Rabu, 28 Maret 2012

Nasehat Bagi Penuntut Ilmu

Dari Abu Dzar r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Wahai Abu Dzar, sungguh kamu pergi pada pagi hari lalu mempelajari satu ayat dari kitabullah itu lebih baik bagimu daripada shalat seratus rakaat. Dan sesungguhnya kamu pergi pada pagi hari dan mempelajari satu bab dari ilmu, baik diamalkan atau tidak, itu lebih baik daripada shalat seribu rakaat.” (Ibnu Majah).

Banyak riwayat mengenai hadits yang menyebutkan bahwa menuntut ilmu itu lebih utama daripada ibadah. Masih banyak hadits lainnya mengenai keutamaan menuntut ilmu yang tidak dapat dijelaskan seluruhnya disini. Di antaranya sabda Nabi saw., “ Keutamaan seorang alim dibandingkan seorang ahli ibadah adalah seperti keutamaanku terhadap orang yang paling rendah diantaramu.” Sabda beliau lainnya, “Bagi syaitan, seorang alim lebih berat daripada seribu orang ahli ibadah.”

Berikut adalah rekaman kajian yang di sampaikan oleh Ustadz Armen Halim Naro,Lc dari pembahasan ” Nasehat Bagi Penuntut Ilmu”

Silakan unduh kajian pada link di bawah ini. Semoga ada manfaatnya…


sumber: ansharussunnah.co.cc

Semoga Allah merahmati al ustadz Armen Halim Naro atas ilmu yang sampai melalui lisannya,, semoga Allah melapangkan dan menerangi kubur ustadz yang tawadhu ini. dan memasukkannya ke dalam golongan hamba-hamba yang sholeh. Aamiin ya Robbal Alamin. 

Semoga postingan ini juga dapat menjadi penyambung amalan beliau rahimahullah dan menjadi pelita yang terang di tempat yang gelap.
Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:”Apabila anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka putuslah amalnya, kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholih yang mendoakan orang tuanya.” (HR Muslim) 

Berbahagialah al-Ghuroba’


Imam Muslim meriwayatkan di dalam Shahihnya dari jalan Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Islam datang dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali menjadi asing sebagaimana kedatangannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing itu.” (HR. Muslim [145] dalam Kitab al-Iman.Syarh Muslim, 1/234).

Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, dan mati masuk surga?

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.

Waktu muda, kata sebagian orang adalah waktu untuk hidup foya-foya, masa untuk bersenang-senang. Sebagian mereka mengatakan, 
“Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, dan mati masuk surga.” 

Inilah guyonan sebagian pemuda. Bagaimana mungkin waktu muda foya-foya, tanpa amalan sholeh, lalu mati bisa masuk surga[?] Sungguh hal ini dapat kita katakan sangatlah mustahil.

Senin, 26 Maret 2012

“Membedakan Hadist Palsu,dhaif Dan Shahih…!?”

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Ustadz, Ana mau tanya, bagaimana kita bisa tahu kalau hadist itu palsu, lemah atau dhaif serta shahih, karena ada teman yang bertanya, kalau dilihat berdasarkan perawinya atau yang meriwayatkannya, bukankah mungkin itu sifatnya subjektif? Dan hadist itu kan dibukukan jauh setelah Rasulullah wafat. Mungkin itu aja yang ana tanyakan. Jazakallah
Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
 Lili Suheli

Jawaban

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Yang bisa menetapkan status sebuah hadits bukanlah kita yang awam ini, melainkan para ulama hadits. Mereka saja yang punya kapasitas, legalitas, otoritas dan tools untuk melakukannya. Dan buat kita, cukuplah kita membaca karya-karya agung mereka lewat kitab-kitab hasil naqd mereka.
Menetapkan status suatu hadits dikenal dengan istilah al-hukmu ‘alal hadits. Upaya ini adalah bagian dari kerja besar para ulama hadits . Mereka punya sekian banyak kriteria dalam menentukan derajat suatu hadits.

Secara umum, studi ini dilakukan pada dua sisi. Yaitu sisi para perawinya dan juga sisi matan haditsnya, atau isi materinya. Jadi yang dinilai bukan hanya salah satunya saja, melainkan keduanya.
Keshahihan suatu hadits akan dinilai pertama kali dari masalah siapa yang meriwayatkannya. Dan yang dinilai bukan hanya perawi pada urutan paling akhir saja. Akan tetapi mulai dari level pertama yaitu para shahabat, kemudian level kedua yaitu para tabi’in, kemudian level ketiga yaitu para tabi’it-tabi’in dan seterusnya hingga kepada perawi paling akhir atau paling bawah.

Thawus bin Kaisan

Di tengah bertaburnya lima puluh bintang hidayah yang bersinar terang  (yakni para sahabat), maka terkumpullah cahaya terang pada dirinya. Cahaya di hatinya, cahaya di lidahnya, dan cahaya di depan matanya.

Di bawah bimbingan lima puluh ulama alumnus madrasah Muhammad maka Thawus seakan menjelma menjadi duplikat  bagi para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kemantapan iman, kejujuran kata-kata, kezuhudan dan terhadap dunia dan keberanian dalam menyerukan kalimat yang benar kendati harus ditebus dengan harga yang mahal.

Madrasah Muhammad (pengikut Muhammad) mengajarkan kepadanya bahwa agama adalah nasihat. Nasihat bagi Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, pemimpin kaum muslimin dan seluruh kaum muslimin.

Fakta menjadi bukti baginya bahwa kebaikan secara total dapat terwujud bila dimulai dari penguasa. Bila baik pemimpinnya baik pula umatnya. Bila rusak pemimpinnya, rusak pula rakyatnya.

Atha Bin Abi Rabah


“Saya tidak melihat orang yang mencari ilmu karena Allah, kecuali tiga orang yakni: ‘Atha’, Thawus, dan Mujahid.” Salamah bin Kuhail.

Tersebutlah, Sulaiman bin Abdul Malik, seorang Khalifah kaum muslimin dan salah seorang raja agung yang pernah bertahta di muka bumi sedang berthawaf di sekeliling Ka’bah dengan kepala terbuka dan bertelanjang kaki. Dia hanya mengenakan kain sarung dan selendang. Kondisinya kala itu sama seperti saudara-saudaranya fillah yang menjadi rakyat jelata. Sementara di belakangnya ada dua orang putranya, keduanya adalah dua anak muda yang keceriaan wajahnya bagaikan bulan purnama dan wangi dan kilauannya ibarat bunga yang sedang mekar.

Begitu khalifah menyelesaikan thawafnya, beliau menengok ke arah salah seorang pengawalnya sembari berkata,
“Di mana sahabatmu?.”

Orang itu menjawab, “Dia di sana sedang shalat”, Sambil menunjuk ke pojok Barat Masjid Al-Haram. Lalu Khalifah dengan diikuti kedua putranya menuju tempat yang ditunjuk oleh pengawal tersebut.

Para pengawal pribadinya ingin mengikuti khalifah guna melebarkan jalan bagi dan melindunginya dari suasana berdesak-desakan. Akan tetapi Khalifah melarang mereka melakukan hal itu sembari berkata,
“Para raja dan rakyat jelata sama kedudukannya di tempat ini. Tidak seorang pun yang lebih mulia dari orang lain, kecuali berdasarkan penerimaan (terhadap amalnya) dan ketakwaan. Boleh jadi ada orang yang kusut dan lusuh berdebu datang kepada Allah, lalu Allah menerima ibadahnya dan pada saat yang sama, para raja tidak diterima oleh-Nya."

Pemimpin dari kalangan Budak (Part 1)

Semoga bermanfaat,

Diriwayatkan oleh Imam Az-Zuhriy rahimahullahuta’ala, dia mengatakan “suatu hari saya datang menghadap khalifah  Abdul Malik Bin Marwan (Seorang Khalifah Bani Umayyah).

Abdul Malik berkata, “Wahai Zuhry, engkau dari mana?” Zuhri menjawab, “Aku datang dari Mekah Wahai Khalifah”

Abdul Malik bertanya, “Siapa yang Engkau tinggalkan menjadi pemimpin di Mekah?”

Zuhry berkata,  “Atha’ bin Abi Rabah

Abdul Malik : “Apakah dia dari orang Arab atau dari keturunan Budak?”

Zuhry : “Dia dari keturunan Budak”

Berkata Abdul Malik, “Dengan apa ia bisa memimpin mereka?”

Senin, 19 Maret 2012

Muslimah, Kita Berbeda Dengan Laki-Laki.

Menjaga Kehormatan Wanita Muslimah


Wahai saudariku muslimah, wanita adalah kunci kebaikan suatu umat. Wanita bagaikan batu bata, ia adalah pembangun generasi manusia. Maka jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, maka akan rusak pulalah generasi tersebut.
Maka, engkaulah wahai saudariku… engkaulah pengemban amanah pembangun generasi umat ini. Jadilah engkau wanita muslimah yang sejati, wanita yang senantiasa menjaga kehormatannya. Yang menjunjung tinggi hak Rabb-nya. Yang setia menjalankan sunnah rasul-Nya.

Allah berfirman,
وَمَاخَلَقْتُ الجِنَّ وَ الإِنْسَ إِلاَّلِيَعْبُدُوْنِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Qs. Adz-Dzaariyat: 56)
Allah telah menciptakan manusia dalam jenis perempuan dan laki-laki dengan memiliki kewajiban yang sama, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Dia telah menempatkan pria dan wanita pada kedudukannya masing-masing sesuai dengan kodratnya. Dalam beberapa hal, sebagian mereka tidak boleh dan tidak bisa menggantikan yang lain.

Keduanya memiliki kedudukan yang sama. Dalam peribadatan, secara umum mereka memiliki hak dan kewajiban yang tidak berbeda. Hanya dalam masalah-masalah tertentu, memang ada perbedaan. Hal itu Allah sesuaikan dengan naluri, tabiat, dan kondisi masing-masing.

Allah mentakdirkan bahwa laki-laki tidaklah sama dengan perempuan, baik dalam bentuk penciptaan, postur tubuh, dan susunan anggota badan.
Allah berfirman,
وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى
“Dan laki-laki itu tidaklah sama dengan perempuan.” (Qs. Ali Imran: 36)

♫ ✿ Pesan dari ‘ Dunia Maya ‘ ✿♫


Bismillahirrahmanirrahim..
Semoga bisa diambil Ibrohnya,, 

“ Lu mah susah amat kalo dibilangin, makanya susah ngedeketin Linda. Apalagi Cuma lewat Facebook, sipil buat gue “ kata Rafi pada sahabatnya. Hery.

“ Lu juga pelit amat kalo ngasih tips ke gue, si Linda tuh anaknya susah di kejar. Gue Privat Chat aja kagak pernah dia bales “ kata Hery. Disambut tawa yang menggema di kamar kost mereka.

“ Gue kasih lu tips  buat narik perhatian para akhwat yang pake jilbab “ Rafi mengerlingkan matanya.

“ Apaan tadi ?? akhwat ?? makanan apa tuh ??” Hery mengernyitkan dahinya. Terdengar kembali tawa Rafi.

“ Ahh lu..ngaku fans berat Fesbook, akhwat aja lu kagak ngerti, katrok lu “ Rafi mengacak-ngacak rambut sahabatnya.

Suami adalah Surga dan Nerakamu

Kisah  nyata yang di ceritakan oleh penulis (Ukhti Annisa Azka Abiyyah)

Maka bagaimana aku tidak akan memperhatikanmu, sementara engkau adalah surga dan nerakaku, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam :
“Perhatikanlah sikapmu terhadapnya (suami), karena ia bisa menjadi surgamu dan nerakamu”(HR. Ibnu Saad, Ath-Thabrani, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al Jami’us Shaghir (1590))

Minggu, 18 Maret 2012

"...Wahai pena..! Titiplah salam kami teruntuk kaum wanita.

 
"...Wahai pena..! Titiplah salam kami teruntuk kaum wanita. Tak usah jemu kau kabarkan bahwa mereka adalah lambang kemuliaan. Sampaikanlah bahwa mereka adalah aurat ..."
Adakah alasan bagi wanita muslimah untuk tidak brjilbab?
Adakah alasan syar’i bagi mereka untuk memampang foto-foto mereka di dunia maya?
Tidakkah mereka sadar bahwa foto-foto mereka dikoleksi tangan-tangan jahil?
Banggakah mereka menanggung dosa mata-mata yang memandang?
Tidakkah mereka sadar bahwa syaitan bangga dan terbahak-bahak dengan apa yang mereka lakukan?
Maukah mereka mencium harum wewangian surga? Duh, Kasihan mereka yang mengatakan “mau”..

Rambut mereka terurai..
Leher. . .
Lengan tangan. .
Dada,.

mereka menampakkan keelokan wajah dan titik-titik pesona tubuhm di hadapan laki-laki non mahram. mereka menampakkan betis, lengan, kepala dan rambut. mereka keluar rumah dengan dandanan memikat dan mengundang fitnah.mereka pampang foto-foto di dunia maya ini terlebih dengan senyuman menggoda.

mereka memoles Senyum dan wajah-wajah mengundang fitnah. .

Apa yang mereka inginkan??

Wahai saudariku. Sambutlah salam dan penghormatan.

Saudariku….

Kepada calon- calon bidadari penghuni syurga, 
Wahai calon- calon istri shaleha kebanggaan Islam, 
Wahai kaum hawa yang didadanya telah tertanam bunga bunga iman….

Mari sejenak menyelami samudera hikmah dan kebijaksanaan….meneguk sejuknya untaian nasehat-nasehat yang akan menghilangkan dahaga iman.Semoga sedikit nasehat ini, bagai oase ditengah ganasnya gurun pasir kehidupan…yang bersumber dari Al-Qu’an dan Sunnah, serta lisan-lisan yang jujur….
                                                                    ***********

Jawaban Tentang CINTA

 
Sahabat fillah…
Perasaan “cinta” adalah sebagian dari fitrah manusia, dan setiap kita pasti memiliki rasa itu. Oleh sebab itu, bagaimana timbal balik sepatutnya sebagai bentuk kesyukuran atas karunia yang telah Allah subhanahu wa ta’ala berikan itu. Yaitu dengan menjaga dan menempatkannya secara baik dan benar. Mengapa…? Karena Allah subhanahu wa ta’ala telah menghadirkan kita ke dunia ini dengan kecintaan yang luar biasa. Lalu, apa bukti cinta itu? Di antaranya adalah diciptakannya kita dengan bentuk sebaik-baiknya dibanding makhluk lain. Kemudian diciptakannya kita berpasangan, lalu disempurnakannya penciptaan manusia dengan akal, perasaan dan naluri.

Relakah Dirimu Menjadi Hiasan Syaitan Di dunia & Dunia Maya?

Diposkan oleh Yusuf Fadhilah

Relakah Dirimu Menjadi Hiasan Syaitan Di dunia & Dunia Maya?



p/s: bagus tuk peringatan kita....kaum hawa....sila ambil perhatian.....share la dgn yg lain..mgkn ada yg pernah bc...tp bc skali lg tuk peringatan kita bersama... 

Malam pasangannya siang, Jaga pasangannya tidur, Rajin pasangannya malas, Dan lelaki pasangannya perempuan.

Kerana perempuan adalah pasangan kepada lelaki, maka Allah telah menciptakan bentuk badan wanita itu dapat memikat hati lelaki.

Sabtu, 17 Maret 2012

Menjadi Muslimah Ideal

Oleh :

Ustadz Nurul Mukhlisin Asyrafuddin, Lc., M.Ag


Sebab itu maka Wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka) .(QS. An-Nisa’(4):34). 

Dalam ayat ini setidaknya ada tiga karakteristik utama wanita muslimah yang ditampilkan oleh Allah swt, di antaranya sebagai berikut:

Jumat, 16 Maret 2012

Cara Berpuasa di Daerah Kutub

Sebagaimana kita ketahui bahwa puasa seorang muslim dimulai sejak terbit fajar shodiq hingga tenggelamnya matahari.
Nah, bagaimanakah cara berpuasa bagi kaum muslimin di daerah kutub yang mana matahari terbit sebentar lalu tenggelam atau tidak terbit matahari sama sekali. Atau mengalami malam hanya sebentar dan sisanya adalah siang hari?
.
.
Klasifikasi

Negara-negara di belahan dunia ini menurut lokasi garis katulistiwa terbagi menjadi tiga bagian:

Pertama : Negara-negara yang terletak pada dua garis katulistiwa 45 dan 48 derajat utara dan selatan. Negara-negara ini bisa membedakan seluruh tanda-tanda alam untuk penetapan waktu dalam dua puluh empat jam, baik waktunya panjang atau pendek.

Kedua : Negara-negara yang terletak pada dua garis katulistiwa 48 dan 66 derajat utara dan selatan. Negara-negara ini tidak bisa membedakan sebagian tanda-tanda alam dalam penentuan waktu pada beberapa hari dalam setahun. Seperti tidak bisa melihat hilangnya mega merah yang menandai masuknya waktu sholat isya’ dan berakhirnya waktu sholat maghrib hingga tersamarkan dan tercampur dengan waktu shubuh.

Ketiga : Negara-negara yang terletak di atas garis katulistiwa 66 derajat utara dan selatan hingga ke daerah kutub. Negara-negara ini tidak bisa melihat tanda-tanda alam untuk penetapan waktu dalam kurun waktu yang lama dalam setahun siang atau malamnya. [1 ]
.
Cara Berpuasa

Lantas, bagaimana cara berpuasa bagi tiga kelompok Negara di atas? Lembaga Kibar Ulama di Saudi Arabia pernah ditanya permasalahan ini, yang kesimpulan jawabannya adalah sebagai berikut:

Senin, 12 Maret 2012

Keadaan Mayit Setelah Dikuburkan


Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya apabila mayit telah dikuburkan, dia mendengar derap alas kaki orang yang mengantarkannya ketika kembali dari tempat pemakaman.

Jika dia seorang mukmin, maka ibadah shalat akan berada di kepalanya, puasa berada di samping kanannya, zakat di sebelah kirinya, sementara seluruh perbuatan baiknya seperti sedekah, silaturrahim, amalan yang ma’ruf dan perlakuan baiknya kepada manusia berada di kedua kakinya.

Bukti Pembelaan Allah Kepada ‘Utsman bin Affan Setelah Kematiannya

Sesungguhnya Allah Ta’ala telah memberikan jaminan kepada wali-wali-Nya yang beriman bahwa Dia akan membela mereka, bahkan setelah kematian mereka.

Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Allah membela  orang yang beriman. Sungguh, Allah tidak menyukai setiap orang yang berkhianat dan kufur nikmat.” [QS.al-Hajj:38]
Allah Ta’ala telah berfirman dalam hadits qudsi:
“Siapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku telah mengumumkan perang melawannya…” [1]
Mungkin ada yang bertanya, “Mengapa Allah tidak membela ‘Utsman ketika para pemberontak itu hendak membunuhnya?”

Menyoal Kiprah Muslimah

::: Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Peribahasa ini sangat tepat untuk menggambarkan keadaan kaum wanita di era kini. Allahul Musta’an.

“Menjadi ibu rumah tangga atau bergelutnya wanita dalam lingkup domestik/rumah merupakan kemunduran(?)”,  adalah sekelumit citra yang kuat tertanam sebagai buah dari propaganda emansipasi. Dengan ini, para wanita pun terpacu untuk mengejar karir meski hanya untuk meraih simbol status. Padahal tanpa disadari, banyak hal yang mereka pertaruhkan di sini.

RUMAHmu Adalah SURGAmu


Penulis: Al Ustadz Abu Muqbil Ahmad Yuswaji

Saudariku muslimah..
Istri shalihah percaya bahwa tempat terbaik untuk menjaga diri dari keterjerumusan ke dalam jurang kebinasaan adalah tinggal di rumahnya, karena itu ia tidak menjadi orang yang suka keluar dan pergi dari rumah.
Istri shalihah beriman terhadap firman Allah Ta’ala, yaitu perintah untuk tinggal di dalam rumahnya. Allah Ta’ala berfirman,
“Dan tinggallah kalian (para wanita) di rumah-rumah kalian”. (Qs. Al Ahzaab: 33).