Minggu, 15 Juli 2012

Adab Berbusana bagi Muslimah


SP Dauroh Ad-Diin

Sabtu, 7 Juli 2012
Ustadz Hafidzuddin

Adab Berbusana bagi Muslimah

Qs Al-A’rat ayat 31
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Maksud dari “di setiap (memasuki) masjid” bersifat umum, karena seorang muslim maupun muslimah memiliki batasan-batasan aurat.

Qs Al-Ahzab ayat 59
Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.

Pengertian Adab
Suatu tata cara/etika/ kaifiyah

Pengertian Busana Muslimah
Suatu kain/pakaian yang digunakan untuk menutupi aurat wanita muslimah agar tidak bertabarruj di hadapan bukan mahramnya.

Rosululloh SAW bersabda:
“Seorang wanita itu adalah aurat, jika ia keluar maka syaitan akan menghiasinya”
(HR. At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Tabarruj
Yaitu menampakkan perhiasan dan keindahan yang menghiasi wanita di hadapan nonmahram.
Qs Al-Ahzab ayat 33
dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

Aurat Wanita
Semua anggota tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan.
Qs An-Nur ayat 31
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.


Qs Al-Ahzab ayat 53
Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (wanita-wanita), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.

Suatu ketika Asma’ binti Abu Bakar ra masuk ke rumah Rosululloh SAW, ketika itu Rosululloh berpaling daripadanya dan berkata, “Wahai Asma’ sesungguhnya apabila seorang wanita itu sudah baligh maka haruslah menutup auratnya kecuali ini dan ini (Beliau menunjuk ke muka dan telapak tangan).” (HR Abu Dawud dengan sanad dha’if)

Cadar
Terdapat perselisihan dari kalangan para ‘ulama.
Abu Malik dalam kitabnya shahih fiqh sunnah, menyimpulkan:
1.      Para ulama bersepakat bahwasanya wajib bagi para wanita menutup auratnya
2.      Untuk menutup wajah terjadi perselisihan di kalangan para ulama
3.      Ulama yang tidak mewajibkan menutup muka, berpendapat: adapun yang paling afdhol adalah menutup wajah apalagi di zaman fitnah. Mereka berpendapat hukumnya sunnah.

Wanita di dalam rumah
Diperbolehkan bagi wanita jika di depan mahramnya untuk menampakkan bagian yang biasa terlihat darinya, seperti rambut, leher, tangan, dan bagian yang tidak khusus lainnya.

Syarat-Syarat Busana Muslimah
Dikutip dari makalah karya Syaikh Al-Albani:
1.      Meliputi seluruh badan selain yang dikecualikan (QS. An-Nur [24] :31)
2.      Bukan berfungsi sebagai perhiasan
3.      Berbahan tebal/ tidak tipis
4.      Harus longgar, tidak membentuk lekuk tubuhnya
5.      Tidak diberi wewangian
6.      Tidak menyerupai pakaian laki-laki
7.      Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir
8.      Bukan pakaian untuk mencari popularitas (pakaian kebesaran)

Kamis, 12 Juli 2012

Ringkasan Catatan Dauroh

Ringkasan Dauroh

Tema : Ibadah
Penyampai : Ust. Hafidudin Hafidzahullah
Tempat : Masjid Jamiat Taqwa Bandar Lampung
Hari/tgl : Rabu/ 4 Juli 2012
Pukul : 09.00-11.00

Tujuan Penciptaan Manusia

Allah berfirman, 
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. Az-Zariyat 51: 56)
أَيَحْسَبُ الإنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى 
Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung-jawaban)? (QS. Al-Qiyamah 75: 36)

Imam syafi’i dalam fathul Majid menerangkan ayat diatas bahwa dengan begitu manusia hidup dengan adanya perintah dan larangan dari Allah, yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya apakah perintah-perintah tersebut dikerjakan dan larangan-larangan-Nya ditinggalkan oleh manusia.

Pengertian Ibadah
Ibadah secara bahasa
Pengertian ibadah dari segi bahasa adalah merendahkan, tunduk, patuh.
Imam Al-Qurtubi menyatakan bahwa ibadah adalah ketundukan dan kerendahan

Ibadah secara istilah, terdapat beberapa pendapat diantaranya:
  1. Syaikh Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa Ibadah adalah ketaatan kepada Allah yaitu dengan menjalankan perintah Allah sesuai dengan lisan para Rasul (ala assunnati rasul), dan juga menjauhi larangannya.
  2. Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa ibadah adalah ketaatan kepada Allah dengan menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi perkara yang dilarang.
  3. Secara umum ibadah adalah setiap nama yang mencakup segala hal yang dicintai Allah baik berupa ucapan maupun perbuatan  yang nampak maupun yang tidak nampak.

Macam-Macam Ibadah
  1. Ibadah Lisaniyah (perkataan/ ucapan), Contoh : dzikir, tilawah Qur’an, menjaga lisan, berkata benar, dll.
  2. Ibadah Jasadiyah (Fisik), Contoh : sholat, zakat, shoum, jihad, dll
  3. Ibadah Qolbiyah (hati), Contoh : rodja, khouf, sabar, tawakal, mahabah, ikhlas dll.

Rukun Ibadah
Imam Ibnu Qoyyim (dalam kitabnya), menyebutkan bahwa ibadah dibangun atas dua hal, yakni:
1.    Al-hubbu al kamil (Kecintaan yang sempurna).
Artinya ketika kita melakukan Ibadah maka ibadah tersebut haruslah menunjukkan rasa kecintaan dengan sempurna (total/fokus) hanya untuk Allah, tidak untuk selainnya.
Dalil:

Allah berfirman,
"Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At-Taubah 9: 24)

 "Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat lalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)." (QS. Al-Baqarah 2: 165)

2.  Ketundukan secara sempurna
Melapangkan hati untuk menerima hukum-hukum dan ketentuan Allah.
Dalil :
Allah ta’ala berfirman dalam beberapa ayat Al-Qur’an mengenai hal ini, diantaranya:
 
"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya." (QS. Al-Baqarah 2: 60)

 "Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu." (QS. Al-Baqarah 2: 61)


"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (QS. Al-Baqarah 2: 65)

 Mengenai hal ini Imam malik mengatakan bahwa segala hal yang diibadahi (baik hanya dengan niat ataupun perbuatan) selain Allah dinamakan Thagut.

Syarat-Syarat Ibadah
Ada 2 syarat diterimanya ibadah seorang hamba kepada Rabb-nya.
1.    Niat Ikhlas hanya ditujukan kepada Allah ta’ala
Dalil :
Allah berfirman mengenai hal ini dalam ayat al-Qur’an berikut:

"Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya". (QS. Al-Kahfi 18: 110)

2.    Mengikuti Sunnah Rasul (I’tiba’ Rasul)
Banyak dalil Al-Qur’an dan sunnah yang memerintahkan manusia (umat muslim) untuk mengikuti Rasul, baik dalam ibadah maupun segala aspek dalam kehidupan, diantaranya:
  • QS. An-Nisa 4 : 115
  • QS. Al-Maidah 5: 104
  • QS. Al-A’raf 7 : 157-158
  • QS Al-Ahqaf 46 : 9
  • Hadits : “an ummil mu’miniin ummi ‘abdillah ‘Aisyah radhiallahuanha qoolat: “Qoola Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Man ‘amila ‘amala laysa ‘alayhi amrunaa fahuwa roddu” (HR. Muslim)
 Syaikh Utsaimin rahimahullah menambahkan syarat yang juga harus dilakukan seseorang dalam beribadah yakni bersungguh-sungguh dan tekad yang kuat.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Seorang mukmin yang kuat lebih dicintai dari mukmin yang lemah, meskipun pada keduanya terdapat kebaikan.”

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وِاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلا تَعْجَزْ
“Bersemangatlah untuk meraih segala hal yang bermanfaat bagimu. Mintalah pertolongan Alloh dan jangan menjadi lemah.” [HR. Muslim no.2664] 

Maka dalam beribadah pun dibutuhkan kesungguhan seorang hamba dalam melaksanakannya, agar meraih kesempurnaan dan kecintaan Allah dalam ibadahnya.

Urgensi dan Peranan Ibadah
Dalam kitab Majmu’ Tauhid ada sekitar lima belas poin, namun yang akan dibahas hanya 6 poin saja, yakni:
1. Ibadah merupakan tujuan pokok diciptakannya jin dan manusia di muka bumi (QS. Adz-zariyat 51: 56)
2. Ibadah adalah tujuan utama diutusnya para nabi dan Rasul. Dalil : QS An-Nahl 16 : 36
3. Ibadah adalah aktivitas hidup para malaikat. (QS. Al-Anbiya 21: 19-20)
4. Ibadah merupakan sifat penduduk jannah. (QS. Al-Insan 76 : 6)
5. Ibadah dapat menyelamatkan diri dari bujuk rayu syaitan (QS. Al-Hijr 15 : 42)
6. Ibadah adalah sarana untu mendekatkan diri kepada Allah (QS. Al-Anbiyaa’ 21: 73)

Dasar-Dasar Ibadah
1.  Al-Hubbu (kecintaan)
Ibnu Qoyyim rahimahullah menjelaskan wujud kecintaan kepada Allah sebagai berikut:
-          mencintai apa yang dicintai oleh Allah
-          membenci apa yang dibenci oleh Allah
-          mencintai orang yang dicintai Allah
-          membenci orang yang dibenci Allah

2. Al-Khouf  (Rasa Takut)
Ibnu Mas’ud radiallahu ‘anhu berkata dalam sebuah atsar,
“Cukuplah dengan ilmu orang itu akan takut kepada Allah dan cukuplah orang yang bodoh itu akan ingkar kepada Allah”

Imam Syafi’i mengatakan bahwa “Ilmu itu mengantarkan seseorang takut kepada Allah”
Takut apabila melanggar perintah dan mengerjakan larangan Allah bahkan khawatir kalau-kalau semua amalannya tidak bernilai apapun di sisi Allah.

3. Ar-Roja (Bentuk harap)
Selain hubb dan khouf dalam beribadah harus juga dibarengi dengan rasa roja (penuh harap) bahwa Allah akan menerima ibadah hamba, akan diterima taubat, dan akan diampuni dosa-dosanya, Semata karena rahmat yang Allah berikan buka karena amalnya saja. Maka ketiga hal tersebut harus ada sebagai dasar dalam melakukan ibadah kepada Allah.

Kaidah Dalam Ibadah
Ibadah sifatnya adalah tauqifiyah (berdasarkan wahyu) dari Al-Qur’an dan sunnah bukan hasil karangan/ buatan/ modifikasi akal manusia.
Dalam kaidah Ushul Fiqih:
“Hukum asal Ibadah adalah haram, kecuali ada dalil yang memerintahkannya. Sementara hukum asal muamalah (non ibadah) adalah boleh kecuali ada dalil yang melarangnya”

Jadi dalam rangka beribadah kepada Allah tidak lah benar jika kita menanyakan dalil pelarangannya, maka yang tepat adalah kita mencari tahu dalil yang memerintahkan ibadah tersebut baik yang mencakup tatacara, gerakan, lafadz, waktu, ketentuan, dan bilangannya. Semuanya harus berdasarkan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah sebagai pembawa risalah yang diutus oleh Allah. Jangan terbalik!!

Sikap Kaum Muslimin Terhadap Ibadah
Ada 3 Sikap:
1.    Meremehkan Ibadah
Mereka menganggap remeh, mengurangi atau bahkan membatasi ruang lingkup ibadah, misalnya ibadah itu hanya dimasjid saja, kalau sudah diluar itu  seperti di kantor, di sekolah, di pasar, di jalan dll maka itu tidak termasuk dalam rangka beribadah. Padahal Islam adalah agama yang sempurna mengatur seluruh aktivitas kehidupan manusia dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi (bahkan untuk urusan seperti tidur, bangun tidur, tata cara makan, berpakaian, bercermin, mandi, buang air, duduk, bekerja, berbicara, bercanda, bermain, belajar, bersafar, berjalan, bergaul, mengurus rumah tangga, dll, semua sudah ada aturan/ adab-adab yang begitu indah yang dicontohkan oleh Rasulullah bagi yang ingin mencari tau dan mencontohnya). Oleh karena itu semua aktivitas kehidupan manusia (24 jam) bisa bernilai ibadah jika dilakukan dengan syarat-syarat yang telah disebutkan.

2. Terlalu Ekstrim (berlebih-lebihan/ ghulu’)
Sikap yang ini adalah menambah-nambahi ibadah yang sebenarnya tidak dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

3. Sikap Pertengahan
Maksud pertengahan adalah beribadah sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, tanpa mengurangi dan menambah-nambahi.

Penutup
Demikian sedikit dari ringkasan ilmu yang sempat tercatat saat dauroh dengan tema Ibadah. Masih banyak kekurangan dalam catatan ini terutama untuk penjelasan dan contoh-contoh realistik yang disampaikan oleh penyampai serta pertanyaan-pertanyaan para peserta dauroh yang tidak bisa dipublish dalam tulisan ini.

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita dan melapangkan hati-hati kita untuk menerima setiap kebenaran dari Al-Qur’an dan sunnah serta mengamalkannya dalam kehidupan. Barakallahufikum

Wallahu a’lam bishowab.

Selasa, 10 Juli 2012

Wanita Berpendidikan Tinggi??


(4574- هل لتعليم البنات حد؟ )
“المسألة الثانية” عن تعليم البنات، وهل له حد ومتى تكف عن الدراسة إذا بلغت كم من عمرها؟
Pertanyaan kedua mengenai pendidikan formal untuk wanita, “Adakah batasan maksimal pendidikan formal untuk wanita? Kapankah seorang wanita berhenti  studi jika dia pada usia tertentu?
الجواب: ليس للدراسة حد في ابتدائها ولا في انتهائها، فما دامت الفتاة تستفيد من دراستها علماً نافعاً، ولا يترتب عليه أي مفسدة فلا مانع من مواصلتها الدراسة،
Jawaban Syaikh Muhammad bin Ibrahim, “Tidak ada –menurut agama, pent- batasan minimal dan batasan maksimal untuk studi. Selama seorang wanita mendapatkan ilmu yang manfaat dengan studi yang dia tempuh dan studi tersebut tidak menimbulkan bahaya apapun maka tidaklah terlarang bagi wanita muslimah untuk melanjutkan studi.
وإذا كانت الدراسة لا تزيدها إلا نقصاً في دينها وانحلالاً في أخلاقها، وتبرجاً وتهتكاً تعين حينئذ منعها منها.
Akan tetapi jika studi tersebut hanya menyebabkan berkurangnya kualitas agama wanita tersebut dan makin rusaknya moralitasnya dengan tanpa sungkan lagi melakukan hal-hal yang menarik perhatian laki-laki maka dalam kondisi semacam ini mencegahnya untuk melanjutkan studi adalah sebuah keniscayaan” [Fatawa wa Rasail Syaikh Muhammad bin Ibrahim alu Syaikh 13/237, Syamillah].
السؤال: هل ترى بوجود حد لتعليم البنات؟
Pertanyaan “Apakah anda berpandangan adanya batasan maksimal bagi studi yang dijalani seorang wanita?”
الإجابة: (لا، ليس هناك حد، بل يتعلمن حتى أعلى المراحل ليستفدن ويفدن)
Jawaban Ibnu Baz, “Tidak ada, tidak ada batasannya. Wanita boleh belajar formal sampai jenjang pendidikan yang paling tinggi supaya mereka bisa mengambil manfaat dan memberi manfaat untuk orang lain” [Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawiah juz 8 hal 35 Dar Ashda’ al Mujtama Qasim KSA, cet ketiga 1428 H].

Artikel www.ustadzaris.com 

Amanah Berupa Wanita


حدثنا أبو شهاب الخياط قال سمعت سفيان الثوري يقول ائتمني على بيت مملوء مالا ولا تأتمني على جارية سوداء لا تحل لي

Dari Abu Syihab al Khayyath, beliau menuturkan bahwa beliau mendengar Sufyan ats Tsauri mengatakan,


Berilah aku amanah untuk menjaga satu rumah yang isinya penuh dengan uang. Namun janganlah kau beri aku amanah untuk menjaga seorang gadis berkulit hitam kelam yang tidak halal bagiku” [Dzammul Hawa karya Ibnul Jauzi hal 165].

Allahu Akbar, jika demikian yang dikatakan oleh Sufyan ats Tsauri padahal beliau adalah beliau dalam masalah ilmu, iman dan takwa –beliau adalah ulama besar di masa tabiin- lantas bagaimanakah yang layak untuk kita katakan hari ini?

Jika demikian untuk gadis hitam kelam yang pada dasarnya banyak laki-laki tidak tertarik padanya lantas bagaimana lagi gadis berkulit sawo matang atau lebih cerah lagi?

Jika demikian yang dikatakan oleh orang sekaliber Sufyan ats Tsauri untuk wanita di masa tabiin –yang tentu kita yakin kondisi agamanya jauh jauh lebih baik dari pada wanita zaman sekarang- lantas apa yang layak kita katakan untuk wanita zaman sekarang?

Jika demikian yang dikatakan untuk gadis hitam yang ‘berpakaian’ lantas bagaimana dengan gadis tidak berkulit hitam zaman ini yang sudah tidak lagi ‘berpakaian’?

Jika demikian dikatakan untuk gadis yang tidak berdandan lantas apa yang bisa kita katakan saat ini untuk gadis yang berdandan terlalu lengkap hingga tidak ubahnya bagaikan ondel-ondel?

Duh betapa cerobohnya para ibu dan ayah yang memberikan amanah berupa anak gadisnya kepada seorang laki-laki yang katanya pacar anaknya untuk diajak jalan-jalan entah kemana!!

Ampunan-Mu ya Allah, ampunan-Mu ya Allah.
Artikel www.ustadzaris.com

Jadilah Lelaki Pertama di Hatinya


قال البجيرمي: وفي البكارة ثلاث فوائد:
Al Bijairumi mengatakan, “Menikahi bikr atau gadis itu memiliki tiga manfaat sebagai berikut:
إحداها أن تحب الزوج الاول وتألفه، والطباع مجبولة على الانس بأول مأولف، وأما التي مارست الرجال فربما لا ترضى ببعض الاوصاف التي تخالف ما ألفته فتكره الزوج الثاني.
Pertama, dia akan mencintai dan akrab dengan suaminya yang pertama. Manusia memiliki karakter untuk merasa nyaman dengan hal pertama kali yang dia kenal. Sedangkan wanita yang telah berpengalaman dengan banyak laki-laki maka boleh jadi dia tidak suka dengan sebuah sifat atau perilaku yang berbeda dengan perilaku yang telah biasa dia terima akhirnya dia kurang suka dengan suami yang kedua.

Sabtu, 07 Juli 2012

Fiqh Jilbab Wanita Muslimah Sesuai Sunnah

Jilbabku Penutup Auratku

Jilbab merupakan bagian dari syari’at yang penting untuk dilaksanakan oleh seorang muslimah. Ia bukanlah sekedar identitas atau menjadi hiasan semata dan juga bukan penghalang bagi seorang muslimah untuk menjalankan aktivitas kehidupannya. Menggunakan jilbab yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah wajib dilakukan oleh setiap muslimah, sama seperti ibadah-ibadah lainnya seperti sholat, puasa yang diwajibkan bagi setiap muslim. Ia bukanlah kewajiban terpisah dikarenakan kondisi daerah seperti dikatakan sebagian orang (karena Arab itu berdebu, panas dan sebagainya). Ia juga bukan kewajiban untuk kalangan tertentu (yang sudah naik haji atau anak pesantren).

Selasa, 03 Juli 2012

Belajar Ikhlas

Dari Abu Ja’far al-Hadzdza diriwayatkan bahwa ia menceritakan, “Aku pernah mendengar Ibnu Uyainah berkata,

‘Apabila amalan hati bersesuaian dengan amalan zahir, itulah keadilan. Apabila amalan hati lebih baik dari amalan zahir, itulah keutamaan.Dan apabila perbuatan zahir lebih bagus dari amalan hati, itulah kepuasan.’” (Shiatsu Shafwan4/141,142)
Dari Abdullah bin Mubarak diriwayatkan bahwa ia menceritakan, Hamdan bin Ahmad pernah ditanya, “Mengapa ucapan ulama Salaf lebih berguna dari ucapan kita?”

Beliau menjawab, “Karena mereka berbicara untuk kemuliaan Islam, keselamatan jiwa dan kerjaan ar-Rahman. Sedangkan kita berbicara untuk kemuliaan diri, mencari dunia dan keridhaan manusia.” (Shifatush Shafwah2/234)

Manfaat Menakjubkan Air Putih

Penyusun: Ummu Salamah

Assalamua’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Ukhtiy Habiibatii. Pada edisi perdana kali ini, kita akan ‘sharing’ masalah air putih. Mungkin ukhtiy banyak yang belum tahu arti penting mengkonsumsi cukup air putih setiap harinya atau sudah tahu tapi malas memenuhi jumlah takarannya dengan berbagai alasan, sebut salah satunya ‘takut keseringan buang air kecil, repot!’. Iya kan??? Ayo, tunjuk diri…

Kalau begitu bagaimana prosesnya, air putih yang sederhana bisa berubah menjadi begitu berharga?
Sekitar 80% tubuh manusia terdiri dari air. Otak dan darah adalah dua organ penting yang memiliki kadar air di atas 80%. Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95%. Sedikitnya, secara normal kita butuh 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Bagi perokok jumlah tersebut harus ditambah setengahnya. Air tersebut diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Para dokter juga menyarankan agar mengonsumsi air putih 8-10 gelas setiap hari agar metabolisme tubuh berjalan baik dan normal.

Kurang Air, Bahaya Bagi Darah

Cara Membersihkan Karat Dengan Soft Drink

Alat dan Bahan

Minuman bersoda (soft drink) dalam satu gelas ukuran tinggi, alat yang berkarat (misalnya alat pembuka botol dan mur), dan wadah.

Cara Kerja
  1. Cara pertama: Rendam terlebih dahulu kain di dalam segelas soft drink selama satu jam.
  2. Setelah itu gosokkan kain pada bagian yang berkarat.
  3. Cara kedua: Rendam alat berkarat yang terbuat dari besi itu di dalam wadah dengan soft drink selama satu jam.
  4. Langkah terakhir, usai direndam selama satu jam angkat alat yang berkarat itu dari dalam wadah lalu bersihkan dengan kain.
  5. Lihatlah serpihan karat di alat pembuka botol telah rontok. Untuk membuatnya berfungsi kembali gosoklah alat pembuka botol yang telah dibersihkan tersebut dengan menggunakan lap.

Penuntut Ilmu Dan Shalat Malam

 
Wahai saudariku para penuntut ilmu, jika kita memikirkan keadaan para ulama generasi awal, niscaya kita akan merasa takjub dan tercengang saat membaca kisah tentang ibadah mereka dan penjagaan mereka terhadap amalan sunnah serta betapa hebatnya mereka dalam melaksanakan kewajiban. Di antara mereka ada yang mendirikan sholat di awal malam, ada yang di akhir malam, ada yang di pertengahan malam, dan ada pula yang mendirikan di ujung-ujungnya (awal malam dan akhir malam). Masing-masing sesuai dengan kadar kesungguhan dan kemampuannya.

Minggu, 01 Juli 2012

Pengertian dan Ruang Lingkup Syirik

Syirik adalah menyamakan antara selain Allah dengan Allah ta’ala dalam perkara yang termasuk kategori kekhususan yang hanya dimiliki oleh Allah ta’ala.

Kekhususan Allah itu meliputi tiga hal utama:

Pertama, hak rububiah, seperti mencipta, mengatur alam, menguasainya, mengabulkan doa dan lain-lain. Maka jika ada orang yang meyakini bahwa ada makhluk yang mampu menciptakan dari tidak ada menjadi ada sebagaimana Allah, berarti dia telah berbuat syirik dalam masalah rububiyah.

Kedua, hak uluhiah, seperti berhak untuk diibadahi, menjadi tujuan do’a, permintaan tolong, permintaan perlindungan, tujuan dalam melaksanakan persembahan atau sembelihan, menjadi tujuan harapan, rasa takut dan kecintaan yang disertai dengan ketundukkan. Jika ada orang yang menyembelih untuk kuburan, atau meminta perlindungan dari bencana alam kepada para wali, berarti dia telah melakukan perbuatan syirik dalam uluhiyah.

Ketiga, hak kesempurnaan Nama-nama dan Sifat-sifat, seperti menyandang nama Allah, Ar Rabb dan Ar Rahman, atau memiliki sifat mengetahui yang Gaib, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui, yang tidak ada sesuatupun yang menyamai-Nya. Sehingga, jika ada orang yang meyakini bahwa kiyainya bisa mendengar sesuatu yang jauh, atau melihat tempat yang jauh, atau mengetahui masa depan, berarti dia telah menyekutukan Allah dalam sifat Allah.

Dengan  demikian, berarti kesyirikan bisa terjadi dalam hal rububiyah, uluhiyah maupun nama dan sifat-Nya.

Macam-macam syirik

Ambillah Aqidahmu dari Al-Qur’an dan As-Sunnah

Oleh: Syaikh Muhammad Bin Jamil Zainu

Muqoddimah
بسم ا لله الر حمن ا لر حيم

Segala puji hanya bagi Allah ‘azza wa jalla tempat memuji, minta pertolongan dan mohon ampun. Kita berlindung dari kejahatan hawa nafsu dan kejelekan perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk.

Saya bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang haq selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Tulisan yang ada di tangan pembaca ini saya susun dalam bentuk tanya jawab yang didasari dengan dalil dari Al-Qur’an dan Al-Hadits dengan harapan akan memantapkan pembaca dalam memperoleh jawaban yang benar dalam ‘aqidah, sebab ‘Aqidah Tauhid merupakan dasar kebahagiaan menusia di dunia maupun di akhirat.

Saya memohon kepada Allah agar risalah ini bermanfaat kaum muslimin menjadikannya amalan yang ikhlas karena Allah.

Muhammad bin Jamil Zainu

Rabu, 27 Juni 2012

Mau Pasang Gadget Radio Sunnah di Blog Anda??

Bagi rekan-rekan yang berminat memasang Widget Player Streaming Radio Sunnah, Radio Rodja, Murottal & Terjemah Al-Qur'an, Banner/logo Radio Sunnah, Player Streaming Rodja Tv, Player Fatawa, dll Pada Blog, Website atau forum yang anda kelola. bisa dibuka dan dipelajari cara pemasangannya pada situs widget radio rodja, dengan mengklik logo "GET WIDGET" pada bagian bawah Player Streaming Radio Sunnah di Blog ini.


Barakallahufikum
Jazakallah Khoir