meyakini hukumnya sunnahnya. Jika tidak bisa memakai cadar seterusnya maka tidak ada salahnya jika selang-seling memakainya. Memakainya di tempat dan suasana yang mendukung dan melepasnya di tempat dan suasana tidak mendukung. Misalnya,
-jika di lingkungan keluarga dan kerabat dilarang oleh orang tua, maka silahkan dilepas. Tetapi ketika keluar rumah silahkan memakainya.
-jika di kampus atau di kantor dilarang memakainya, maka silahkan dilepas. Tetapi ketika ke pasar dan ke tempat kajian silahkan memakainya.
Karena Islam mengajarkan tidak perlu menunda sesuatu karena ingin sempuna sekali. Jika hanya bisa meraih setengahnya maka jangan ditinggalkan semuanya. Sesuai dengan kaidah fiqhiyah,
ما لا يدرك كله لايترك كله
“sesuatu yang tidak bisa dicapai seluruhnya jangan ditinggal seluruhnya”

Begitu juga perintah Allah agar kita bersegera dalam kebaikan, Allah Ta’ala berfirman,
فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ
“Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan”[1].

Istighfar Dan Dzikir VS Facebook Dan Twitter

istighfar1


Kami sempat terkesima mendengar kata-kata ustadz Armen Halim Naro, Lc rahimahullah saat memotivasi tentang istighfar, beliau berkata,
“ Istighfar kita yang naik ke langit mencegah turunnya musibah ke bumi”
Ini membuat kami sedikit merenung mengenai diri kami. Dan kami mencoba untuk membaginya.



Fenomena jejaring sosial
Ternyata kami sangat jauh penerapannya. Setelah dipikir-pikir ada satu yang menjadi penyebabnya yaitu maraknya jejaring sosial seperti facebook, twitter, google+ dn lain-lain. inilah membuat kami lalai dan sangat jauh dari kebiasaan orang-orang shalih dan ulama yaitu beristighfar dimanapun, kapanpun [tentu bukan di WC, toilet dll]., mengucapkan “astagfirullah”,” Allahummagfirli” disela-sela waktu, di sela-sela kesempatan, di sela-sela kesibukan, ketika menunggu, ketika naik kendaraan, ketika berjalan kaki, ketika menanti jemputan dan ketika kita mampu mencuri sedikit waktu yang sangat mahal dalam berbagai kesibukan.

Para salaf mencuri waktu untuk beristighfar
Jika mengingat pesan para salaf [pendahulu] kita, maka kita sangat malu menisbatkan diri kepada mereka, Luqman ‘alaihis salam bepesan kepada anaknya,
يَا بُنِيَّ عَوِّدْ لِسَانَكَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، فَإِنَّ لِلَّهِ سَاعَاتٍ لَا يَرُدَّ فِيهَا سَائِلًا
“Wahai anakku biasakan lisanmu dengan ucapan: [اللهم اغفر لي ] “Allhummafirli”, karena Allah memiliki waktu-waktu yang tidak ditolak permintaan hamba-Nya di waktu itu.”

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata,
أَكْثِرُوا مِنَ الِاسْتِغْفَارِ فِي بُيُوتِكُمْ، وَعَلَى مَوَائِدِكُمْ، وَفِي طُرُقِكُمْ، وَفِي أَسْوَاقِكُمْ،
وَفِي مَجَالِسِكُمْ أَيْنَمَا كُنْتُمْ، فَإِنَّكُمْ مَا تَدْرُونَ مَتَى تَنْزِلُ الْمَغْفِرَةُ
”Perbanyaklah istighfar di rumah-rumah, meja-meja makan, jalan-jalan, pasar-pasar dan majelis-majelis kalian di manapun kalian berada. Karena kalian tidak tahu kapan turunnya pengampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala”. [Jami’ Al-ulum wal hikam hal. 535, Darul Aqidah, Kairo, cet.1, 1422 H]

Belum lagi kisah imam Malik rahimahullah yang mencuri waktunya yang sangat mahal. Ketika penyambung suaranya berbicara saat majelis kajian [saat itu belum ada pengeras suara, maka ada beberapa penyambung suara berbicara setelah imam Malik berbicara]. Maka waktu longgar tersebut dimanfaatkan oleh beliau untuk beristighfar kepada Allah Ta’ala. Subhanallah, sangat jauh dari kita.

Bijak dalam menyikapi jejaring sosial

" Cantik.. Bantu kami Menjaga Pandangan.. !! "

Cantik,
Izinkan kami Menundukan Pandangan
keshalehahan akhlakmu telah memikat hati.
Tak perlulah indah wajahmu kau nampakan untuk menguatkan,
ketaqwaanmu telah menjadi bunga terindah di taman hati.

Cantik,
Izinkan kami tundukkan pandangan dari yg belum halal
Kami tak ingin melesat bersama panah-panah syetan itu Mengoyak dan meruntuhkan iman, karena Fitnah indahmu

Cantik,
Bantu kami menjaga pandangan
Menjaga gejolak rasa nan menggelora,
Jagalah kami agar kau tetap terjaga juga,
Dalam Maqfirah dan Rahmadnya

Bahaya Foto Akhwat di FB

"Alhamdulillah terima kasih sudah di ingatkan",
" sukron atas ilmunya, bermanfaat sekali" ... dan bla..bla..bla...

MENGIRIMKAN ANAK PEREMPUAN KE PONDOK PESANTREN KHUSUS PUTRI



Oleh : Asy-Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman hafidhahullah

Tanya : Bolehkah kita mengirim putrid-putri kita ke pondok pesantren Islami yang jauh (tempatnya) untuk menuntut ilmu syar’iy dan tinggal di tempat tersebut tanpa disertai mahram ?

Jawab : Masalah ini perlu perincian. Apabila seorang wanita melakukan safar tanpa mahram, maka hukumnya haram berdasarkan hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim, bahwa beliau shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

لا يحل لامرأة تؤمن بالله واليوم الأخر أن تسافر مسيرة يوم وليلة إلا مع ذي محرم

“Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk melakukan safar sejauh perjalanan sehari semalam kecuali bersama mahramnya".

Kisah Cinta Para Sahabat Rasulullah

“Bila seorang laki-laki yang kamu ridhai agama dan akhlaqnya meminang,” kata Rasulullah mengandaikan sebuah kejadian sebagaimana dinukil Imam At Tirmidzi, “Maka, nikahkanlah dia.” Rasulullah memaksudkan perkataannya tentang lelaki shalih yang datang meminang putri seseorang.
“Apabila engkau tidak menikahkannya,” lanjut beliau tentang pinangan lelaki shalih itu, “Niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas.” Di sini Rasulullah mengabarkan sebuah ancaman atau konsekuensi jika pinangan lelaki shalih itu ditolak oleh pihak yang dipinang. Ancamannya disebutkan secara umum berupa fitnah di muka bumi dan meluasnya kerusakan.